HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 93


__ADS_3

Makan malam di rumah mami...


"Nak mami dengar dari adik mu katanya papa kamu pulang ya...?" ucap Tasya.


"Iya mi, papa pulang sendiri. papa sudah mendengar perpisahan antara aku dan Criztine..." jelas Revaldi


"Semua keputusan ada di tangan kamu, jadi kami akan mendukung semua keputusan mu nak." Jelas Tasya dengan menatap wajah sang anak.


"Mami percaya dengan semua pilihan ku??" tanya Revaldi.


Tasya terdiam dan mengangguk.


"Tapi mami mau kamu memilih yang terbaik bukan karna sebuah opsesi semata, ya sudah nak mami mau membereskan dapur dulu..." Tasya pun membersihkan meja makan dan membawanya ke dapur.


"Revaldi ikut ayah..." Rikardo melangkah dengan di ikuti Revaldi.


Meski dalam tubuh Revaldi tidak mengalir darah Rikardo, namun Rikardo sangat menyayangi dia sepenuh hati.


banyak hal yang mereka lalui bersama, ikatan diantara mereka juga begitu kuat hingga posisi Rikardo lebih unggul di banding dengan Riko ayah kandungnya sendiri...


"Kenapa ayah mengajak aku kesini...?" protes Rikardo saat dirinya di ajak duduk di taman.

__ADS_1


"Ayah ingin duduk bersantai disini, duduk lah nak..." pinta Rikardo


"Dulu tempat ini adalah tempat terakhir kalinya papa kamu melepas mami, yang dimana saat itu mami lebih memilih ayah untuk menjadi suaminya. ayah tau cinta mereka sangat besar, tapi takdir telah menunjukkan jalan yang indah bagi kami...mami kamu dulu tidak begitu mencintai ayah, tapi lambat laun mami mulai melupakan papamu dan hanya mencintai ayah...meski perjuangan untuk mendapatkan hati mami kamu tidaklah mudah, tapi dengan kehendak tuhan dan cinta tulus dari ayah. maka mami kamu bisa mencintai Ayah sepenuhnya, meski ayah sadar di hati mami masih tertinggal cinta untuk papa kamu, tapi ayah tidak mempermasalahkan semua itu...dan ayah bertahan demi mendapat cinta mami. akhirnya kita berdua bahagia...!" jelas Rikardo


"Maksud ayah berbicara seperti itu apa...?" Revaldi bingung dengan semua ini, dia merasa ada pesan tersirat di kalimat ayahnya.


tapi dia tak tau apa itu..!


"Maksud ayah, seorang yang mencintai tidak harus saling memiliki, dan seorang yang mampu memperjuangkan cinta dari seseorang maka dia akan menemukan jalan terbaik. meski banyak jalanan yang berlubang dan berkelok tapi dia akan tetep menempuhnya...jangan sampai ada orang lain yang mengajak criztine untuk hidup bahagia. kamu tau lambat laun dia akan melupakan kamu dan mengganti cintanya dengan cinta yang baru! sebelum terlambat anak ku, pikirkan semua yang menjadi kemantapan hati mu...." jelas Rikardo


Deg....


ternyata kisah cinta diantara orang tuanya sama seperti kisah cintanya.


dia sedikit ragu dengan perpisahan itu, namun dia juga ingin berjuang untuk cinta lamanya...


"Aku paham ayah. tapi aku butuh waktu untuk semua ini..." Jelas Revaldi


"Tak apa nak, ayah yakin sesuatu yang bahagia akan kamu dapat...kalau begitu ayah pergi dulu, semangat anak ku!!" Rikardo menepuk pundak Revaldi.


"Benar kata ayah, tapi kenapa aku belum juga mengambil keputusan..." Revaldi menghela nafas.

__ADS_1


Revaldi masih duduk di bawah pohon, pandangannya tertuju pada seorang anak kecil yang tengah bermain bersama ayah dan ibunya.


"Apakah indahnya seperti itu..." gumam Revaldi dengan melempar senyum pada anak kecil yang dia pandangi.


"Ibu paman itu tersenyum padaku, aku ingin menghampirinya..." ucap anak perempuan itu pada orang tuanya.


mereka pun mengijinkan sang anak untuk mwnghampiri revaldi.


"Paman kenapa, maukah paman bermain dengan ku...??" ucap anak itu dengan menyodorkan sebuah bola.


"Kenapa harus bola? kamu kan anak perempuan..." tanya Revaldi


"Meski aku perempuan tapi aku bisa main bola....wekkkk" Anak itu menjulurkan lidah dan berlari.


"Kejar aku paman kalau bisa..." teriak si bocah.


"Oke paman kejar ya..."


Revaldi pun mengejar dia dengan gelak tawa yang mengiringi.


dia merasa sangat bahagia dengan candaan dari anak kecil yang baru saja dia kenal tersebut....

__ADS_1


__ADS_2