
Mendengar kepergian Criztine yang secara tiba-tiba, membuat kehidupan leo nampak tidak bersemangat.
hari demi hari yang dia lalui bagaikan perjalanan waktu, yang dengan sekejam melewati segala sesuatu yang telah terjadi.
nampak sulit bagi dirinya untuk jauh dari Cinta masa lalu, walau rasa sakit itu tidak sebanding dengan sakitnya saat dia di tinggalkan oleh Criztine demi lelaki lain.
"Apakah sesulit ini untuk melupakan dirimu..." Lirih leo, pandangannya terlepas hingga ke langit, kerlip bintang yang jauh di disana menjadi saksi bisu kesedihannya malam ini.
hanya awan hitam dan gelap malam yang kini menemani dirinya di saat dia butuh tempat untuk berkeluh kesah.
"Wahai bulan, tolong jaga dia dalam gelapnya malam. indah bintang tolong sampaikan rindu ini kepadanya." Leo memejamkan mata untuk kembali mencari bayangan indah sewaktu mereka bersama dulu.
senyuman indah dan cantik paras Criztine, membuat Leo tersenyum sendiri.
saat dia menikmati indah bayangan masa lalu, tiba-tiba ponselnya berdering....
"Ada apa? bisa bicara besok saja." Cetus Leo sembari menutup telepon.
Berkali-kali ponselnya berdering tanpa henti, namun dia tidak perduli dengan semua itu.
__ADS_1
semua hal yang ingin dia lakukan adalah menikmati bayangan masa lalu diantara mereka yang dulu...
" Criz, kenapa kamu meninggalkan aku? dulu kamu berjanji untuk selalu menunggu kedatanganku. lalu kenapa sekarang kamu melupakan semua itu." Lenguhan kecewa yang terhembus menandakan sebuah kekecewaan yang mendalam.
Sebuah Hasrat hidup di dalam dirinya mulai redup, dengan perginya sang penyemangat.
walau tidak bisa dia pungkiri bahwa saat ini wanita itu sudah termiliki oleh yang lain...
Leo mulai bosan dengan keheningan malam, dia pun kembali kedalam kamar.
"Bahagiamu adalah bahagiaku! tapi pilihan bersamanya adalah sesuatu hal terberat dalam hidupku. " Leo meraih bingkai foto yang berada di meja kamar.
masa dimana mereka masih berjuang demi cinta mereka yang tidak direstui.
rintangan demi rintangan mereka lalui dengan sabar, hingga tiba dimana saatnya Leo terpaksa meninggalkan Criztine, dia tidak ingin melihat wanitanya selalu di sakiti oleh pihak keluarganya sendiri.
Leo tidak bisa berbuat apa pun saat kedua orang tuanya memberikan suatu pilihan yang berat bagi dirinya.
Pertama: pilihan hidup bersama Criztine tanpa restu lalu dia harus terima sikap kedua orang tuannya yang kerap kali menyakiti hati.
__ADS_1
Kedua: dia harus meninggalkan Criztine, maka Criztine tidak akan pernah terluka.
keduanya adalah pilihan yang amat sulit bagi Leo, namun saat itu yang dia pikirkan adalah kebaikan Criztine. dan pada akhirnya dia memilih untuk ambil pilihan yang kedua....
walaupun begitu Leo sangat berat menjalani hidup tanpa cinta dari seorang wanita yang tulus seperti Criztine.
"Kalau saja aku dan kamu tercipta untuk saling memiliki, maka hidupku akan sangat amat berharga...." Lirih Leo, dalam waktu yang singkat dirinya tertidur pulas.
Dalam sebuah hubungan pasti akan ada suatu pilihan, yang mana kita sering di hadapkan dengan kesulitan yang luar biasa.
terkadang kita sering menggurui dunia untuk mengikuti semua keinginan kita, tapi dunia juga butuh perubahan dari kita sendiri.
jika tidak ada kegagalan maka kita tidak akan mengenal arti berjuang.
jika tidak ada cinta maka kita tidak akan pernah merasakan luka.
Luka bukan untuk di benci atau di sesali, melainkan luka adalah guru hidup untuk kita.
Luka bisa memberi penawar racun dalam kehidupan yang akan mendatang...
__ADS_1
bercermin dalam kelukaan hingga di masa yang akan mendatang kita bisa menghadapinya dengan tenang!.