HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 243


__ADS_3

" Jangan perlihatkan air mata mu di hari pernikahan kita ini." Segera Dimas mengusap air mata di pipinya.


" Pernikahan?" Betapa terkejut Gea mendengar kalimat suci dari mulut Dimas.


" Aku tidak sedang bermimpi, kan?" Gea merasa terkejut atas ucapan Dimas saat itu, membuatnya tidak percaya karena baru beberapa saat mereka kembali dalam ikatan cinta, kini Gea sudah harus di hadapkan dengan kejutan yang mendebarkan jantung.


" Tidak. Ini semua nyata, sayang." Ucap Dimas penuh keyakinan.


Tak ada kata mampu mewakili bahagia dalam dirinya, kecuali air mata di wajahnya.


" Kamu tidak bercanda, kan?" Kembali Gea meyakinkan hatinya sendiri demi satu kepastian yang nantinya tidak membuatnya kecewa.


Dimas menggeleng kepala kemudian menatapnya penuh keyakinan.


" Aku mencintai kamu, dan ingin menjadikan kamu pendamping hidup sepanjang kita menapak di dunia ini."

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan..." Belum sempat Gea berucap, Dimas lebih dulu membungkam mulutnya.


" Aku tidak ingin membahas hal lain selain pernikahan, selebihnya kita bicarakan nanti."


Terdiam menerima kenyataan untuk sesuatu hal yang akan di hadapi kedepannya. Kerap kali bibir meronta, tapi hati tidak bisa berbohong. Pada dasarnya Gea sangat bahagia atas lamaran serta pernikahan dadakan tersebut.


" Terima aku dengan segala kekurangan ku, terima apa adanya aku, maka begitu pun sebaliknya." ucap Dimas sembari menggenggam kedua tangan Gea. Tangan mungil itu terasa sangat dingin, sedikit berair, di sebabkan rasa gugup berlebih.


Gea tak mampu berkata lebih banyak lagi, mulutnya seolah bungkam, menerima begitu banyak kejutan, membuat hidupnya terasa lebih istimewa. Tanpa ada kata Gea memeluk Dimas di depan semua orang.


Tentu saja Gea menerima lamaran itu. Di depan kedua orang tua, sahabat, dan kerabat. Dimas mencium bibirnya menyalurkan rasa cinta lebih. keinginannya untuk menyunting wanita cantik di depannya tersampaikan sudah.


" Sekarang kita ganti baju setelah itu segera naik pelaminan." Dimas mengajak Gea masuk ke dalam vila untuk merias wajah secantik mungkin, karena hari ini mereka menjadi seorang Raja Dan Ratu dalam satu hari.


" Dasar Dimas, sepertinya sudah tidak sabar." Bisik Jimmy pada Leo.

__ADS_1


" Biar saja. Pusing gua melihat dia galau terus, lebih enak kaya gini jadi kita tidak perlu repot lagi." Jawab Leo sembari menenggak segelas Wine yang sudah tersedia.


Jimmy mengeryitkan dahi...


" Sepertinya kamu juga sering di posisi itu..." Sedikit menggoda Leo.


" Enak saja, gua nggak seperti itu, kali..." Cetus Leo.


" Bahkan Lo lebih gila dari Dimas. Coba ingat deh, waktu putus dari Criztine, siapa orang yang Lo repotin, Kita berdua, kan? Parahnya lagi Lo sampe mengumbar rasa galau di sosial media, waktu itu Lo sudah seperti orang gila. Setiap hari bercerita tentangnya dan menangis di bahu Gua, bahkan lo sering merepotkan kita berdua, dari merusak Klub, marah tidak jelas, kecelakaan, dan lain sebagainya." Banyolan Jimmy membuat Leo sedikit teringat kenangan masa lalu.


" Terus saja menyudutkan Gua..." Leo beralih pandang mencari keberadaan seseorang.


Jimmy tau untuk sekian lama menjalin cinta dengan Criztine, tidak mudah bagi Leo melupakan semua yang terjadi termasuk perpisahan pahit waktu itu.


Melihat wajah masam Leo, segera Jimmy mencari cara untuk mengembalikan semangatnya.

__ADS_1


" Sob, itu mereka datang..."


__ADS_2