HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 218


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Duduk di meja kerja dengan setumpuk pekerjaan yang harus segera di selesaikan, di tambah pasiennya hari ini banyak sekali.


Pikiran semakin kacau dengan tidak ada kabar dari kekasihnya itu, membuat Leo patah semangat.


Semua yang dia lakukan teras berat, bahkan tidak ada satu detik pun dalam harinya tanpa melihat layar ponsel.


" Astaga, dia benar-benar memblokir nomor ku." Kesalnya sembari melempar lembaran kertas putih di atas meja.


" Apa-apaan sih Le, gila lo ya?." Datanglah Tina secara tiba-tiba. Sengaja dia datang ke ruang kerja saudaranya itu, sebab ada beberapa hal penting mengenai pasien yang harus segera mereka bahas.


Leo masih dalam Bad mood...


" Ngapain lagi sih? gua lagi suntuk." Jelasnya dengan berpangku wajah di atas meja.


" Kenapa sih? Ada masalah sama Risa?." Setelah membereskan lembaran kertas, Tina pun mendekati Leo. " Kita sebagai Dokter harusnya tidak membawa masalah pribadi dalam pekerjaan kita ini. Sebab kegagalan kita adalah musibah bagi mereka semua."


Leo diam sejenak, semua rasa gelisah berkecamuk dalam dirinya.


Meski telinganya mendengar semua ucapan Tina, tapi masih saja hatinya tidak tenang.


Sebagai seorang teman, tentunya Tina mengerti kondisi Leo saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan medis.


Bisa berbahaya nantinya jika dia gagal fokus dan membahayakan pasien.

__ADS_1


Bagi seorang Dokter memang tidak mudah mengendalikan emosi dalam diri mereka, ketika ada gempuran mental dalam kehidupan pribadinya.


Akan tetapi, tuntutan dunia mengharuskan mereka para Dokter untuk selalu mengedepankan nyawa orang lain, di banding diri mereka sendiri.


Bukan uang, bukan pula pujian. Tapi mereka hanya ingin membantu sekuat yang mereka bisa.


" Leo..." Tina menepuk pundaknya. " Hari ini biar suami ku yang menggantikan kamu, istirahatlah dulu."


" Sepertinya aku memang butuh istirahat sebentar! Terima kasih atas pengertian kamu." Segera Leo bangkit lalu keluar dari ruang kerjanya.


Leo memutuskan untuk pulang. Hari ini dia hanya ingin sendiri...


Setelah beberapa menit kemudian, sampailah dia di depan gerbang rumah.


Bip bip....


" Terima kasih Pak." Ucapnya dengan segera memarkirkan mobil.


Perlahan Leo membuka pintu rumah..


" Mama...aku pulang."


Saat pintu terbuka lebar, mata Leo terkejut dengan adanya seorang gadis cantik berdiri tepat di depan matanya...


" Risa...." Leo segera berlari dan memeluknya dengan erat. " Kamu kembali sayang? tolong jangan seperti itu lagi ya."

__ADS_1



Empat mata menjadi satu, beradu dalam satu rasa, melibatkan getaran dalam diri tersalur dari tatapan menjadi gelombang cinta tegangan tinggi.


" Siapa yang mau mendengar penjelasan kamu itu..." Ucap Risa dengan mendorong tubuh Leo. " Cepat masuk, dan kita bicarakan hal yang lebih penting dari ini." Raut wajah Risa menakuti Leo.


Apa yang akan di bicarakan?


apakah dia mau membatalkan pertunangan ini?


Astaga, kenapa masalahnya jadi serunyam ini.


Leo di bawa menuju ruang tamu, dimana sudah ada Maria dan Rachel.


" Duduk." Titah Risa padanya, seolah tuan rumah kali ini adalah dirinya.


" Honey, sebenarnya dia adalah adik ku. sungguh." Leo mencoba meyakinkan Kekasihnya dengan bersimpuh di hadapannya.


Maria menahan tawa, tidak di sangka seorang seperti Leo bersimpuh di bawah kaki seorang wanita.


" Apakah semuanya akan berjalan sesuai rencana?." Bisik Rachel pada Maria.


" Lihat saja nanti."


" Semua sudah terlambat Leo. Aku sudah memutuskan untuk tidak..." Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, tangan Leo sudah lebih dulu menutup mulutnya.

__ADS_1


" Please, jangan katakan itu. Aku tidak mau berpisah dari kamu."


__ADS_2