HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Setelah hampir satu jam lamanya Damar di club tersebut, di mana Damar juga sudah mulai meracau dan semakin tidak terkendali. Kenan segera menyeretnya dari para gerombolan muda mudi yang tengah asik berkoget ria. Sikap Damar semakin berani kepada wanita di club itu, hingga di lihatnya para wanita malam itu membisikkan sesuatu. Ketika dua wanita hendak membawanya keluar dari gerombolan, Kenan mengetahui aksi mereka. Sebelum semua terlambat Kenan menghentikan kedua wanita itu lalu mengusir keduanya.


"Pergi kalian..." Ucap Kenan seraya memapah Damar menuju meja mereka.


"Lepas....biar aku temani wanitaku dulu" Ucap Damar semakin tidak terkendali. Dengan sempoyongan Damar bersusah payah lepas dari Kenan. Namun, sebagai sahabat, Kenan tidak akan membiarkan Damar terjatuh dalam lembah hitam.


Kenan terus menarik dirinya menjauh dari kedua wanita itu "Dam, sadar. Perbuatan kamu sudah berlebihan. Kita pulang saja."


Kedua wanita itu terus memberi kode nakal pada Damar sampai ia sulit di kendalikan.


"Kalian ini ngapain sih. Cepat pergi..." Usir Kenan.


"Jangan sok suci, Tuan. Kalau tidak mau di goda jangan datang kemari, dong" Ucap salah seorang wanita itu.


"Jadi orang sok suci banget (Sambil memutar kedua bola mata, seakan kesal dengan sikap Kenan) udah tau tempat ini tempat apa masih sol soakan jual mahal. Huh..." Membalikkan badan lalu pergi dari sana. Mereka kesal dengan Kenan karena merasa tidak terpakai. Bahkan penolakan itu belum pernah mereka dapat dari pelanggan lainnya.

__ADS_1


Kenan geleng kepala melihat kedua wanita itu ketika berjalan "Astaga, sumber dosa" Kenan pun menutup matanya sambil membawa Damar.


"Olivia sayang kamu sangat menyakiti hatiku" Dalam ketidak sadaran Damar tetap mengingat luka hatinya.


"Duh...berat sekali beban kamu, sob"


Berkali kali Damar berusaha melepas tangan Kenan. Damar sendiri sudah tidak sadar dengan apa yang telah ia perbuat. Sampai akhirnya dia di seret paksa oleh Kenan, di bantu dua keamanan di club tersebut. Maklum, badan Damar terbilang besar dan tinggi. Jadi, Kenan butuh bantuan.


"Bang, bisa tolong panggilkan keamanan" Ucap Kenan kepada seorang lelaki pelayan club yangbtidak sengaja melintas depan mereka.


Tidak berapa lama lelaki tadi datang bersama du orang tinggi besar dan berkumis tebal. Mereka adalah kemanan club tersebut.


"Ada apa, Tuan?" Tanya salah satu dari mereka.


"Bantu saya bawa dia keluar..." Segera Kenan menyerahkan Danar pada kedua lelaki tersebut. Setelah Kenan membayar semua pesanan, segera ia menuju parkiran mengambil mobilnya. Dia terpaksa meninggalkan mobil Damar di sana karena ia tidak mau pulang jalan kaki di tengah malam seperti ini. Lagi pula jika mobil Kenan di tinggal di sini otomatis dia akan kembali ke tempat itu. Sungguh Kenan tidak ingin kembali lagi ke tempat tersebut.

__ADS_1


"Bantu masukin, ya" Lantang Kenan dari dalam mobil kepada kedua lelaki tersebut.


Tak berapa lama mereka membantu Damar masuk dalam mobil. Kenan memberi mereka uang tips lalu pergi. Di dalam mobil, Damar terkapar layaknya ikan kekurangan oksigen. Menggelepak kesana kemari.


"Dosa ni anak apa, ya. Kok hidupnya berantakan kaya gitu." Kenan melihat Damar dari kaca depan.


Tidak lama menempuh perjalanan, sampailah mereka di depan rumah Damar.


Di nyalakan klakson mobil berkali kali, tapi tidak ada yang membuk gerbang. Mungkin penjaga gerbang sudah tertidur karenasudah lewat tengah malam. Akhirnya Kenan turun, mengintip dari sela pagar.


"Pak, bangun....." Teriak Kenan. Namun, penjaga itu tidak bangun malah membenarkan kepalanya dan tidur lagi.


"Pak...." Kembali Kenan teriak. Tapi, masih tidak ada respon. Akhirnya Kenan kembali ke mobil lalu membawa Damar ke rumahnya.


"Yah, terpaksa deh bawa ni anak pulang. Dari pada di buang tengah jalan"

__ADS_1


__ADS_2