HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 203


__ADS_3

Kecelakaan yang di alami Dimas perlahan sampai di telinga Gea. Dia mencari jalan untuk kembali ke Indonesia, namun dia tidak di beri ijin untuk pergi dari tempat tersebut. Tempat bagi para pendosa menebus dosa-dosa mereka. Tempat itu jauh dari kata mewah. Tidur pun hanya beralaskan tikar. Makanan yang mereka konsumsi sangatlah terbatas dan sederhana. Pakaian yang mereka kenakan pun tidak boleh bermotif atau semacamnya. Di tempat pengasingan itu hanya boleh mengenakan baju tertutup, polos, dan tentunya memakai jilbab. Ajaran agama setiap hari di berikan kepada mereka agar lebih dekat dengan Tuhan dan mengesampingkan duniawi.


Meski berat bagi Gea, namun dia sudah berjanji untuk memperbaiki diri sebaik mungkin.


Setelah Gea cukup panik dengan keadaan Dimas, Dia di beri kesempatan oleh para senior untuk bisa menggunakan ponselnya kembali. Namun dia hanya di ijinkan sekali saja, sebelum dia mengikuti beberapa tahap pencerahan dari para senior serta para ahli agama lainnya.


Melalui kecanggihan aplikasi di ponselnya, Dia dapat bertatap muka dengan Dimas. walau pun jarak mereka sangat jauh, namun dia bisa melihat kondisi Dimas saat ini.


" Kenapa Tante Fita tidak bisa di hubungi?." Segera Gea mematikan ponselnya, lalu mencari daftar nama yang bersangkutan dengan Dimas.


" Leo. Dia satu-satunya jalan..." Meski berat baginya untuk kembali menatap lelaki yang sangat ingin dia lupakan, Namun semua itu di abaikan sementara waktu, karena dia sangat cemas dengan kondisi Dimas.


Berkali-kali Gea mencoba menghubunginya tapi Leo tidak mau menjawab panggilan dari Gea. Atau pun sekedar membalas pesan singkat darinya.


" Astaga, Tuhan. aku harus bagaimana agar aku bisa melihat kondisi Dimas..." Air mata Gea mengiringi kesedihan dalam dirinya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, Leo menghubunginya....


" Leo....tolong bantu aku untuk melihat Dimas." Gea Memohon dengan sangat kepadanya.


Dari kejauhan terlihat badan Dimas terbaring di atas ranjang rumah sakit, dengan semua peralatan media di tubuhnya.


" Bisakah kamu lebih dekat dengan dia?." pinta Gea.


Leo tidak menampakkan wajahnya, dia hanya menuruti keinginan Gea.


Wajahnya sangat pucat, mata tertutup rapat.


" Hey, mana cacian kejam kamu itu? kenapa kamu hanya diam? kenapa kamu tidak menghujat ku? aku lebih suka di bilang bodoh dari pada kamu diam seperti ini..." Tidak terasa air mata kian membanjiri pipi Gea. Rasa sedih dan sakit menjadi satu dalam diri.


" Dimas....Kamu harus segera pulih. dan lihatlah aku disini. Aku berjuang untuk bisa menjadi baik. Ayolah, kamu pasti bisa melewati semua ini. Aku merindukan mulut pedas kamu itu..." Semangat serta dorongan coba Gea berikan untuk Dimas. Namun air mata tidak bisa menyembunyikan kesedihan dalam dirinya.

__ADS_1


Tanpa ada kata sedikit pun, Leo mematikan ponselnya.


" Leo, jangan di matikan...." Teriak Gea ketika wajah Dimas menghilang dari ponselnya.


" Tidak ku sangka kondisi Dimas mampu membuat hati ku hancur seperti sekarang ini..." Kaki terasa lemas, hingga Gea kehilangan keseimbangan.


" Gea...." Seorang wanita berlari ke arahnya.


Dia adalah salah satu senior yang membantu Gea mendapatkan kembali ponselnya. Kebetulan Dia juga dari Indonesia.


" Kamu bisa bantu dia dengan Doa. Karena Saat ini hanya Doa yang bisa membatu Dia untuk segera pulih." Jelas senior.


Gea menatap wajahnya, lalu mengangguk.


Perlahan Gea di bantu berdiri olehnya lalu mereka segera menuju tempat singgah.

__ADS_1


__ADS_2