HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 158


__ADS_3

" Sebenarnya ada masalah apa, sampai Revaldi harus turun tangan sendiri?." Dimas menatap wajah pucat Jimmy.


" Ada beberapa klien yang tiba-tiba memutuskan kerja sama." Jimmy mengacak rambutnya.


Frustasi dengan banyaknya masalah.


Dia juga tidak berani mengambil resiko besar atas perusahaan Hendardi.


Semua usaha memang membutuhkan proses pembelajaran.


Namun bagi kebanyakan orang semua proses tersebut banyak berakibat fatal.


" Aku takut jika nanti Revaldi akan kecewa terhadapku."


" Tidak mungkin! dia menyerahkan perusahaan kepada kamu pasti dengan dasar tertentu. Hanya saja mungkin kamu butuh menyesuaikan diri dengan cara kerja Revaldi." Jelas Dimas seraya menguatkan sahabatnya tersebut.


" Entahlah! apakah aku bisa mengikuti kinerja orang sehebat Revaldi."


" Kamu harus tetap semangat. Oh iya, bolehkan aku mengajak asisten cantik kamu untuk makan siang bersamaku?." Ucap Dimas.


" Tidak akan aku biarkan semua itu terjadi!." satu pukulan pada bahu Dimas.


" Memang kenapa? jangan bilang kamu suka padanya."


Ucapan Dimas sontak membuat pipi Jimmy memerah, ia berusaha menyembunyikan rona pada pipinya dengan menutup sebagian wajahnya menggunakan beberapa lembar kertas.


" Sudah jangan menggodaku lagi Dim." Kesal Jimmy.


" Kamu memang tidak pandai bersembunyi dariku." Dimas kembali melayangkan tawa.


" Omong-omong apakah Leo sudah tau jika Revaldi akan pulang?."


" Sepertinya belum. memang kenapa?." Jimmy mengernyitkan dahi.

__ADS_1


" Aku takut jika Criztine juga ikut kembali kesini." Leo nampak cemas.


" Tentu saja Criztine ikut." Cetus Jimmy sembari kembali merapikan lembaran kertas di atas meja.


Dimas meraih ponselnya, entah apa yang dia lakukan.


" Jim, aku takut jika nanti Tante Maria akan kembali melakukan hal jahat terhadap Criztine. Kamu masih ingat dengan satu cerita Leo semasa lalu? Aku tidak tega melihat wanita baik hati seperti Criztine mengalami hal seperti dulu."


Jimmy terdiam, ia mulai berpikir dan kembali mengingat hal paling menyayat hati ketika ibunda Leo melakukan hal keji terhadap Criztine beserta keluarga.


Dalam diam Jimmy mencoba mencari jalan terbaik untuk kedua belah pihak.


" Kita tidak bisa berbuat banyak, Revaldi pasti bisa melindungi anak dan juga istrinya." Jelas Jimmy.


Tok tok...


" Permisi Tuan, di luar ada seseorang ingin bertemu dengan anda." Santun Kania.


" Baik, saya akan segera kesana."


Tak lama kemudian Dimas keluar dari ruangan Jimmy.


Sementara itu Jimmy merapikan dasi lalu memanggil sang Asisten.


" Kania, suruh beliau masuk." Ucap Jimmy.


Tak berapa lama datanglah seorang gadis berparas cantik, berkulit putih bersih, hidung mancung.


Dia menghampiri Jimmy dengan mengembangkan senyuman manis.


Warna merah di bibirnya seolah mengisyaratkan Hasrat dalam diri.


" Boleh saya mengganggu waktu anda Tuan Jimmy?." ucap manja gadis tersebut.

__ADS_1


" Silahkan."


" Kedatangan saya kemari hanya untuk memberikan beberapa proposal dari Bos." Gadis itu mengeluarkan beberapa berkas.


" Mohon di baca dulu, lalu anda bisa menandatanganinya."


Perlahan proposal itu di baca Jimmy.


Senyuman terukir di bibirnya.


" Jadi Tuan Jack tidak jadi membatalkan kerja samanya?."


Gadis itu mengangguk.


" Benar Tuan. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya Tuan Jack memutuskan untuk kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan anda."


" Sampaikan rasa terima kasihku untuk Tuan Jack." ucap Jimmy bahagia.


" Baik Tuan! kalau begitu saya juga berterima kasih atas semuanya. Selamat menjalin kerja sama dengan kami." gadis tersebut menguluran tangan lalu mengumbar senyum manis.


" Saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan kalian lagi." ucap Jimmy sembari menjabat tangan Gadis tersebut.


Namun di saat bersamaan datanglah Kania dengan membawa beberapa berkas.


Saat itu Kania melihat mereka saling memandang satu sama lain, jabatan tangan tidak kunjung lepas, di ikuti dengan senyuman Jimmy.


Brak...


Kania kembali menutup pintu dengan sangat keras.


" Astaga, maaf." Jimmy segera melepaskan tangan gadis tersebut.


" Kenapa Tuan harus panik? saya tidak keberatan."

__ADS_1


" Maaf, beberapa menit lagi saya harus menghadiri rapat." Ucap Jimmy.


" Kalau begitu saya mohon undur diri Tuan."


__ADS_2