HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Amora terus merengek agar kakaknya membatalkan perjodohan itu. Amora tidak ingin menikah muda, ia ingin bekerja mengejar cita citanya. Ia ingin menjadi pimpinan besar seperti kakak dan Papanya. Jika dia harus menikah di usia muda maka, sulit baginya mewujudkan impian. Apalagi nanti kalau sudah menikah, punya anak, harus senantiasa mengurus rumah juga suami dan anak mereka. Bayangan pahit tentang semua itu membuat Amora tidak ingin melangkah lebih jauh.


Penampilan Amora tidak kalah menarik dari gadis seumurannya. Paras cantik, kulit putih, bibir seksi, juga pandai. Meski Amora termasuk tipe orang yang keras kepala. Namun, ia tidak ingin menjalin hubungan dengan laki laki sembarangan, bukan karena tak suka lawan jenis hanya saja tak ingin terluka karena cinta. Sampai saat ini pun Amora memilih sendiri. Setiap orang yang mendekatinya kemudian menyatakan cinta, Amora tidak menolak hanya saja menjadikan mereka sebagai teman.


"Pokoknya aku tidak mau menikah, titik"


Gilang menatap punggung Amora yang seketika itu berbalik membelakanginya "Kalau kamu tidak mau menikah maka saya akan menceraikan dia(Alisya). Kamu mencari jalanmu sendiri, kenapa saya tidak boleh menentukan pilihan"


Langkah kaki Amora terhenti "Apa maksud kakak?" Segera berbalik, menghampiri Gilang dengan sejuta tanya "Jadi kakak mengancamku dengan perjodohan supaya kakak bisa cerai sama kak Alisya?"


Gilang mengulas senyum "Ya, tergantung gimana kamunya. Kalau kamu bersedia membantu saya lepas dari pernikahan ini maka saya jamin perjodohan kamu tidak akan terjadi" Perjodohan itu semata menjadi alat untuk menyudutkan Amora beserta kedua orang tuanya "Kakak tunggu keputusan kamu dua hari lagi. Kalau sampai dalam dua hari tidak ada jawaban dari kamu, maka saya akan memutuskan kamu memilih untuk di jodohkan. Toh, papa dan mama sangat menantikan kamu menikah, bukan? Jadi, saya akan kabulkan permintaan mereka."


Amora semakin kesal "Ishh.....Menyebalkan" Seraya menghentakkan kepalan tangan. Amarahnya mumuncak seketika, tak tau harus berbuat apa. Baginya pernikahan kakaknya sudah sempurna, menikahi wanita sholeh. Di sisi lain Amora berat menjalankan perjodohan itu. Segera Amora meninggalkan ruangan kakaknya.


"Eh, eh, kok tumben adik pak bos marah? biasanya dia itu murah senyum" Tanya salah satu pegawai

__ADS_1


Dari kejauhan datanglah tiga orang pegawai lainnya "Mungkin mereka bertengkar..."


"Ah, tidak mungkin. Kalian tau sendiri kalau dia datang pasti pak bos yang marah bukan dia" Sambung seorang lagi.


"Ehem, ada apa ini?" Seseorang muncul tiba tiba. Dia adalah Kenzo, orang kerpercayaan Gilang "Kalau sampai Gilang dengan kalian bergosip tentangnya, bersiaplah gaji bulan ini tidak keluar"


Segerombol pegawai itu pun saling menyenggol bahu masing masing "Kamu sih..." Mereka saling menyalahkan satu dan yang lain.


Sttttt..."Jangan saling menunjuk, sekarang kalian kembali ke ruangan" Ucapnya seraya membuka pintu ruangan Gilang.


"Aduh gimana nih kalau kita di aduin...?"


"Sudah, sudah, Biarkan saja itu urusan mereka. Kita lanjut kerja lagi..." Mereka pun kembali bekerja.


Kenzo melihat Gilang berdiri menatap keluar jendela, sampai ia tidak mendengar Kenzo masuk. Tatapan kosong itu membuat Kenzo geleng kepala. Ia pun duduk tanpa permisi. Ruangan itu bukan hanya milik Gilang, melainkan juga milik Kenzo. Bertahun tahun lamanya Kenzo menjadi perisai terkuat dalam perusahaan Gilang. Kala dirinya terpuruk dari hilangnya Olive.

__ADS_1


Setalah beberapa menit tidak ada respon dari Gilang, membuat Kenzo segera bangkit "Kenapa lagi..." Seraya menyentuh pundak Gilang.


Seketika Gilang terkejut lalu menoleh "Eh, ngegetin saja kamu. Kapan kamu datang?"


Kenzo teetawa "Astaga, sepertinya sahabatku ini dalam fase tidak baik. Sudah dari tadi saya datang dan menonton drama pangeran merindu permaisuri" Dengan meletakkan tangan di pundak Gilang.


Sekeras apa pun Gilang bersembunyi di bakibg wajah dinginnya, hanya para sahabat yang tau kebenaran hatinya. "Pengantin baru harusnya berseri bukan malah masam kaua gitu..."


Gilang menepis tangan Kenzo, berbalik menatap ke luar jendela. Mengambil nafas panjang kemudian menghembuskan perlahan "Pernikahan itu hanya sebatas status saja. Karena nyatanya cintaku masih ada dalam diri orang lain..."


Kenzo heran siapa orang yang Gilang maksud "Jangan bilang wanita itu adalah Olivia, mantan sekertaris kamu yang pernah kamu ceritakan dulu"


Gilang terdiam sesaat.


"Kamu diam, itu tandanya saya benar?"

__ADS_1


"Ya. Setelah dia menjauh dari hidup saya, cinta itu mulai tumbuh. Entah perasaan macam apa ini yang saya tau cinta ini terlampau besar untuknya"Tuturnya.


Kenzo berasa bingung atas ucapan Gilang, membuatnya geleng kepala.


__ADS_2