HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 176


__ADS_3

" Leo...." Mereka bertiga menghampiri Leo yang terkapar di sebuah sofa dalam ruangan tersebut.


" Woy, bangun lo." Revaldi dengan kesalnya menghuyung tubuh Leo.


" Re, cara yang akurat buat nyadarin nih bocah bukan begitu caranya, tapi cukup dengan ini."


Dimas meminta salah satu pelayan untuk mengantarkan air putih dingin ke ruangan mereka.


" Ini Tuan..." segelas air putih dingin di berikan pada Dimas.


Kemudian air itu Dimas guyurkan di tubuh Leo, sontak saja Leo tersadar lalu melihat mereka bertiga sedang menatap kesal ke arahnya.


" Hey, apa aku sedang bermimpi? kenapa ada kalian di mimpi ini..."


" Ogah banget gua hadir di mimpi Lo..." ujar Jimmy sembari duduk di sebelah Leo.


" Sepertinya Lo itu butuh bantuan dari Dokter ahli syaraf lainnya, sepertinya syaraf di otak Lo saling bertubrukan."


" Tidak hanya itu, sepertinya dia juga butuh di cuci otaknya biarin dia sadar dengan ulah gilanya ini." Sambung Revaldi kesal.


" Kalian ini membuatku ingin tertawa saja." Ucap Leo sembari meraih satu botol tersisa di hadapannya.


" Cukup Leo, sekarang Lo harus sadar." Dimas geram dengan tingkah Leo, hingga pada akhirnya dia membanting satu botol wine di tangan Leo.


" Dim, urus dia..." Ucap Revaldi sembari bangkit dari duduknya.


" Lo mau kemana?." Tanya Dimas dengan menopang badan lemas Leo.

__ADS_1


" Pastinya Gua mau bayar semua kerugian ini, dan kalian tunggu aku di mobil." Revaldi terlihat bercakap-cakap dengan seseorang keamanan ruang VIP tersebut.


Tak berapa lama Dia di antar untuk menuju tempat pembayaran dan harus melunasinya.


" Le, apa kamu tidak ada tempat lain untuk di kunjungi selain Club? sudah beberapa kali kamu berulah? dan kita yang harus menanggung semua kerugian itu. Dasar bodoh!." maki Jimmy sembari memapah Leo keluar dari tempat malam tersebut.


" Dim, Coba Lo cek dimana tempat tinggal dia sekarang." titah Jimmy.


Dimas segera mencari tau Hotel mana tempat dia tinggal.


" Astaga...." mata Dimas terbelalak saat melihat ponsel Leo.


" Ada apa?." Sontak saja Jimmy terkejut lalu melihat ponsel Leo.


" Pantas saja jika Leo stres..." Dimas terus melihat pesan singkat yang di kirim oleh seseorang.


" Siapa lelaki yang bersama dia itu?." Tanya Jimmy menunjuk pada sebuah potret antara kedua manusia berlawan jenis tersebut.


" Ada saja hal buruk yang menghalangi kebahagiaan Leo. Kenapa kisah cinta Lo ribet amat si sob?." Ucap Dimas sembari membawa Leo masuk ke dalam mobil.


" Apa foto itu asli adanya?." Jimmy masih belum yakin atas apa yang dia lihat.


" Sepertinya asli, tapi aku juga tidak yakin." Jelas Dimas.


" Eh, Revaldi datang." Buru-buru mereka membungkam mulut mereka atas sebuah kenyataan yang baru saja mereka temukan.


" Kalian kenapa?." ucap Revaldi sembari duduk di kursi belakang bersama dengan Leo.

__ADS_1


" Tidak ada. Kita hanya sedang menunggu kamu saja, iya kan Dim."


" Ah...iya,benar." Jawab Dimas dengan senyum di bibir.


Revaldi curiga dengan tatapan mereka berdua, tapi Revaldi tidak perduli.


Dia kembali sibuk dengan ponsel miliknya, sepertinya dia sedang sibuk dengan pekerjaan di Eropa.


" Kalian antar Leo ke tempat tinggalnya, aku ada urusan sebentar." Jelas Revaldi.


" Urusan? tapi ini di kota tetangga lho, memang urusan apa yang lebih penting dari sahabat kita." cetus Dimas.


" Masalahnya bini Gua minta di beliin oleh-oleh khas daerah ini."


Ngarang Lo Re, mana bisa Criztine minta itu sedangkan ponselnya ada sama Lo...?." Sambung Jimmy.


" Kalian kira Gua orang miskin yang hanya bisa beliin satu ponsel? sudahlah, turunin gua disini." Cetus Revaldi.


Tak berapa lama Revaldi keluar dari mobil lalu mereka meninggalkannya.


" Berat juga ya punya bini hamil? apa pun yang di mau pasti di usahain." ucap Dimas.


" Makanya jangan kelamaan ngejomblo trus Lo..."


" Kita kan sama-sama jomblo, jadi tidak boleh saling menghina." Cetus Dimas.


Tanpa dia sadari bahwa saat ini Jimmy sudah memiliki kekasih dan dia adalah asisten Jimmy di kantor.

__ADS_1


" Kalian berisik...." lirih Leo dengan mata terpejam.


" Masih bisa kesal juga Lo, kita kita udah tewas.....hahaha." banyolan Jimmy membuat Dimas ikut tertawa geli.


__ADS_2