
Saat semua sibuk dengan revaldi, rikardo memberi kode pada ayah tasya dan juga ayah nya dengan kedipan mata
mereka pun masuk kembali kedalam rumah
Rikardo berjalan mendekati tasya yang tengah tertawa melihat kelucuan sang anak dan para oma nya
rikardo berlutut di hadapan tasya dengan membawa kotak kecil di tangan nya
melihat rikardo yang tiba tiba berlutut membuat tasya terkejut
"Sayang di depan orang tua kita, saya rikardo mahendra menginginkan kamu menjadi istri dan ibu dari anak anak saya...bersediakah kamu menerima lamaran saya???"
rikardo menyodorkan sepasang cincin berlian
yang di rancang khusus untuk mereka berdua
tasya tersipu malu wajah nya memerah
dia menatap wajah rikardo yang tulus mencintai dirinya meski di hati tasya masih ada satu nama yang bersemayam
"Terima terima...terima"semua orang bersorak
Revaldi mendekati mereka dan berbisik pada ayah nya
entah apa yang dia bisik kan yang pasti membuat rikardo terbelalak dan mencubit hidung sang anak
"Mas...aku bersedia"
semua orang bersorak dan bertepuk tangan
saat rikardo hendak mendak memberikan cincin kepada tasya dia teringat kepada sang anak
"Sayang kamu pakaikan ini di jari ayah dan mami...kamu bisa nak??"
__ADS_1
revaldi mengangguk dan memasangkan cincin di jari mami dan ayah nya
mereka pun berpelukan
"Ya ampun sampai nangis lho aku lihat nya" mami rikardo menyeka air mata yang keluar dari mata nya
"Iya jeng...saya juga terharu, sebentar lagi kita akan besanan" sambung ibu tasya
mereka pun berpelukan layak nya anak kecil
"Hey hey...kok malah pada berpelukan, kalau begitu mari kita berpelukan besan"kata ayah tasya
dan mereka saling memeluk
"Ayah, mami coba lihat oma dan juga opa...mengapa mereka berpelukan??"
Rikardo dan tasya tertawa melihat tingkah konyol para orang tua mereka
"Mami reval ngantuk..." revaldi terus menerus menguap karna dia sangat mengantuk
"Baik lah kita tidur sayang...!!"
mereka pun masuk kedalam kamar
rikardo menatap wajah tasya dengan penuh kebahagiaan.
"Sudah ikut tidur sana...tidak usah malu malu" goda sang ayah
rikardo tersenyum dan berjalan ke kamar
"Loh mas kok malah ikut ke kamar, tidak enak sama yang lain dong??" tasya memicingkan mata
"Mereka yang menyuruhku pindah kesini" rikardo menghempaskan tubuh nya di sebelah tasya
__ADS_1
"Reval sudah tidur??"tanya rikardo dengan memeluk tubuh tasya
"Stttt...jangan berisik dia baru saja memejamkan mata"
"Baiklah sayang ku...!!"
rikardo pun tertidur dengan memeluk tubuh tasya
Di luar para orang tua masih bingung dengan keperluan yang mereka butuhkan nantinya
pertama mereka merencanakan pembuatan undangan
dan membagi tugas, mereka saling bekerja sama hingga tak terasa malam mulai larut
mereka pun tertidur di ruang tamu.
Tasya...
dia menatap wajah revaldi
"sekarang saat nya kebahagiaan yang telah menjemput kita sayang" lirih tasya
dia mengusap kepala sang anak
membayangkan bagaimana dia harus menjelaskan jika suatu nanti dia tau bahwa dirinya bukan putra dari ayah rikardo
namun tasya tak ingin menyembunyikan kebenaran yang ada
dia berjanji suatu saat nanti dia akan mengatakan kebenaran itu kepada sang anak..
Tasya memandang wajah rikardo yang sudah tertidur pulas di samping nya
dia tak henti henti mengucapkan syukur atas di berikan nya kebahagiaan melalui rikardo.
__ADS_1