
Setelah Revaldi menyelesaikan tugas di kantor dan juga bertemu dengan orang tuanya, dia segera kembali ke rumah..
tak berapa lama dirinya sampai di depan rumah.
"Aku paling tidak suka bertemu dengan dia, huh bikin kesal saja!!" gerutu Revaldi
Revaldi masuk kedalam rumah
kepulangannya di sambut oleh sang istri, Criztine mengulurkan tangan hendak mencium tangan suaminya
namun Revaldi mengacuhkan dirinya dan meninggalkan dia begitu saja...
"Sudah pulang kamu nak??" ucap Oma winda
"Iya Oma, hari ini banyak banget urusan di kantor. badan jadi capek semua!!" ucap Revaldi dengan menghempaskan tubuh di sofa.
"Aku buatkan teh hangat ya mas??" sambung Criztine
"Tidak perlu! aku hanya butuh istirahat." cetus Revaldi
"Kenapa kasar sekali kamu dengan istrimu nak! hargai istrimu Revaldi...!" maki sang oma
"Jangan salahkan mas Revaldi oma..." sambung Criztine
"Sudah lah aku mau istirahat di kamar...!" Revaldi pun melangkah ke arah kamar tidurnya.
Criztine menatap kepergian sang suami dengan rasa sakit di hatinya
dia tak menyangka kehidupan rumah tangganya akan menjadi seperti ini.
__ADS_1
tapi dia akan selalu berjuang untuk mendapatkan hati sang suami..
"Nak Criz..."
Lamunan Criztine seketika buyar.
"Iya oma" Criztine menatap wajah Oma Winda
"Kamu harus bisa mencairkan hati suami mu yang saat ini beku, Oma yakin dengan ketulusan kamu, maka cepat atau lambat dia pasti mencintai kamu" jelas Winda dengan mengusap tangan Criztine.
Criztine hanya mengangguk dengan senyuman yang hambar, dia mencoba menutupi rasa sakit hatinya dengan senyuman yang coba dia paksakan.
"Saya buat makan malam buat mas Revaldi dulu ya oma...!" ucap criztine
Winda pun mengangguk dan melanjutkan duduk santai di ruang keluarga.
Dia pun memasak nasi goreng cumi, salah satu makanan kesukaan sang suami.
"Semoga saja dia mau mencoba masakan ku, jadi tidak sabar!!"
"Mas, makan malam sudah siap!" ucap Criz dengan pelan
Revaldi tak menjawab sedikitpun, dia masih sibuk dengan laptopnya.
"Mas...." lirih Criz
"Kamu bisa diam tidak, kamu sangat mengganggu diriku!???" bentak Revaldi
Criz merasa sedih mendapat perlakuan dari sang suami.
__ADS_1
dia hanya mampu diam dan pergi dari kamar.
"Mana suami mu nak??" tanya Opa hendardi
"Mas Revaldi masih sibuk Opa, mungkin dia akan menyusul nanti!!" jawab criz dengan melebarkan senyum
"Anak itu memang terlalu teropsesi dengan pekerjaan hingga dia lupa makan, sifatnya tidak kalah jauh dari Papanya..."hendardi menggeleng kepala
"Mereka itu sama seperti kamu, selalu gugih dan bekerja keras demi perusahaan...bakat mereka mewarisi bakat dari Opanya...!" sambung Oma winda
Criztine hanya tersenyum.
"Siapa yang masak nasi goreng ini?" ucap hendardi
"Saya opa! apakah ada yang kurang dalam masakan saya??" Criz mencoba menatap wajah Hendardi yang sepertinya kurang menyukai masakannya
"Emmmt...ada sedikit yang kurang disini..." ucap Hendardi
"Katakan opa, apa yang kurang biar saya perbaiki??"
"Kurang banyak kamu masaknya!! jadi saya tidak bisa nambah lagi kan jadinya...hahaha" Hendardi tertawa melihat reaksi sang cucu menantunya
"Kamu ini selalu saja menggoda Criztine, dia kan jadi malu..." sambung Winda
Criztine hanya tersenyum lega, ternyata masakannya di sukai oleh keluarga Revaldi
dia merasa senang.
tapi dia juga sedih karna masakan yang dia buat khusus untuk suami, dia abaikan begitu saja oleh suaminya, bahkan dia tak mau makan bersama dengan Cristine.
__ADS_1