HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 210


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu, Dimas meminta perusahaan untuk mengeluarkan paksa Diana. Kejadian malam itu, membuatnya sangat marah, hingga dia memilih untuk mengeluarkan Diana.


" Kamu sedang apa? sudah berapa lama tidak mengganggu aku? jadi bosan." Ucap Dimas pada seseorang yang berada jauh entah dimana. Meski dia tidak mendapati kehadirannya, namun dengan kecanggihan jaman sekarang, Dia mampu bertatap wajah meski tidak saling berdekatan.


" Siapa bilang aku merindukan kamu, tidak sudi." kembali Dimas meloloskan kata itu. Tentunya semua kata kejam itu dia tujukan untuk satu wanita, yaitu Gea.


Dimas merasa begitu banyak perubahan dalam diri Gea. Paras cantik tanpa ulasan make up, menambah anggun wajahnya. Warnah merah yang selalu melekat di bibirnya kini nampak pucat tanpa warna....


" Sudah dulu ya, aku masih banyak kerjaan. Ingat! jangan nakal." Dimas mengedipkan satu mata untuknya. Setalah itu, dia mematikan ponselnya.


Perubahan dia sungguh luar biasa, meski kata manja itu tidak lepas dari mulutnya...


" Ehem...."Seorang lelaki berdiri di depan pintu.


" Jimmy? sejak kapan Lo disana?." Segera dia bangkit dari duduknya.

__ADS_1


" Cukup untuk mendengar kalian bercanda tawa." Tanpa di persilahkan, Jimmy masuk.


" Kelihatannya Lo udah mulai jatuh hati sama dia..."


Wajah Dimas seketika berubah memerah. Bukan tidak mau mengakui perasaannya, tapi dia masih ragu tentang rasa itu.


" Ck...tau apa kamu ini."


Tanpa mendengar jawabannya, Jimmy pun sudah tau jika Dimas berusaha menutupi perasaannya. " Emm....tidakkah Lo malu dengan wajah merona itu. Meski bibir berdusta, tapi wajah Lo tidak bisa berbohong."


" Ah, sudahlah. Jangan menggoda gua seperti itu. Oh, iya. Tumben Lo datang ke kantor Gua, ada masalah apa?." Tanya Dimas sembari duduk di samping Jimmy.


" Tidak mungkin. Dia masih menjalani beberapa hal di sana, biar gua berangkat sendiri saja." jelas Dimas.


" Memang seketat apa sih tempat itu? sampai Lo nggak berani suruh dia pulang. Masa iya kita datang kesana, tapi Lo nggak ada pendamping, kan malu." Jimmy menyeringai melihat Dimas begitu galau.

__ADS_1


" Tempat itu nantinya akan merubah gaya hidupnya, bahkan di banding dengan dulu, Dia jauh berbeda. Entah kenapa dia sekarang ini lebih mirip dengan Alexa."


Merasa sahabatnya sulit melupakan sosok wanita yang sangat dia cintai, membuatnya sedikit iba...


kesendirian Dimas sudah terlampau lama, dan dia masih mengingat bayang masa lalu dari Alexa.


Jimmy tau bagaimana rasanya harus kehilangan orang yang di cintai, tapi dia ingin Dimas bisa mengendalikan dirinya tanpa harus melihat masa lalunya...


" Dim...sudah saatnya kamu temukan bahagia kamu sendiri." Jimmy menepuk pundak Dimas..." Sebentar lagi Gua juga akan segera tunangan, jadi bersiaplah nyusul ya..."


" Sip, deh. Memangnya Lo mau tunangan sama siapa? mana ada wanita doyan sama laki kaya Lo." ucap Dimas sengaja membuat Jimmy kesal.


" Sial, Lo Dim. Tentunya Gua bisa dapetin seorang wanita cantik luar biasa." ucapnya sembari bersandar di bahu sofa yang terletak di pojok ruang kerja Dimas.


Di sanalah mereka saling bercerita, hingga beberapa saat setelah itu, Jimmy mendapat telepon dari kantornya...

__ADS_1


" Baik, saya segera datang." Jimmy bangkit dari duduknya. " Sob, Gua pergi dulu ya, masih ada hal yang harus gua kerjakan." jelasnya dengan merapihkan baju serta dasi.


" Oke."


__ADS_2