HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 216


__ADS_3

Rachel Iswandi, dia adalah anak dari kakak perempuan Maria.


Anak manis berpipi gempal itu sekarang menjelma menjadi seorang gadis cantik, berkulit putih, berbadan ramping. Dia hidup bersama dengan dua saudaranya, Tina Iswandi, dan Kikan Iswandi. Mereka bertiga dulunya di asuh oleh ibunda Leo dan besar di tangan Maria....


Kini mereka bertiga sudah menemukan jalan hidup mereka masing-masing.


Mereka bertiga dulunya memimpin perusahaan Iswandi, Namun saat salah satu di antara mereka memutuskan untuk menjadi seorang Dokter ahli syaraf, Tina Iswandi. Dan Kikan menikah dengan seorang pengusaha sukses. Pada akhirnya Rachel lah yang harus meneruskan usaha kedua orang tuannya itu...


Namun kali ini dia menyempatkan datang ke Indonesia, demi mengobati rasa rindunya kepada Maria dan kakaknya Tina.


" Mam, dimana kamar untuk ku?." Tanta Rachel pada Maria.


" Kamu bisa tidur di kamar tamu, biar Mama bersihkan dulu ya, sayang." Usapan lembut Maria berikan di atas kepalanya.


" Terima kasih Mama ku sayang..." ucap Rachel dengan melebarkan senyum.


Leo melihat tingkah manja dari gadis tersebut..." Dasar manja."


Di saat Rachel menatap ke arah Maria yang berjalan menuju kamar tamu, telinganya mendengar ucapan Leo.


" Bicara apa kamu?." Rachel mendekati Leo lalu merangkulnya. " Pasti kamu rindu pada ku kan? Iya, kan? Bilang saja kamu bicara seperti itu, karena kamu ingin mendapat simpati dari asik tercinta mu ini kan? ngaku kamu."


Leo menggeleng kepala sembari melepas tangan Rachel yang ada di bahunya....


" Ogah banget gua punya adik usil kek Lo gini, mending jadi anak tunggal seumur hidup deh."


Rachel memperlihatkan wajah kesalnya....


" Aku juga tidak sudi punya abang kandung seperti kamu. Huh...." Dia mendengus kesal.

__ADS_1


Leo sedikit melirik wajahnya...


" Merepotkan saja..." Lirih Leo. Tanpa pikir panjang Dia menggelitik pinggang gadis itu.


" Leo hentikan, geli tau....hahaha." Rachel terbahak ketika dia tidak mampu menahan geli.


" Abang sudah...."


Melihat tawa gadis kecilnya, Leo pun ikut tertawa.


Kenangan antara mereka kembali timbul...


Seolah dia merasakan rasanya punya seorang saudara. Meski pada kenyataannya Rachel hanyalah anak dari pamannya.


" Biar tau rasa kamu...." Leo menyudahi aksinya, lalu menyandarkan diri di bahu sofa.


" Kamu masih seperti abang ku yang dulu..." Rachel melingkarkan tangannya di pinggang Leo. " Kamu tau tidak, selama bertahun-tahun, aku selalu merindukan hal seperti ini."


" Gadis kecil dan nakal seperti kamu pasti akan selalu menyulikan aku, jadi untuk apa mengingat masa dulu..." Dengan santainya Leo melontarkan kata itu, seolah dia benar tidak menginginkan keberadaan Rachel.


Tapi di dalam sikap itu, Leo menyembunyikan rasa rindunya.


Kedekatan mereka sudah melebihi saudara kandung, jadi bagi Leo Rachel adalah adiknya.


" Dasar, jahat."


Segera Rachel melepaskan pelukannya, lalu berdiri.


" Mau kemana?."

__ADS_1


" Suka-suka aku." Tanpa pamit, Rachel meninggalkannya.


Dia masih sama menyebalkan seperti dulu..


hatinya sangat keras seperti batu.


" Woy, jangan ngedumal gitu, kena karma baru tau rasa kamu." Teriak Leo.


Rachel tidak perduli, dia terus melangkah maju, menapaki anak tangga...


" Kemana kamu? Kamar Tamu di sana, bukan di atas." Leo yang saat itu tau bahwa Rachel sedang marah, mengikutinya dari belakang.


" Aku tau." Ucapnya tanpa perduli dengan Leo.


" Lalu kenapa kamu naik?."


" Aku itu capek, jadi aku mau tidur di kamar abang saja...." Ucapnya dengan berlari kecil.


" Rachel....jangan lari, nanti kamu jatuh."


Leo segera berlari mengejarnya...


" Astaga, bocah ini masih saja keras kepala." Kesal Leo.


" Kamu boleh tidur di kamar ku, tapi jangan lari-lari, nanti kamu bisa jatuh seperti saat itu."


Ucapan Leo mengingatkannya pada kejadian 17 tahun lalu, dimana dia terjatuh dari tangga sebab berebut mainan dengan Leo, bahkan kepalanya harus di jahit akibat benturan keras.


" Kamu masih mengingat itu?." Rachel berhenti di depan pintu, ketika dia mendengar Leo berucap.

__ADS_1


" Tentu saja aku ingat! kamu adalah adik ku yang paling ceroboh di dunia ini..." Senyum Leo melebar.


Terharu mendengar Leo mengakui dirinya, Rachel pun berlari ke arahnya lalu memeluknya dengan erat..." Kamu masih abang ku, dan selamanya akan menjadi seperti itu." Air mata Rachel tumpah di pundak Leo. Mereka memang saring melempar candaan pedas, namun di balik itu semua, mereka menyimpan rasa kasih sayang layaknya adik dan kakak.


__ADS_2