
TERUNGKAP...
sore itu tasya tengah duduk di ruang tamu
ibu dan ayah nya menghampiri dan duduk bersama
"revaldi sayang kamu main di kamar ya nak...oma sama opa mau bicara sama mami!! boleh ya nak??"
revaldi mengangguk dan melangkah ke kamar nya.
perasaan tasya mulai sedikit gelisah dia tau arah pembicaraan ini
tasya tak mampu menatap wajah kedua orang tua nya
"Anatasya....sekarang ibu mau kamu jujur, revaldi itu anak dari siapa??" cetus ibu tasya dengan menatap ke arah tasya yang menunduk
"maafkan tasya ayah, ibu...tasya sudah berbuat kesalahan besar...mohon maafkan tasya" tasya tersimpuh di kaki sang ibu
"tasya ayah sangat kecewa dengan kamu...tapi mau bagaimana pun semua sudah terjadi, jadi katakan siapa ayah dari revaldi??" sang ayah mulai ikut berbicara
"sebenar nya ayah revaldi adalah..." belum usai perkataan tasya, revaldi pun keluar dari dalam kamar
seketika obrolan mereka terhenti
tasya sungguh tak mampu mengungkap semua yang telah dia rahasiakan selama ini..
drt drt...
ponsel ayah tasya bergetar
dia pun keluar dengan wajah yang penuh kekhawatiran
tak lama sang ayah kembali dengan wajah yang pucat
"sayang kita harus kembali sesegera mungkin, karna ada tugas yang harus kita selesaikan secepat nya!!"
mereka saling lempar pandang
"ayah, ibu...pergilah aku akan baik baik saja !!"
" tapi nak masalah yang kamu hadapi ini begitu besar, kami tak tega meninggalkan kamu di saat kamu seperti ini nak" sang ibu memeluk tasya dengan meneteskan air mata
"ibu....aku sudah terbiasa dengan semua ini, aku mampu melewati ujian ini...kalian tak usah khawatirkan tasya, disini banyak orang yang sayang dengan tasya"
__ADS_1
tasya tersenyum
mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke kota dimana mereka di tugaskan
mereka juga memilih untuk menunggu tasya berkata yang sejujurnya kepada mereka...
hari hari tasya terasa sunyi
sudah hampir seminggu rikardo tak berkunjung ke rumah tasya
"mungkin dia sudah melupakan kami, aku harus siap menghadapi semua yang akan terjadi"gumam tasya
tak lama terdengar suara mobil di depan rumah
tasya pun bergegas keluar
namun saat dia melihat rikardo keluar dari mobil dengan vany
hati tasya hancur
bahkan dengan santai nya vany menggandeng lengan vany di hadapan tasya
rikardo berusaha melepaskan tangan vany dari lengan nya
dia semakin manja kepada rikardo
"untuk apa kamu membawa dia kesini??" cetus tasya
"sya...maafkan aku, aku tak dapat menolak semua ini...karna perusahaan akan hancur jika aku tidak menikahi dia" rikardo menunduk dia merasa sangat putus asa dengan semua ini
tasya terdiam di hati dia menjerit namun dia berusaha kuat dengan apa yang dia dengar dan dia lihat saat ini
"baiklah mas jika kamu memilih bersama nya demi keselamatan perusahaan mu...maka aku akan mundur dari kehidupan mu"
"bagus lah kalau kamu tau diri...!!" sambung vany
"diam kamu!!" bentak rikardo
"ingat ya perusahaan kamu berada di bawah kaki keluarga ku....mengerti!!" bisik vany dengan semua ancaman ancaman nya
"jika itu bisa membuat kamu bahagia mas...ceraikan saja aku, dan berbahagialah kamu dengan pilihan mu" tasya tak mampu membendung rasa sakit di hati nya
"cukup....kamu mau mengancam rikardo dengan kekuasan yang saat ini kamu miliki, sekarang kamu lihat apa yang bisa saya perbuat dengan perusahaan kamu saat ini...dan tunggu kabar kehancuran kalian!!" riko yang sedari tadi mendengar percakapan mereka dia mulai bertindak karna tak rela wanita yang dia cintai kembali di buat terluka.
__ADS_1
"siapa kamu berani mengancam saya...kamu hanya orang miskin mana mampu kamu menghancurkan saya...mimpi kamu!!" vany tertawa dengan apa yang baru saja dia dengar
namun tak lama ponselnya berdering
dia mendapat kabar bahwa perusahaan nya resmi di segel dan semua aset yang di miliki nya sekarang telah di sita oleh pihak yang berwajib...
"satu lagi...anak yang ada di kandungan wanita busuk ini bukan anak rikardo melainkan anak dari lelaki yang berada di foto ini" riko menunjukkan bukti foto dan video yang memperlihatkan pertengkaran dia antara vany dan lelaki itu yang berdebat masalah anak dalam kandungan vany
"breng**k sebenarnya siapa kamu bisa membuat ku seperti ini??...dan tunggu pembalasan ku!!" vany berlari dengan kencang
brakkkk...
terdengar jeritan vany dari kejauhan yang membuat mereka berlari ke arah suara itu terdengar...
dan mata mereka di kejutkan dengan tubuh vany yang tergeletak bersimpah darah
mereka pun membawa vany ke RS yang tak jauh dari lokasi mereka saat ini
namun belum sampai disana vany menghembuskan nafas terakhirnya
bahkan sebelum dia menutup mata
dirinya sempat meminta maaf kepada tasya
dan mengakui bahwa anak yang dia kandung bukan anak rikardo melainkan anak dari kekasihnya...
tasya sangat ketakutan dengan apa yang baru saja dia saksikan
badan nya gemetar, rikardo pun memeluk tasya
riko tersenyum akhir nya dia bisa membuat mereka bersatu kembali
meski dalam hati nya dia sangat sakit
setelah sampai di RS jenazah vany di serahkan pihak keluarga
"kamu ajak tasya pulang, kasihan revaldi dia pasti mengkhawatirkan kalian ...biar aku yang mengurus semua ini" jelas riko
" makasih ya sob...karna kamu sudah mengungkap semua kebenaran yang ada, sekali lagi aku ucapkan terima kasih"
riko menepuk pundak rikardo dengan mengangguk kan kepala nya
pertanda dia ok.
__ADS_1