
Beberapa hari kemudian....
Dimas masih dalam kondisi yang sama. Mampu mendengar semua hal yang berada di sekitarnya. Namun sulit baginya untuk membuka mata....
Kini Dimas masih berada di alam bawah sadar....
Di dalam gelap terdengar suara isak tangis dari ibundanya dan terkadang ada suara dari para sahabatnya. Ingin sekali dia terbangun dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Namun keinginannya tidak mampu menembus dinding tebal yang tengah membelenggunya di dalam kegelapan.
Sepintas Dimas melihat ada sebuah cahaya dari kejauhan, terlihat sangat terang hingga dirinya tidak mampu melihat dengan jelas cahaya tersebut. Di saat dia melindungi matanya menggunakan lengannya, terdengar suara ibundanya...
" Dimas, Dimas, Dimas...."
Suara itu membuatnya segera menurunkan lengan. Namun kembali Dimas silau, dia pun memutuskan untuk tetap berlindung di balik lengan kanannya.
Ketika dia sudah tidak mendengar bisikan Ibundanya, segera dia membuka mata lalu melihat sekeliling....
Sinar itu perlahan menjauh, berangsur redup, dan kian menghilang.
" Tunggu...." Segera dia mengejar sinar tersebut. Namun langkah kakinya terasa berat, sangat berat.
Di saat sinar itu menghilang, Dimas kembali dalam kegelapan. Hanya ada kebisingan dan suara-suara aneh...
Tak berapa lama, Dimas mendengar namanya di panggil oleh Alexa.
" Alexa, dimana kamu?." Dia terus mencari asal suara tersebut. Namun usahanya sia-sia.
__ADS_1
Bisikan itu terus membuatnya pusing. Berharap Alexa datang menemuinya dalam gelap, dan berbicara berdua seperti sedia kala.
Namun semua harapan Dimas pupus setelah dia berlari kesana-kemari mencari asal suara itu, tapi wujudnya tidak kunjung di temukan.
Dia menangis dan memanggil nama Alexa sekuat yang dia mampu.
Tetap saja dia tidak mendapati wujud utuh dari kekasihnya....
Perlahan suara Alexa semakin pelan dan perlahan menghilang....
Di sanalah Dimas mulai kebingungan. Dia benar-benar berada dalam keheningan.
Bisikan-bisikan mulai hilang. Dan Dia tidak bisa melihat apa pun disana...
Hanya dirinya dan air mata.
Perlahan beban di hidupnya memudar....
Dimas merasa sakit. Namun dia tidak tau apa yang membuatnya kesakitan. Hingga perlahan dia mulai kembali dalam alam sadarnya.
Melihat tangan putranya bergerak sedikit demi sedikit, membuat Fita segera bangkit lalu berlari menuju ruang Dokter.
Tak berapa lama Fita dan tim medis datang.
" Mohon tunggu disini..." Ucap suster.
__ADS_1
Fita menuruti perintah dari suster tersebut. Dia merasa senang dan cemas melihat kondisi putranya.
" Tuhan, tolong berikan kesembuhan untuk anak ku."
Seseorang datang lalu menghampiri Fita...
" Tante, kenapa wajah anda tegang seperti itu?." Tanya Leo dengan masih menggunakan seragam Dokternya. Kebetulan Dia baru saja keluar dari kamar pasien lain.
" Dimas, mulai menggerakkan jarinya..." Ucap Fita penuh kebahagiaan.
" Benarkah Tante?."
" Iya, Nak. Semoga saja Dimas lekas membuka matanya..."
Leo melihat kebahagiaan di wajah ibunda Dimas, air mata tumpah beberapa hari terbayar dengan senyumannya hari ini.
" Pasti Dimas akan segera sadar Tante. Jadi sekarang Tante tidak perlu khawatir lagi..." Seperti seorang anak yang melindungi ibunya. Leo merangkul pundak Fita lalu meminjamkan dadanya untuk melepas sesak di hatinya.
" Siapa Alexa?." Tiba-tiba keluarlah seorang Dokter muda.
" Dokter Chandra, kemarilah." Leo melepas pelukan Fita, lalu berbisik padanya.
" Lalu kita harus bagaimana? Pasien sudah hampir empat kali menyebut nama itu." Jelas Dokter muda tampan itu. Dia juga adalah salah satu rekan seperjuangan Leo.
" Ada apa ini?." Tanya Fita panik.
__ADS_1
Perlahan Dokter Chanra menjelaskan bahwa putranya memanggil nama wanita yang sangat dia cintai.