HASRAT

HASRAT
ep 41


__ADS_3

Rikardo berlari kedalam rumah dan mencari keberadaan Tasya...


Tasya meringkuk di pojok kamar


dia mengingat kembali masa-masa dimana dirinya di sakiti oleh riko dan sekarang dirinya pun kembali tersakiti oleh rikardo...


"Tasya......" rikardo berlari ke arah tasya


dan meraih tubuhnya.


"Jangan mendekati ku....."tasya mendorong rikardo, dia pun duduk di tepi ranjang dan menangis.


"Sayang...maaf kan aku, ku mohon jangan menghindari ku seperti ini...." rikardo pun melangkah ke arah tasya dan duduk di sebelahnya...


"Aku tidak berhak untuk marah terhadap mu dan aku tak memiliki sedikitpun wewenang atas dirimu" tasya memalingkan wajah.


"Jangan seperti itu sya ku mohon!!!"rikardo memeluk tasya dengan meneteskan air mata


"Untung saja kamu mengingatkan aku akan statusku sekarang sya...jika tidak, mungkin aku akan tenggelam begitu dalam di kesalahan ku saat ini" Lirih Rikardo dengan mengusap air mata Tasya.


"Status apa yang kamu katakan???... kamu berhak bahagia mas. pergilah, kejar lah kebahagiaan kamu, aku adalah beban terberat bagimu, dan aku akan menjauh dari kehidupan kamu" Ucap Tasya dengan lantang.


Tasya menunduk tak kuasa menahan sakit yang dia rasakan saat ini...

__ADS_1


Rikardo terkejut mendengar Tasya yang seolah ingin melepaskan dirinya dan tak mau memperjuangkan cinta Rikardo sedikitpun.


"Kamu memilih pergi dari pada memperjuangkan aku sya??"


rikardo meraih wajah tasya dan menyeka air mata yang jatuh di pipi tasya.


"Apakah aku berhak untuk memperjuangkan semua itu mas??...aku hanya wanita kotor yang kamu pungut dari jalan dan kamu berikan aku kehidupan dan kebahagiaan dan kamu juga berhak membuang ku mas, aku siap dengan semua ini" lirih Tasya.


Tasya pun berdiri dan menjauh dari Rikardo, tapi sebelum tasya pergi rikardo sudah lebih dulu meraih tangannya dan membuat tubuh tasya menindih dirinya...


Tasya meronta hendak melepaskan pelukan rikardo...


"Kamu adalah milik ku dan selama nya hanya ada kamu yang akan selalu bersama ku sayang....."rikardo mengusap kepala tasya dan mencium keningnya.


"Mas mari kita berpisah....." cetus tasya.


"Maksud kamu apa sya??"rikardo menatap tajam tasya dan merenggangkan pelukan.


"Aku sudah menjadi penghalang untuk kebahagiaan kamu mas, aku melepaskan kamu...."


tasya pun melepaskan diri dari dekapan rikardo


dia pun berdiri dan menuju lemari pakaian

__ADS_1


bahkan dia meraih tas dan memasuk kan baju miliknya dan sang buah hati...


"Sayang aku mohon untuk kali ini saja maaf kan kekeliruan ku, jangan tinggalkan aku" rikardo memeluk tasya dari belakang.


Tasya memejamkan mata


terasa berat baginya untuk bertahan namun pergi pun tasya enggan....


"Mas.....mungkin semua ini salah ku, aku yang hadir dalam kehidupan kamu dan aku juga yang sudah membuat kamu sengsara selama ini. jika mencintai ku adalah sebuah kesalahan maka anggap saja aku tak pernah hadir di kehidupan kamu....!"


Hati Rikardo tersayat dia membalik kan tubuh Tasya dan menciumnya dengan penuh rasa cinta.


namun tasya tak melakukan penolakan dia hanya bisa mengimbangi ciuman dari rikardo...


Tak lama rikardo melepaskan ciuman nya dan tersenyum kepada tasya dia menyangka bahwa tasya sudah memaafkan dirinya...


"Anggap saja itu hadiah untuk kamu mas, apa pun yang kamu mau sekarang, aku akan memberikan, sebagai salam perpisahan kita" tasya mencium bibir Rikardo dan melepas kancing baju Rikardo satu per satu.


"lepaskan sya aku tidak akan memberikan kamu salam perpisahan, kamu lihat aku, lihat sya!!"


rikardo membentak tasya dengan menggenggam erat lengan Tasya.


"Cukup mas,cukup, aku cemburu melihat kamu bersama dengan dia dan kamu melupakan aku dan Reval, dulu kamu memprioritaskan kami tapi setelah dia datang, kamu tak lagi perduli terhadap kami aku sakit mas, sakit!!!"

__ADS_1


tangis tasya pecah seketika


rikardo pun memeluk tasya dengan rasa bersalahnya.


__ADS_2