
Kembalinya rikardo...
sampai pada akhirnya dia kembali hidup bersama dengan tasya dan revaldi
"Ayah...." revaldi berlari dan memeluk nya
"jagoan ayah, ayah merindukan kamu nak...kamu baik baik saja kan sayang??" rikardo memeluk sang anak dengan penuh kerinduan
"ayah kemana??...sudah lama ayah tidak menemani kami, apa ayah sudah tidak sayang dengan revaldi??" kata revaldi dengan polos
"maafkan ayah nak, ayah sedang ada sedikit urusan...jadi sekarang baru bisa kesini lagi!!"rikardo mengembangkan senyuman
"lalu siapa wanita yang bersama ayah waktu itu??" revaldi adalah anak yang peka dengan situasi di sekitarnya
"sayang...tidak baik mencampuri urusan orang dewasa, mami tak pernah mengajari kamu seperti itu ...mami marah jika kamu seperti ini lagi!!" jelas tasya
"mami..aku minta maaf, aku sayang mami, aku patuh sama mami...mami jangan marah..." revaldi memohon dengan meraih tangan sang ibunda
"baik mami maafkan kamu...tapi janji tidak mengulangi nya lagi??"
revaldi tersenyum dan mengangguk
dia memeluk tubuh ibunda nya dengan sangat erat
"sayang ayah minta maaf pada kalian...ayah sayang kalian" rikardo pun ikut berpelukan
"sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu??...membuat ku iri saja" cetus riko
rikardo melepaskan pelukan
dia menghampiri riko
__ADS_1
"makasih sob...jika bukan karna kamu, maka rumah tangga ku tidak akan seperti ini lagi!!" rikardo merangkul riko
"oke lah...tak masalah, selama aku bisa melihat tasya dan anak ku bahagia. apa pun pasti akan ku tempuh, jadi jangan buat mereka menangis...kalau tidak aku akan membawa mereka pergi bersama ku!!"bisik riko
"aku pasti menjaga mereka dengan sekuat tenaga" rikardo pun berbisik pada riko
"sampai kapan ayah dan paman berpelukan seperti itu??" maki revaldi
tasya terkikik mendengar sang anak yang protes dengan sikap mereka.
seketika riko sedikit mendorong tubuh rikardo
"jauh jauh...mending paman peluk kamu ya nak" riko menggendong sang anak
"mas...ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. bisakah kamu ikut dengan ku??" entah apa yang ingin tasya katakan kepada riko
namun riko menatap rikardo dan di jawab dengan anggukan
tasya dan riko menuju taman di dekat rumah mereka
"ada apa sya..??"
"mas sebenarnya aku masih menyimpan cinta untuk mu...tapi...." tasya tertunduk
"tasya...aku juga mencintai kamu, tapi kamu sudah memiliki keluarga yang bahagia...dan aku akan menyimpan semua kenangan tentang kita...biarkan anak kita tumbuh di bawah kasih sayang rikardo..aku percaya padanya, dia akan menjaga kalian dengan sangat baik, aku pun sebentar lagi akan kembali ke negara Xx untuk kembali melanjutkan kuliah disana!!" jelas riko dengan mengusap tangan tasya
"aku sangat berterima kasih padamu mas...semoga kamu bisa menemukan sandaran hati yang tepat untuk kamu"tasya menatap mata riko hingga tasya tak menyadari air mata nya keluar begitu saja.
sttttt..
"jangan menangis untuk ku...karna itu hanya akan menambah berat langkah ku untuk meninggalkan kamu" riko menyeka air mata tasya dan memeluk nya
__ADS_1
"akan ku simpan rasa cinta ini mas...mari kita akhiri semua cerita cinta kita sampai disini??"
mendengar kalimat yang keluar dari mulut tasya
membuat hati riko remuk redam
air mata pun jatuh membasahi pipi
" baik lah aku terima perpisahan ini...kita akan kembali menjalani kehidupan kita masing masing.."riko melepaskan pelukan nya
"pergilah tasya....10 langakah dari sini kita resmi berpisah...ingat jangan menoleh kebelakang, jika tidak maka aku akan bersedih!!" jelas riko
"sebelumnya bolehkah aku memeluk mas sekali lagi...sebagi tanda cinta dan rasa terima kasih ku kepada mu"
riko mengangguk
dan tasya memeluknya dengan sangat erat
tak lama tasya melepaskan tubuh riko
dan berjalan menjauh dari dirinya
riko menghitung setiap langkah tasya
sudah lebih dari 10 langkah tanpa menoleh
itu tanda nya mereka resmi mengakhiri hubungan mereka..
riko menatap kepergian tasya
hati nya sakit, air matanya keluar mengiringi perpisahan mereka.
__ADS_1
"akhirnya kita berpisah sya...kamu sudah menemukan kebahagiaan kamu, maka aku juga harus melupakan semua tentang kamu..aku sudah sangat bahagia pernah menjadi bagian dari masa lalu kamu...biarlah cerita kita menjadi sejarah!!"