
Semua kejutan berjalan sesuai rencana. Criztine nampak sangat menikmati kejutan dari suaminya, di tambah dengan kehadiran para sahabat lamanya.
Di tepi pantai mereka menghabiskan waktu bersama...
Bercerita tentang kehidupan dan jalan cinta mereka dengan di iringi canda dan tawa.
Criztine sibuk dengan Gio dan anaknya, mereka terlihat saling memadu rindu...
Sedangkan Revaldi duduk bersama dengan ke empat sahabatnya.
Bahagia rasanya bisa melihat istrinya kembali tertawa lepas seperti saat ini, seolah Criztine tidak punya beban sedikit pun.
" Re....maafin gua." Lirih Dimas.
" Maaf untuk apa?."
" Gua sudah salah menilai Lo sama Risa. Sungguh gua merasa bersalah."
" Tak apa!. Gua sudah memaafkan Lo. Terima kasih sudah memperhatikan keutuhan rumah tangga gua." Revaldi menepuk pundak sahabatnya dengan senyum.
" Dia terlalu takut jika nanti Lo berulah sama seperti Leo di Club..." Sambung Jimmy dengan asik melahap makanan di depannya.
" Enak saja...." Leo menjitak kepala Jimmy.
" Lah emang iya kan? Lo udah bikin Tuan Re jadi cemburu tau..." ucap Jimmy.
" Cemburu? maksudnya?." Dimas menyela ucapan Jimmy.
" Dia bikin kejutan seperti ini karena terinspirasi dari ide Lo tuh...."
" Jimmy, tutup mulut Lo atau gua lempar ke laut...." Kesal Revaldi.
" Cie....yang tukeran pasangan bisa samaan gitu." ejek Dimas.
" Awas aja Lo Dim, Gua buang di jalan tau rasa Lo." Ucap Revaldi.
__ADS_1
" Rasain Lo...." Leo melempar buah jeruk hingga mengenai lengannya.
Mereka berempat saling tertawa dan menggoda satu sama lain.
Hingga tiba-tiba saja Revaldi melihat istrinya kesulitan untuk mengambil bola milik Anak Gio.
" Biar aku ambilkan...." Revaldi berjongkok lalu meraih bola itu.
" Kita istirahat disana yuk.." Revaldi menunjuk sebuah tempat dimana dia dan para sahabatnya tengah bersantai. " Sepertinya kamu sangat lelah sayang. Sini aku bantu..." Dengan cepat Revaldi meraih tubuh istrinya lalu menggendongnya.
" Mas, aku malu..." Criztine bersembunyi di pundak suaminya.
" Untuk apa malu? toh malam ini hanya milik kita berdua."
" Egois sekali kalian ini...." Ucap seseorang yang berda di belakang mereka.
" Risa..." Lirih Criztine.
" Mas, turunkan aku...." Rengek Criztine.
Kini hanya tinggal Criztine dan juga Risa....
" Kita duduk disini dulu ya Criz?." Pinta Risa sembari melihat ke arah lautan.
Criztine merasa ada hal yang membebani hati sahabatnya....
" Kamu kenapa?."
Risa menatap Criztine sejenak sebelum akhirnya dia melepas senyuman...
" Kamu sangat beruntung Criz...."
" Maksud kamu?." Criztine heran atas ucapan Risa saat ini.
Seolah ada kecemburuan sosial yang hendak dia ungkapkan, namun Criztine belum tau hal apa yang membuat Risa cemburu.
__ADS_1
Tapi sepertinya bukan cemburu kerena Revaldi memperlakukan Criztine seperti itu, tapi entahlah....
Jika di lihat dari tatapan matanya, sepertinya Risa sudah tidak memiliki perasaan cinta terhadap Revaldi, begitu pula sebaliknya.
Ketika bibir tidak mampu berkata, maka tatapan Mata yang bercerita.
Sorot pandang mata Risa bercerita seolah dia sangat ingin di posisi Criztine saat ini.
Akan tetapi dia sadar jika dia bukan Criztine dan tidak akan pernah menjadi seperti Criztine.
" Ada apa? katakanlah..." Criztine meraih lengan Risa.
" Ah....sudahlah! tidak penting." Risa tidak ingin mengungkap rasa dalam dirinya.
Dia tidak ingin membuat Criztine merasa tidak enak atau yang lainnya.
" Sebenarnya ada apa sih?." Kembali Criztine mempertanyakan hal yang sulit untuk di ungkapkan.
" Criztine, ijinkan aku mencintai Leo."
" Kenapa harus meminta ijin dariku? aku hanyalah masa lalunya dan kamu adalah masa depannya. Jadi tolong jangan berkata seperti itu." jelas Criztine.
" Iya aku tau! Tapi aku sudah banyak salah terhadap mu, dan sekarang aku ada di posisi dimana kamu pernah aku sakiti dulu." Lirih Risa dengan pandangan kosong.
" Aku tidak mengerti maksud dari semua ucapan kamu ini..."
" Ada seorang wanita yang sengaja menyebarkan foto(Scandal) ku bersama mantan kekasih ku. Itu yang membuat Leo marah besar dan aku hampir kehilangan lelaki yang sangat baik dan romantis seperti dia. Bahkan aku sempat merasa hina di depannya, tapi pada akhirnya dia mempertahankan aku tanpa ingin tau lebih dalam penjelasan ku tentang foto itu." Jelas Risa.
" Foto(Scandal) bersama mantan? apakah itu suami ku?."
Mendengar kata itu keluar dari mulut Criztine, membuat Risa tertawa geli...
" Bukan dia! tapi sebelum Revaldi." Risa meyakinkan Criztine bahwa dugaannya adalah salah.
Karena sesungguhnya memang bukan Revaldi, melainkan seseorang yang sudah lama dia sembunyikan dari hidupnya.
__ADS_1