
Di suatu hari rikardo beserta kedua orang tua nya pulang
mereka sibuk mempersiapkan segala sesuatu nya...
"Nak bukan kah hari ini kamu ada janji dengan mbak veve(rias pengantin) ini waktu nya tidak banyak sayang!?"kata ibunda tasya dengan mengusap tangan tasya
"Kenapa ibu baru mengingatkan....mas rikardo baru saja pergi, lalu aku pergi kesana dengan siapa??"
"Bagaimana ya nak??..nanti ayah dan ibu akan pergi kerumah kerabat di desa ....ah begini saja biar nak riko yang mengantarkan mu, toh dia tidak kemana mana"
Tasya terdiam mendengar nama yang ingin sekali dia lupakan meski bagi tasya itu hal yang tidak akan pernah terjadi
karna bagi tasya, riko kekal di dalam hati nya.
tapi tasya mulai menutup pintu hati nya untuk riko meski dia tak mampu pungkiri
di hatinya masih tersimpan cinta yang dalam.
"Nak riko kemari...." ibu tasya melambaikan tangan kepada riko yang baru saja keluar dari dalam rumah
Riko berjalan mendekati tasya dan ibunya.
"Ada apa tante...??"tanya riko dengan tatapan yang dia arahkan ke wajah tasya
"Nak tolong antarkan tasya bertemu dengan seseorang....dia ada janji hari ini, tapi kami semua tak dapat menemani nya ...karna kami tengah sibuk dengan undangan nak, bersediakah kamu mengantarnya???"
Riko mengangguk dia duduk di dekat tasya.
"Bertemu dimana??..biar aku antar sekarang"riko menepuk pundak tasya
__ADS_1
"Re rumah rias pengantin, aku belum tau lokasi nya"jelas tasya dengan menatap wajah riko yang tersenyum getir
"Baiklah aku ambil motor dulu" riko pergi
dan tak lama dia kembali dengan membawa motor dan dua helm
"Baiklah ....tasya pergi dulu bu, titip revaldi ya??"tasya mencium tangan sang ibu dan naik ke atas motor yang di kendarai riko
Mereka pun berangkat, di perjalanan tasya tak berani membuka suara dia merasa detak jantung nya yang semakin cepat
"Selamat ya sya...aku ikut bahagia" riko memecahkan keheningan diantara mereka
"Hemmmm...!!"
"Jika masih ada kesempatan....maukah kamu kembali bersama ku dan menjalan hubungan yang seperti itu sya???"
Seketika dada tasya sesak ada rasa perih yang dia rasakan saat ini
dan itu karna lelaki yang sama yang pernah membuat dia bahagia dan juga banyak mengalami kesakitan dan kesengsaraan...
"Cukup....jangan membahas hal yang sudah lalu, dan lagi saat ini kamu adalah orang asing bagi ku" cetus tasya
Tasya tak menyadari ada hati yang terluka
riko tersenyum menutupi rasa sakit di dadanya.
"Sudah sampai ini alamat nya....coba kita masuk dan bertanya dulu" riko turun dari motor dia hendak berjalan namun riko melihat tasya kesusahan membuka helm nya.
"Biar aku bantu"
__ADS_1
riko membuka helm tasya dengan tersenyum simpul
melihat senyuman riko membuat hati tasya tenang
riko meraih lengan tasya dan menuntun nya ke rumah yang mereka tuju..
tok tok...
riko mengetuk pintu
dan tak lama keluarlah seorang wanita cantik dari balik pintu
"siapa ya??" wanita itu menatap tasya dan riko dengan penuh rasa penasaran
"Saya tasya kak...yang kemarin mengajukan janji " jelas tasya
"Oh jadi kamu toh....ayo silahkan masuk"
mereka pun masuk kedalam rumah
"Kalian memang pasangan yang cocok...benar-benar sweet" sang perias menyangka bahwa riko lah pengantin pria nya..
seketika tasya dan riko saling tatap mereka terkejut dengan tanggapan veve saat itu
"Ah mas...kamu keren sekali" kak veve menatap wajah riko dengan mengedipkan mata
"Kak maaf dia bukan calon suami saya" jelas tasya dengan menatap wajah riko
"What....jadi saya salah ya...aduh maaf ya maaf" kak veve malu karna dia salah mengenali orang
__ADS_1
Tasya pun menepuk kening dengan menghela nafas yang panjang.