HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 256


__ADS_3

Gea menggelengkan kepala, menandakan dia baik-baik saja. Hatinya memang sedikit terguncang atas kenyataan hidup, tapi dia ingin berjuang bersama suaminya sampai bahagia ada bersama mereka.


" Bang, aku sudah menentukan bagaimana jalan hidupku nantinya, jadi aku mohon dengan sangat jangan ikut campur dalam masalahku. Biarkan aku menjadi orang yang dewasa. Bukankah selama ini Abang selalu memenuhi keinginanku, jadi mulai dari sekarang biarkan adik nakal mu ini menjadi wanita baik yang bisa membuat abangnya bangga." Mengusap pipi abangnya tuk meyakinkan bahwa dirinya mampu berdiri di tengah ujian yang melanda.


Tidak mudah bagi Raka melepaskan sosok gadis kecil yang dulunya selalu menuruti setiap perkataannya, selalu ada di saat dia butuh tawa dan candanya. Namum kini tiba masanya Gea mulai tidak perduli dengannya, bukan karena dia lupa, hanya saja dia tidak ingin terlalu bergantung pada abangnya. Di sisi lain perubahan Gea itu yang membuat Raka benci, air mata keluar menandakan kelemahan mendalam baginya, setiap kelemahan Gea terdapat petaka. Setiap butir air matanya mampu merobohkan kekuatan dalam diri Raka.


Sejenak menatap lalu memeluk adiknya.


" Taukah kamu, kenapa abang mengirim David kesini?" Dalam dekapannya Gea menggelengkan kepala.


" Aku ingin kamu kembali menjadi adik ku yang selalu ceria, tidak pernah sedih hanya karena seorang lelaki apa lagi cinta. Gea yang selalu bermain hati dan tertawa puas ketika bersama ku, aku sangat merindukan itu. Untuk kesekian kali abang mohon padamu, kembali lah kepada sifat lamamu."


" Bang..." Melepas pelukan Raka lalu saling menatap.


" Aku bosan hidup selalu di hina dengan sifat jahat ini, selama ini aku sudah banyak menyakiti hati orang lain. Biarkan sekarang aku juga merasakan sakit yang pernah ku beri. Setidaknya dengan begitu aku bisa menebus kesalahan ku." Tatapan itu melemahkan hati Raka, walau pun dia masih enggan menerima perubahan dari adiknya tersebut.

__ADS_1


Tak ingin larut dalam tatapan mata adik tercintanya, Dia beralih posisi dengan sedikit membelakangi Gea....


" Terserah padamu saja."


Gea memeluk abangnya dari belakang...


" Jujur, hanya abang ku tersayang ini yang paling bisa mengerti aku." Ucapnya penuh kemanisan.


Pada akhirnya hati Raka luluh mendapat perhatian seperti itu....


" Abang bisa apa jika adik cantik ini sudah memohon..." Ucapnya pasrah.


Betapa terkejutnya Raka saat mendengar ucapan Gea, bahkan dia seolah tak ingin hidup lagi. Bahagia yang di impikan telah lenyap di ambil oleh Dimas.


" Katakan sekali lagi?" Raka meraih tangannya dengan sangat kasar.

__ADS_1


" Kamu menikah dengan lelaki seperti itu, apa kamu tau jika dia sudah memiliki anak dari wanita lain, apa kamu juga tidak takut jika di luar sana masih ada banyak putra dan putri Dimas? kamu itu bodoh atau bagaimana sih..." Kesal Raka mengetahui kenyataan yang ada.


Merasa frustasi Raka membawa Gea keluar dari Apartemen. Tangan kekar Raka mencengkeram begitu kuatnya sampai membuat Gea merasakan sakit berlebih.


" Bang, tunggu." David mencoba menghadang tapi Raka mendorongnya dengan sangat kuat.


Setelah sampai di parkiran, Gea di bawa pergi oleh kakaknya untuk menemui seseorang. Mungkin ada satu hal yang ingin di tunjukkan sebelum Gea melangkah lebih jauh lagi.


" Sekarang pikirkan baik-baik, apakah kamu tega melihat anak tak berdosa mengemis belas asih dari lelaki lain demi mendapatkan kasih sayang seorang Ayah?" Ucap Raka sembari memutar sebuah rekaman yang sengaja David buat.


Gea mendengar perkataan Gilang kepada David seolah dia sangat membenci ayahnya sendiri dan mengemis meminta orang lain menjadi Ayahnya. Semua percakapan antara David dan Gilang di rekam sedemikian bagus untuk membuat Gea kembali dalam pelukan mereka.


" Jadi semua ini ulah Abang?" Tanya Gea.


" Iya. Karena abang ingin lelaki itu merasakan bagaimana sakitnya abang saat kehilangan kamu. Biar dia memilih anak atau kamu..." ucap Raka penuh kebencian.

__ADS_1


" Tapi cara abang membuat aku benci." Lantang Gea.


Sontak saja Raka menghentikan mobil, menatap tajam mata adiknya....


__ADS_2