HASRAT

HASRAT
Tentang Gilan


__ADS_3


Biarlah terang mulai terbenam terselimuti awan jingga, sinar sendu memalingkan wajah dari eloknya dunia, Melambai tanpa bersua, tertawa tanpa berduka. Di ujung laut nan biru tergambar jelas indah senyummu, mengulas mesra hati nan pilu. Menari manja si air laut meliuk tanpa berirama, menjalin kisah beragam cerita meski harus berlumur duka. Biarkan dunia memilih jalan kehidupanmu dan sedikit bermain di dalamnya.


Daun gugur ke tepian jauh terbawa ombak lautan, bukan lalu tapi sekarang menghadapi dunia penuh rintangan.


Dunia tidak tercipta untuk sekedar bermain keindahan dan warna terang, terkadang pula warna gelap semakin indah kala terlukis kerlip bintang. Tidak setiap ujian berakhir sedih saat mampu menghadapinya, meski secuil harapan seolah tiada. Karena hidupmu tertulis sebelum kamu tau apa itu gelap dan apa itu terang. Dalam gelap telah tertulis teran dan dalam terang terlukis gelap. Sungguh segala sesuatu telah Tuhan rangkum untuk kehidupan kita, sampai Tuhan meminta untuk kembali.


Tidak pernah ada pahlawan tanpa adanya lawan. Bersakit dahulu bersenang kemudian, terluka dahulu bahagia kemudian.

__ADS_1


Dalam kegelapan yang kini membungkus kehidupan Olive tersemat cahaya yang telah menantinya. Saat ini ia masih terbaring lemas serta mata terpejam, juga jarum infus yang masih tertancap di lengan kanannya. Deru nafas perlahan mengeluhkan luka tak tergores.


Pram kala itu masih ada di samping Olive. Setelah berteman bertahun lamanya baru kali ini Pram melihat wajah Olive amat tersiksa. Di pandangi wajah wanita itu sembari membelai lembut rambutnya, ia merasa kasian melihat seorang yatim piatu tanpa sanak saudara harus terbaring lemas di hadapannya. Pram tidak hanya seorang teman melainkan sudah menjadi kakak bagi Olive selama ini karena kedua orang tua Pram telah menganggapnya sebagai seorang putri, bahkan mereka membiayai sekolah Olive sampai tamat kuliah. Keluarga Pram sangat berjasa baginya, kedua orang tua Pram menyayangi Olive layaknya anak kandung. Olive di tinggalkan ayah dan ibunya saat ia berusia 9 tahun,kedua orang tuanya mengalami kecelakaan. Saat itu keluarga Olive sangat dekat dengan keluarga Pram jadi mereka memutuskan untuk merawat Olive sampai seperti sekarang ini. Keluarga Pram tergolong seorang kaya di kota tersebut namun, tak sekaya keluarga Gilang. Kekayaan keluarga Gilang jauh di atasnya. Pram mempunyai sebuah usaha dalam bidang batu bata dan orang tuanya mempunyai beberapa konfeksi besar di luar kota. Saat ini Pram mengelola usaha keluarganya karena kedua orang harus ke luar negri untuk waktu yang tidak di tentukan sebab neneknya tengah sakit parah.


Dalam kondisi tak sadarkan diri Olive menggigil ketakutan, butiran keringat terlihat di keningnya.


" Olive kamu kenapa..."Pram mengusap tangan Olive kemudian menggenggam dengan erat.


" Sudah berapa lama kamu tidak makan..." Ucap Pram seraya menatapnya tajam " Masalah apa yang membuat kamu seperti ini? coba jika aku tidak datang tepat waktu pasti akan terjadi hal buruk padamu..."

__ADS_1


" Benar! sudah ada hal buruk yang menimpa diriku lebih buruk dari ini....." Lirihnya bersama dengan air mata. Olive tak mampu menarap kedua mata Pram saat itu.


" Maksud kamu apa?" Pram mencoba menggali dalam masalah Olive saat ini.


Olive pun menceritakan hal yang telah menimpanya namun, ia tidak memeberi tau sosok laki laki yang telah merenggut kesuciannya.


" Kerang ajar....jadi ada yang menjebakmu dan menjual kamu pada laki laki tua bangka." Kesal Pram setelah tau yang sebenarnya meski tidak menceritaan kejadian itu sepenuhnya.


" Pram kamu mau kemana?" Tanya Olive melihat Pram yang kala itu hendak pergi.

__ADS_1


" Akan ku cari wanita itu sampai ke ujubg dunia..." Tanpa ragu Pram keluar meninggalkan Olive.


__ADS_2