
Leo terdiam atas kepasrahan Revaldi. Lalu dia menghampiri ibundanya.
" Apa tujuan Mama melakukan kejahatan seperti itu? Apakah Mama tau Criztine bukan satu-satunya wanita di dalam hati ini. Aku sudah menemukan pengganti Criztine dan dia adalah Marisa. Kenapa Mama melampiaskan amarah pada orang yang salah? apa Mama tidak kasihan dengan Criztine? aku sungguh sudah sangat kehilangan Mamaku sendiri."
Ucapan Leo bagaikan maut pencabut nyawa bagi Maria, air mata mulai mewakili diri.
Bungkam atas kesalahan yang sengaja di perbuat.
" Dan kamu Gea, apa kamu itu bodoh? sampai kamu mampu berbuat hal kejam seperti ini. Memang kamu pikir dengan kamu berbuat seperti ini aku akan mencintai kamu? Tidak, sama sekali tidak! Obsesi kamu itu telah menghancurkan akal pikiranmu sendiri. Hukuman ini pantas untuk kalian jalani." Hardik Leo.
Kekejaman Gea membuatnya lepas kendali, kebencian Leo semakin menjaukan Gea dari kehidupannya.
" Leo, maafkan aku. Tolong bantu aku keluar dari sini, aku mohon." Gea bersimpuh di kaki Leo.
" Apa kamu pikir dengan kamu meminta maaf padaku, Ayah Criztine akan kembali? apa kamu bisa menghidupkan manusia yang telah mati?."
Gea menggeleng, air matanya seolah kering.
Namun Leo tidak memberi sedikit pun ampunan kepada mereka berdua.
Walau pun dia tidak tega melihat ibundanya mendekam di jeruji besi tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi Leo tidak bisa membohongi kenyataan bahwa Maria telah membunuh Ayah Criztine.
" Maaf saya harus kembali bertugas." Leo pun meninggalkan mereka begitu saja.
" Leo anakku, tolong bantu Mama keluar dari neraka ini." Teriak Maria sebelum ada dua petugas sel yang menghampiri lalu membawa mereka kembali pada penyelidikan lebih lanjut.
Tap tap tap...
Leo berjalan menuju parkiran.
" Risa?." Betapa terkejutnya Leo saat melihat seorang gadis cantik tengah berdiri di depan mobilnya.
Plak....
" Kenapa kamu menamparku? apa salahku?." Leo terkejut saat Risa tiba-tiba menamparnya dengan keras.
" Sejahat itu Mama kamu terhadap Criztine, sungguh keterlaluan." Maki Risa penuh amarah.
" Aku pun terkejut atas semua ini, aku juga tidak menyangka bahwa Mama berbuat seperti itu." jelas Leo.
" Sekarang kamu harus meminta maaf pada Criztine, perbuatan Mama kamu bisa berpengaruh buruk pada Criztine dan juga anak dalam kandungannya. Sekarang dia menjadi seorang tuli dan pendiam. Tidak ada respon sedikit pun. Jadi kamu harus bertanggung jawab atas semua ini. Mental Criztine saat ini telah roboh, jadi tugas kamu adalah mengembalikan semua itu."
__ADS_1
" Aku akan bertanggung jawab atas semua ini. Kalau begitu ikut dengan ku." Leo meraih lengan Risa lalu membawanya masuk ke dalam mobil.
Sesungguhnya Risa datang bukan tanpa sebab melainkan awalnya dia hanya ingin melepas rindu pada Leo(kekasihnya).
Namun saat dia sampai di Indonesia, dirinya di kejutkan dengan berita besar kepergian dari ayahanda Criztine.
" Kamu mau berbuat apa?." Tanya Risa.
" Entahlah. Saat ini aku tidak dapat berkata apa pun selain hanya memikirkan kesalahan Mamaku."
" Sebenarnya apa masalah Mama kamu pad Criztine? sampai beliau berbuat hal buruk seperti itu." Risa menatap tajam wajah Leo.
" Mama ingin aku menikahi seorang wanita pilihan keluargaku. Mereka mengira aku masih menjalin hubungan dengan Criztine, lalu Mama dan juga Gea menyusun rencana." Jelas Leo dengan fokus pada stir kemudi.
" Jadi kamu masih merahasiakan hubungan kita? apa aku tidak layak untuk bersama denganmu?."
Ucapan Risa bagaikan petaka di siang bolong.
Hati Leo tersayat rapi namun perihnya luar biasa.
Mobil yang tadinya melaju kini berhenti di pinggir jalan.
__ADS_1