
Tasya...
sebenarnya dia sudah mendengar percakapan antara mereka, saat Tasya melihat riko yang pergi menjauh dia pun berlari mengejarnya...
"RIKO..." teriak tasya dia berlari namun dia tak dapat mengejar mobil riko
"Aku sudah memaafkan kamu...aku sakit tapi lebih sakit melihat mu pergi seperti ini" tasya menangis dia duduk di tepi jalan karna percuma baginya mengejar mobil riko yang sudah berlalu jauh dari sana...
Riko sebenarnya melihat tasya yang mengejar dirinya namun dia memilih untuk tidak mengganggu kebahagiaan tasya lagi dia tak ingin menyakiti tasya lebih dalam...
"Maaf kan aku sya...selama ini aku sudah membuat mu sakit dan menanggung beban yang berat, aku memilih tidak menghampiri kamu...karna aku mau kamu bahagia, meski bukan bersama ku....sudah cukup aku menyakiti mu....saat nya kamu bahagia sayang"
Riko menangis ingin rasa nya dia memeluk tasya dan mengatakan bahwa dia mencintai nya..
Namun semua itu tak dapat dia lakukan karna semua hanya akan menyakiti perasaan tasya...
"Aku yakin bersama dengan rikardo kamu dan anak kita akan aman...meski aku harus kehilangan posisi ku di hati kamu dan anak kita"
Riko terus melaju dengan berat hati
tak lama dia terbang ke negara X.
Tasya...
__ADS_1
dia masih menangis di sana dan tak lama rikardo menghampirinya dengan menggendong revaldi
"Sya...manangis lah, tak usah kau sembunyikan dengan senyuman palsu mu"
Tasya berdiri dan memeluk rikardo juga sang anak yang berada di gendongan rikardo..
"Bukan kah seharusnya aku senang melihat dia pergi...namun kenapa air mata ini sebegitu bodoh nya mau mengalir demi lelaki macam dia"tasya menangis sesenggukan
"Mungkin ini sudah jalan kalian...tapi jika tuhan mempersatukan kalian kembali ...aku akan merelakan kalian, aku akan mendukung semua keputusan kamu"
Rikardo memang lelaki yang bijaksana dia memilih melukai dirinya sendiri dari pada harus melihat wanita yang dia cinta menangis seperti saat ini...
"Entah lah ...yang pasti saat ini aku berada di samping mu" tasya memeluk rikardo
"Apakah kamu tak malu menangis di depan revaldi yang melihat kamu...bahkan dia menertawankan kamu tau"
"Sayang bagaimana pun dia adalah ayah kandung kamu....suatu hari nanti mami akan memperkenalkan kamu kepada ayah kandung mu" tasya mencium kening sang anak dengan air mata di pipinya
Rikardo merasa sakit melihat kesakitan tasya yang tak kunjung usai..
dia pun meraih tubuh tasya dan sang anak
"Sudah kita masuk...kasihan revaldi, dia kehausan dari tadi"
__ADS_1
Dan mereka pun kembali kerumah mereka
namun setelah kepergian riko tasya menjadi pendiam
Rikardo tau bahwa hati tasya masih menginginkan riko namun dirinya berusaha melupakan cintanya yang selama ini hanya bayang bayang baginya...
"Sya...tasya" rikardo mendekat dan memeluk tasya dari belakang
"Iya mas"
"Kita keluar yuk ...beli baju buat revaldi"
Tasya hanya mengangguk dia pun berbalik dan memeluk rikardo
"Terima kasih selama ini aku sudah membebani kehidupan kamu"tasya membenamkan wajahnya di dada rikardo...
Rikardo memejamkan mata dia merasa sakit dengan apa yang tasya rasakan saat ini
"Sudah lah ...itu revaldi nangis kamu kasih minum dia dulu, aku tunggu kalian di depan ya" rikardo pun berjalan dan menunggu mereka di dalam mobil
Tak lama kemudian tasya keluar dengan menggendong revaldi
"Halo anak ayah...seneng ya mau beli baju baru ya"rikardo tersenyum dengan menatap wajah sang anak..
__ADS_1
Dan mereka pun menuju pusat perbelanjaan
....