
Di sisi lain, David merasa frustasi setalah beberapa hari mencari keberadaan Gea, dan dia tidak bisa menemukan jejaknya sama sekali. Sudah berbagai tempat di datangi tidak satu pun dia menemukan sosok wanita yang sangat di kagumi itu. Sampai pada akhirnya David memutuskan mencari ke rumah Dimas, lagi-lagi Dia harus menelan kepahitan atas hilangnya Dimas dari rumah. Ibunda Dimas pun kebingungan mencari keberadaannya.
Pasti saat ini lelaki itu membawa kabur Gea.
Sial, padahal hampir sedikit lagi aku bisa masuk dalam kehidupannya.
Setelah pulang dari rumah Dimas, David merasa sangat marah lalu melampiaskan semuanya pada apa pun yang di lihat... Setelah beberapa saat kemudian dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menenangkan hati dan pikirannya.
" Arggghhh..." Di pukulnya dinding kamar mandi dengan sangat keras.
" Sampai saat ini hanya kamu yang aku cintai. Tapi kenapa tidak ada sedikit pun rasa tercurah untuk ku." Kesal, kecewa menjadi satu membuatnya hilang akal sampai-sampai dia membenturkan kepalanya pada dinding kamar mandi. Ada sedikit darah mengalir dari pelipis mata tapi dia tidak memperdulikan itu.
__ADS_1
Rasa sakit dalam diri mematikan segala rasa dalam tubuh.
Berusaha sekuat tenaga menahan luka dalam hati, nyatanya semakin melukai.
Satu cara untuk mengurangi amarah ialah menyiksa dirinya sendiri, dengan begitu David akan merasa puas.
Hampir beberapa lama di guyur air dingin, kini dia keluar dengan bertelanjang dada dan hanya berbalut handuk di pinggang, meraih ponsel di atas meja lalu berjalan menuju balkon kamar...
Selama bersama Gea, Dia bisa menemukan bahagia meski dia sadar Gea tidak pernah mencintainya. Rasa cintanya seolah membutakan mata dan membuatnya tuli, sampai-sampai dia tidak bisa melihat mana baik dan buruk, mana ucapan benar mau pun salah.
" Dimana kamu sekarang?" Sesekali melihat wajah cantik Gea di layar ponsel.
__ADS_1
" Andai kamu bisa melihat ku disini. Saat ini aku tengah memohon pada Tuhan untuk membalikkan hati mu untuk aku, hanya aku saja. Tapi sepertinya Tuhan lebih berpihak sama lelaki itu, dan membuat ku terjatuh sampai sesakit ini." Banyak hal menyakitkan yang telah di lalui David selama bertahun-tahun, menghadapi kesulitan dalam melupakan cintanya atas Gea. Mencoba berbagai cara mengalihkan rasa untuk orang lain, tapi hasilnya masih sama. Dia tidak mampu bangkit dari masa lalunya.
" Awalnya aku senang di kirim Bang Raka untuk menjaga kamu, mengambil kembali dirimu, dan merampas cinta itu darinya. Tapi tidak sedikit pun kamu melihat ku ada. Sekeras apa hati mu, sampai berbagai cara pun aku lakukan dan selalu di abaikan begitu saja. Langkah mana lagi yang harus ku tempuh demi mendapatkan cinta dari mu, dsn sampai kapan cinta ini mendapatkan Tuan yang baru...." David mengacak rambutnya lalu kembali melihat foto mereka sewaktu bersama dulu. Mengingat kembali masa dimana mereka pernah bersama menjalin kasih dan saling tertawa tanpa batas.
Kehidupan bagai tak adil untuknya. Sesuatu berharga tidak bisa di genggam atau pun di sentuh. Sekuat apa pun tekatnya, akan sulit merubah keputusan seorang Listya Gea Hendarman. Karena jika dia sudah memilih sesuatu dalam hidup, dia akan memperjuangan sekuat tenaga, dan meninggalkan apa yang di anggap tidak layak.
" Haruskah aku benar-benar menyerah..." Seorang lelaki seperti David rela menyuguhkan air mata untuk wanita terkasih, merendahkan harga diri sampai terlupa bahwa seorang lelaki lebih pentas berdiri tegak tanpa menundukkan kepala terhadap seorang wanita. Nyatanya Dia tidak bisa seperti itu. Setiap kali mengingat cintanya kepada Gea semakin rendah pula harga dirinya. Sampai berani menghadapi maut di hadapannya.
Pernah beberapa kali masuk Rumah Sakit demi mendapatkan simpati dari Gea, namun semua tidak berhasil. Sampai David pernah mencoba bunuh diri demi memintanya kembali, tapi tetap saja Gea acuh dan memilih menggandeng lelaki lain.
Sudah lima tahun lamanya menjalani hidup tanpa hadirnya Gea, membuat hidupnya gelap tak bercahaya.
__ADS_1