
Seminggu telah berlalu, senin ini adalah senin pertama setelah izin cuti ku merawat ayah selama sakit. mungkin senin ini juga, senin yang menentukan kemana arah hidup ku. hidup yang sudah di tentukan dan di genggam oleh seorang laki-laki yang mungkin bisa di katakan telah membeliku lebih tepat nya membeli rahim ku dengan label seorang Ibu pengganti. aku tak tau apakah ini salah atau tidak yang jelas aku akan mempertarukan hidupku demi seorang ayah yang telah memberikan kehidupan kepadaku. memberikan kebahagiaan, kasih sayang cinta nya yang tulus kepada seorang gadis kecil yang di buang oleh orang tua kandung nya sendiri dengan sengaja meninggalkan aku di sebuah taman. tak pernah terbesit oleh otak lugu ku kalau aku akan di tinggalkan.
20 tahun yang lalu saat itu usia ku genap 4 tahun, samar di ingatan ku...
"mama,,, besok ultah una kan, mama sudah janji beliin una boneka teddy beal yang gede, iya kan... mama inget kan... kata ku dengan bahsa anak-anak yang masih belum pas di huruf R.
"iya sayang, mama inget... besok kita beli ya..
"hoeee,,, benelan ma jawab ku dengan wajah bahagia.
"iya sayang...
"una sayang mama sambil tangan kecilku memeluk mama
"mama juga sayang una...
keesokan hari nya aku dan mama pergi ke pusat perbelanjaan yang terkenal di kota kami. sesampai nya di mall kami langsung menuju toko mainan. wajah ku takjub penuh kebahagiaan melihat begitu banyak nya mainan yamg terpajang di etalase. mata ku berbinar melihat deretan boneka teddy bear dengan berbagai macam warna dan ukuran.
"ayo sayang pilih yang mana tanya mama kepadaku...
"mama una mau yang itu jawab ku sambil menunjuk boneka teddy bear berwarna pink.
"beneran mau yang ini, ga mau yang lebih gede...
"enggak jawabku dengan gelengan kepala.
setelah berbelanja aku dan mama berkeliling mall dan singgah di gerai makanan cepat saji. selesai makan mama mengajak ku duduk di taman mall awalnya mama terlihat biasa saja bersenda gurau seperti biasa sambil kami melihat-lihat orang yang berlalu lalang di taman. tak lama berselang mama pamit kepadaku kata nya akan membelikan aku es cream dan aku harus menunggu sampai mama kembali tapi mama tak pernah kembali.
__ADS_1
sampai datanglah pak mahendra sosok yang sekarang menjadi ayahku.
saat itu mall sudah tutup aku masih duduk di taman seorang diri di temani lampu-lampu taman yang terlihat indah di malam hari. suara isakan ku mungkin terdengar di rungu pak Mahendra. aku una kecil yang mulai takut akan gelap dan dingin... "mamaaa isak ku, una takut...
Pak Mahendra menghampiri ku "adek kecil kenapa sendiri tanya nya...
mata ku membola melihat pak Mahendra perasaan takut karena bertemu orang asing.
"adek jangan takut bapak bukan orang jahat, rumah adek di mana ayo bapak antar pulang"
"aku menggeleng merespon pertanyaan pak Mahendra...
"ya sudah bapak temenin ya jawab nya lagi.
"aku mengangguk...
"nak... suara pak Mahendra terdengar lembut. aku menoleh.
"pak,,, una mau cari mama...
"nama adek una tanya pak Mahendra...
"iya...
"mama una kemana...?
"mama bilang mama mau es clim mama suluh una tunggu di sini tapi mama ga datang-datang.
__ADS_1
"mama una beli es cream nya sudah lama atau baru pergi.
"sudah lama waktu masih terang.
"maksud nya siang..
"iyaa,,, tadi una sama mama beli boneka teddy bear di dalam sana (sambil menunjuk pintu masuk mall yang sekarang sudah tertutup) telus mama ajakin una duduk disini, telus mama bilang mau beli es clim disana una di suluh tunggu tapi sampai gelap mama ga datang.
aku mendengar penjelasan gadis kecil itu dengan seksama dan berkesimpulan jangan-jangan gadis kecil ini sengaja di tinggalkan dengan dalih akan membeli es cream.
"ya sudah gimana kalau sekarang una ikut bapak pulang dulu besok kita tunggu mama una lagi disini, una mau kan. kata ku membujuk.. lagi pula sekarang sudah malam dan mulai gerimis nanti una sakit kalau una sakit una ga bisa tunggu mama di sini lagi.
mata gadis kecil itu menatap aku seolah ada rasa ragu dan takut dari tatapan mata nya.
"nakkk,,, bapak bukan orang jahat, percaya sama bapak. jawabku mencoba menepis keraguan dan rasa takut gadis kecil itu.
"bapak benelan bukan olang jahat bapak bukan penculik kan tanya nya.
Aku tersenyum menahan tawa.
"bukan nak, bapak bukan orang jahat, bukan penculik bapak mau bantu una besok kita kesini lagi nungguin mama nya una.. ayo sekarang ikut bapak pulang dulu kita istirahat sekarang sudah malam.
ku ulurkan tanganku kepada gadis kecil itu, di tatapnya beberapa saat setelah itu di raihnya. ku genggam tangan gadis kecil itu ada rasa hangat yang menjalar ke dasar hati. rasa rindu seorang ayah kepada anak nya. ku bimbing gadis kecil itu menuju mobil ku yang terparkir tak jauh dari pintu masuk karyawan.
mobil ku melaju membelah malam yang sudah hampir lenggang. tidak macet parah seperti pagi dan sore hari. ku lirik gadis kecil di kursi sebelahku ternyata dia tertidur, mungkin gadis kecil ini kelelahan setelah seharian menunggu wanita yang di panggil nya mama. ada sesak di dadaku bartanya-tanya orang tua seperti apa yang dengan sengaja dan tega meninggalkan anak kandung nya... ahhh entahlah...
dan sekarang di sini lah gadis kecil itu berada menjadi anak kesayangan Mahendra Mahardika. di berikan sebuah nama cantik Kinanti Prameswari Mahardika.
__ADS_1