HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Sesampainya di bandara, Olive segera mencari taksi online lalu menuju rumah suaminya. Ia sengaja melarikan diri kala Gilang sedang ke toilet.


"Aku harus minta maaf secepat mungkin..." Lirihnya seraya terus mengotak atik ponsel, sebab ia masih belum bisa menghubungi nomer suaminya sejak kejadian itu.


Damar sendiri sengaja memuruskan kontak dengannya karena rasa kecewa yabg begitu dalam.


Tidak berapa lama sampailah di depan pintu gerbang. Olive turun lalu memanggil penjaga gerbang untuk membuka pintu, setelah masuk segera Olive berlarian ke dalam.


"Non, tunggu.. " Mbok Inah melihat Olive berlari menaiki anak tangga.


"Aduh, bagaimana ini" Mbok Inah panik saat Olive menaiki anak tangga sebab mbok Inah sudah di larang keras mengijinkan Olive masuk.


Ketika Olive membuka pintu kamar, di lihatnya sang suami berada di atas ranjang dengan santai mengotak atik laptop.


"Mas...." Olive berlari menuju ranjang.


"Stop! jangan pernah kamu injakkan kaki di kamar saya lagi..."


Olive terus mendekati suaminya, ia berlutut di samping tempat tidur "Aku minta maaf, mas. Semua ini bukan mauku...."


Damar masih memaku dan tak ingin melihat wanita yang sudah membuatnya sakit hati.

__ADS_1


"Mas....tolong dengar penjelasanku dulu" Di raihlah tangan Damar ketika dia Damar turun dari ranjang, namun segera Damar menepisnya.


"Kamu mau menjelaskan seperti apa lagi, ha..." Lantang Damar.


"Ku mohon dengarkan aku" Olive sampai memohon di bawah kaki Damar, sambil menangis.


Damar mematung, hatinya tidak tega melihat sang istri menangis seperti itu.


"Bangun..." Damar membantu Olive berdiri.


"Apakah kamu sudah memaafkan aku, mas" Dengan sigap Olive memluknya, membenamkan wajah di dada bidang suami sambil menyeka air mata.


Sesekali Damar memejamkan mata menahan rasa sakitnya. Semakin dia mengingat perselingkuhan itu semakin pula amarahnya meluap sampai ujung kepala.


"Sekarang kamu lihat..." Baju putih itu di coret dengan spidol permanen warna hitam yang ada di loker meja. Kebetulan Damar punya spidol itu saat dia tengah menandai bagian dinding yang rusak beberapa bulan lalu.


Olive masih melihat Suaminya dengan mengernyiykan kedua alis, tanpa tau maksud Damar yang sesungguhnya "Mas, kamu nagapain..." Olive menghentikan tangan Damar kala coretan itu semakin banyak.


"Lepas..." Dengan kasar Damar melepas tangan Olive dari tubuhnya "Sekarang kamu bersihkan ini seperti semula, baru saya akan memaafkan kamu" Di lemparlah kemeja putih itu tepat mengenai wajah Olive.


Selama mengenal sosok Suaminya, belum pernah dia di perlakukan seperti saat ini. Untuk bicara keras pun belum pernah. Mungkin karena rasa kecewa dan sakit hati membuat Damar merubah sikap menjadi sosok yang menakutkan. Wajah penuh senyum yang dulu selalu menyambut Olive mesra, kini berubah menjadi seram dan menakutkan.

__ADS_1


"Mustahil kemeja ini bisa di bersihkan" Lirihnya seraya mengusap coretan demi coretan di kemaja itu.


Damar menghembuskan nafas "Huh....lalu kamu kira sakit ini bisa dengan mudah hilang hanya dengan kata maaf dari kamu ini? tidak akan bisa. Mengerti kamu!" Damar mengangkat jari telunjuknya tepat di wajah sang istri. Tentu saja Olive mesara sesak kala melihat siaminya bukan seperti yang dia kenal sebelumnya


Hik hik hik....


Olive manangis mendapat perlakuan kasar dari sang suami. Tapi, tangisnya kali ini tidak membiat Damar luluh, juatru sebaliknya, dia malah semakin kesal.


"Cukup. Jangan kamu perlihatkan air mata palsu itu di hadapan saya. Untuk kedepannya jangan lagi tampakkan wajah kamu di hadapan saya." Dengan kasar Damar menyeret sang istri keluar dari kamar.


Sambil menyeret lengan sang istri "Jangan pernah kembali sebelum kemeja itu bersih seperti sedia kala." di lemparlah Olive sampai terjatuh di depan pintu keluar.


"Mas, tolong jangan usir aku dari sini, aku ingin bersama kamu" Olive kembali memohon padanya sampai meraih kaki sebelah Damar supaya dia bisa kembali berada di rumah itu.


Damar kembali melepas tangan Olive dengan kaaar sampai Olive tersungkur "Jangan harap kamu bisa kembali ke rumah ini lagi"


Brak..


Dengan cepat Damar menutup pintu, hatinya terasa panas dan air matanya tidak bisa terbensung lagi "Ya Tuhan, bagaimana cara ku menjalani kehidupan ini..." Damar bersandar pada pintu lalu bersimpuh.


Terdengar Olive memanggil namanya dan beberapa kali mengetuk pintu. Suara tangis sang istri menyayat hati hingga Damar tak kuasa manahan air matanya lebih lama.

__ADS_1


"Kenapa kamu melakukan semua ini, apa salahku padamu..."


__ADS_2