
Datanglah sepasang pengantin saling bergandeng tangan. Raut kebahagiaan tampak berhias dari wajah mereka. Tersenyum lembut menyapa indahnya hari. Semua tamu undangan merasa iri melihat kemesraan terpancar dari mereka berdua. Kerap kali dalam langkah, Dimas memandang wajah cantik wanitanya. " Mulai dari sekarang dan seterusnya, kamu adalah milik ku."
Langkah kaki semakin mendekati pelaminan lalu mereka duduk di dua kursi, saling menatap dan mengumbar senyum.
Dalam hitungan detik, Dimas mampu membuat Gea mendekam dalam hatinya sampai maut memisahkan.
Ikatan suci mengikat mereka dalam suka dan duka. Tidak akan ada alasan lagi bagi Gea untuk menjauh darinya, atau pun menjalin kasih dengan yang lainnya begitu pula sebaliknya. Walau pada kenyataannya Dimas memiliki anak dari wanita lain tapi, dia hanya ingin menikah dengan Gea selebihnya dia tidak ambil pusing. Masalah anak mereka bisa mengurusnya bersama-sama.
" Apakah aku bisa menjadi ibu dari anak kamu?" Gea merasa risau atas status Dimas saat ini, sebab dia punya tanggung jawab kepada putranya.
Keyakinan dalam hati membuat Dimas percaya bahwa Gea mampu menjadi ibu yang baik, meski dirinya pun masih belum paham bagaimana caranya menjadi ayah yang baik untuk putranya. Bersama mereka mengarungi lautan kehidupan, mencari jalan terbaik tuk masa depan. Bersama kalahkan rintangan dan hambatan, menembus asa bersama orang tersayang.
Sesaat Dimas mencoba mengatur nafas....
__ADS_1
" Kita saling belajar, aku yakin kita pasti bisa." Tatapan Dimas membuatnya yakin melangkah ke depan, berusaha menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk anak-anak mereka.
Tak berapa lama setelah itu, pernikahan di mulai. Semua saksi turut berbahagia menyaksikan kedua manusia saling cinta berpadu dalam satu ikatan(pernikahan).
Banyak tamu yang memberi selamat kepada mereka, tapi ada satu yang kurang, ialah kehadiran sosok ibunda Dimas. Entah kenapa Dimas tidak menghadirkan ibundanya dalam acara sakral tersebut. Pernah beberapa kali Gea bertanya tapi Dimas tetap diam.
Melihat sahabatnya duduk bersanding di pelaminan, membuat Mereka(Jimmy dan Leo) turut berbahagia.
" Gea cantik banget." Jimmy terkagum melihat cantiknya wanita di samping Dimas itu.
Perjuangan keras Gea membuat Leo yakin bahwa dia benar berubah.
" Kenapa bengong? nyesel ya.." Lagi-lagi Jimmy menggoda Leo sampai wajahnya terlihat kesal.
__ADS_1
" Apaan sih." Leo menyingkirkan siku Jimmy yang ada di pundaknya.
" Hahaha...bercanda, Sob."
" Di pikir-pikir kisah Cinta itu lucu ya. Gua duluan yang tunangan, eh dia yang nikah duluan..." Lirih Leo dengan menyaksikan acara sakral antara keduanya. Pandangannya beralih pada sosok wanita cantik yang berada tidak jauh dari sana, dialah Marisa Putri, kekasih sekaligus tunangannya.
" Apa lagi kisah cinta kalian bertiga, sungguh mencengangkan." Sambung Jimmy. Sesekali mengingat kejadian para sahabatnya. Mereka menemukan pasangan dengan saling bertukar, bagaikan sebuah lingkaran.
Ya, bisa di bilang cinta mereka lahir dari mata, tumbuh dari kebersamaan, berlabuh dalam satu ikatan.
" Maksud Lo?"
Belum sempat Jimmy menjawab, tiba-tiba saja bahu Leo di tepuk oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Risa, tunangannya sendiri. " Sepertinya Criztine dan Revaldi sudah datang. Mari kita bantu mereka..." Risa menggandeng lengan Tunangannya.
__ADS_1
Jimmy tidak sengaja mendengar ucapan Risa, membuatnya mendekatkan wajah pada Leo lalu berbisik. Tak berapa lama mereka bertiga keluar dari acara itu, menjemput Tuan Muda Angkuh, Revaldi beserta istrinya. Tak butuh waktu lama mereka semua sudah kembali dalam acara sakral Dimas dan Gea.