
Jam menunjukkan pukul 17.00 sore kinanti membereskan alat tulis dan mematikan komputer di atas meja kerja dan bersiap-siap untuk pulang.
"kina pulang bareng gue yuk, gue anterin."
"ga usah deh manda lagian kita beda jalur kasian elo mutar nya jauh."
"beneran nih ga papa, gue lagi baik nih." dengan senyum jahil nya seperti biasa.
"beneran, gue pake ojol aja lagian gue udah order kok."
"yaudah deh kalau lu mau nya gitu." sambil menampilkan tampang cemberut nya bikin gemes aja sahabat ku satu ini.
"jangan cemberut donk temenku yang paling baik, makasih atas tawaran nya... jawabku sambil menarik kedua pipinya dengan gemas.
"gila lu nyet sakit tau pipi gue... sambil manda mengusap kedua pipi nya.
"udah yuk pulang, gue cape banget nih... sambil aku berjalan mendahului nya
__ADS_1
"kina tungguin kenapa sh nyet buru-buru amat gue belum beres nih.
"cepetan... sambil gue mematikan semua lampu dan ac karena kebetulan tinggal kami berdua yang berada di ruangan karena yang lainnya sudah pulang beberapa menit yang lalu.
kami berdua berjalan keluar dari kantor Omar Company kebetulan ojek online pesanan ku sudah datang aku pun langsung berjalan menghampiri.
"manda gue duluan ya, ojek gue udah nyampe.
"hati-hati kina, bye sampai besok.. sambil manda melambaikan tangan nya
**************************************
"iya pak balasku sambil tersenyum
"alamatnya sesuai aplikasi ya neng tanya mang ojol kembali.
"iya pak jawabku
__ADS_1
"punten neng maaf helm nya di pake dulu demi keselamatan sambil mang ojol memberikan helm nya padaku
"makasih pak jawabku
tumben sore ini Jakarta tidak terlalu macet sehingga perjalanan pulang kerumah tidak terlalu banyak memakan waktu. setelah membayar tarif ojol rasa nya aku ingin cepat-cepat menuju kamarku untuk membersihkan diri, badanku rasanya gerah dan lengket ingin cepat-cepat mandi. tumben rumah dalam keadaan gelap aku bergumam sendiri. apa mungkin ayah sedang pergi, tidak biasa nya ayah tidak memberitahu dan menelpon atau ayah ketiduran tapi ini hampir maghrib tidak mungkin ayah tidur saat maghrib... batin ku bertanya sendiri. tiba-tiba perasaan ku jadi tidak enak, kuketuk pintu dan memanggil ayah.
"assalamualaikum, ayah,,,, ayah kina pulang nih, ayah di dalam tanya ku setengah berteriak sambil tangan ku merogoh tas mencari anak kunci cadangan. ayah,,, ayah di mana sambil tangan ku dengan lincah memutar anak kunci.. pintu terbuka aku langsung mencari sakelar untuk menghidupkan lampu, lampu menyala tak kudapati ayah di ruang tamu aku langsung menuju kamar ayah kubuka pintu kamar tapi kamar itu kosong... di mana ayah tanyaku pada diri sendiri, ku ambil handphone ku mencoba menelpon ayah sambil terus kaki ku melangkah menuju dapur. betapa terkejut nya aku melihat ayah tergeletak di dapur. astagfirullah ayah, ayah kenapa... tangan ku bergetar kudekatkan tangan ku di hidung ayah untuk memeriksa apakah masih bernafas atau tidak, ada sedikit kelegaan di hatiku ayah pingsan cepat ku telepon ambulance untuk membawa ayah ke rumah sakit.
Ayah langsung di bawa perawat rumah sakit dan di tangani di ruang UGD, aku mondar mandir di depan pintu UGD sesekali mataku melihat pintu UGD yang masih tertutup perasaan ku tak tenang, gelisah, takut, cemas tak terasa air mataku menetes. aku takut kehilangan ayah setelah kepergian ibu akibat kecelakaan dan menewaskan nya tinggallah ayah seorang diri yang menjaga dan merawatku. pintu UGD terbuka dan menampilkan sosok dokter paruh baya yang memang menangani ayah "bagaimana ayah saya dok tanya ku sambil bergetar.. "keluarga Mahardika tanya dokter tersebut... "iya dok saya anak nya jawabku... "bisa ikut saya ke ruangan ada yang ingin saya sampaikan... "baik dok...
aku mengikuti dokter tersebut berjalan di belakang nya dengan gelisah, hati ku tak karuan hal serius apa yang ingin dokter itu sampaikan.
" silahkan duduk sapa pak dokter membuyarkan lamunan...
" iya dok, terima kasih... jadi dok gimana keadaan ayah saya tanya ku tak sabar.
" jadi begini, saya tau ini pasti berat buat anda tapi harus saya sampaikan satu ginjal ayah anda harus segera di angkat karena sudah tidak berfungsi dan satu hal lagi ginjal ayah anda yang lain nya juga harus di operasi karena ada pembekuan pendarahan disana, pembekuan itu sudah semakin besar saat pertama terjadi kecelakaan itu pembekuan darah cuma berbentuk titik sekarang besarnya sudah seperti ujung korek api sambil dokter tersebut menampilkan gambar lewat layar computer hasil check kesehatan ayah. saya sudah sampaikan ini kepada beliau untuk segera di operasi kalau tidak akan membahayakan nyawa nya. aku terkejut mendengar penjelasan dokter air mataku tanpa permisi dan malu menetes "tapi ayah tak pernah mengatakan kepada saya dok... "saya mengerti, mungkin ayah anda tidak ingin membuat anda cemas... "baik dok kalau begitu lakukan operasi untuk ayah kalau boleh saya tau berapa biaya yang di perlukan... "mungkin sekitar 100-150 juta supaya lebih jelas anda bisa tanyakan ini di bagian administrasi... "baik dok terima kasih kalau begitu saya permisi... "sama-sama silahkan...
__ADS_1
Ya Allah dari mana aku dapatkan uang sebanyak itu untuk operasi ayah... ya Allah berikan aku jalan keluarnya ucap ku gundah
bersambung...