HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 85


__ADS_3

Melihat kemesraan antara Revaldi dan Risa


membuat Leo mengambil tindakan..


"Satu Foto mereka akan membuka jalan ku untuk bisa bersama dengan Criztine..." gumam Leo dengan mengembangkan senyum.


Leo pun mengirim Foto tersebut kepada Criztine


dia pun berjalan mendekati Revaldi yang tengah duduk dengan kepala Risa yang bersandar pada babunya.


"Ehemmm..." Leo berdehem


"Leo, kenapa kamu baru batang kemana saja kamu ini...!" maki Revaldi


"Sorry sob tadi gua banyak pasien! " jawab Leo


"Le...tolong selamatkan ponakan saya" Risa memohon pada Leo


"Saya akan mencoba yang terbaik kamu tenang saja. kami para Dokter akan berusaha sekuat tenaga, kalian bantu doa..." Jelas Leo


"Separah apa kondisinya...?" tanya Revaldi


"Yang pasti dia mengalami cidera pada bagian kepala. jadi dia harus segera kami Operasi!!" jelas Leo


"Tolong ya sob, lakukan yang terbaik buat dia. dan terima kasih, Dokter ternama kaya lo mau turun tangan sendiri...."


"Semua ini gua lakuin demi lo Re, kita kan sahabat jadi lo santay aja lah..." Leo menepuk pundak Revaldi


"Kalian sudah siap dengan semua ini...??" ucap Leo


Risa menatap wajah Revaldi dengan mata yang berkaca-kaca


Revaldi pun mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


dia berusaha meyakinkan dan menguatkan Risa saat ini.


"Baiklah jika kalian sudah setuju saya akan berdiskusi pada Dokter lain untuk sesegera mungkin mengambil tindakan ....." Leo pun berlalu


Risa hanya bisa menangis, dia sangat sedih melihat keponakannya harus mengalami hal seburuk itu...


"Kenapa dia bisa sampai seperti ini Ris...?" ucap Revaldi


"Awalnya dia pamit kerumah teman sekolahnya..tapi aku tidak bisa mengantarnya, jadi dia berangkat dengan mengendarai sepeda motor. tak ku sangka dia akan mengalami hal seperti ini..." Risa kembali menangis.


tak lama kemudian sang ponakan di bawa ke ruang Operasi, mereka pun menunggu dengan harapan Yang terbaik...


Criztine...


Dia menangis melihat foto kemesraan antara suami dan sahabatnya


dia pun tak menyangka bahwa lelaki yang dia nikahi adlah lelaki ya g selama ini di cintai Risa.


"Aku tidak menyangka jika pertemuan mu dengan Risa akan secepat ini mas, hingga tidak akan ada tempat untuk diriku di hatimu. akankah kamu meninggalkan aku....?" Criztine menatap foto suaminya dengan deraian air mata.


namun Criz tak dapat menahan rasa kantuk. dia pun tertidur...


Tok tok...


terdengar samar- samar pintu kamar di ketuk


criz pun bergegas membuka pintu,dia sangat bahagia karna dia mengira yang datang adlah suaminya.


saat criz membuka pintu betapa terkejutnya dia saat melihat ada Tasya(ibu mertua) berdiri di depan kamar...


"Mami...!" Criz pun mencium tangan sang mertua


"Maaf mi saya baru bangun, saya permisi mandi dulu ya mi..." Criztine melempar senyum

__ADS_1


"Mami tunggu di bawah...." jawab Tasya dengan melangkah pergi.


Beberapa menit kemudian..


Criztine turun dan memberi salam pada sang mertua


"Dimana Revaldi nak...?" tanya Rikardo(ayah mertua)


"Emmm...mas Revaldi, emm dia sedang lembur di kantor yah. jadi tidak pulang.." Criz tersenyum.


namun senyumannya sedikit getir dan ada sesuatu yang berusaha dia sembunyikan.


"Mana ada seorang pimpinan besar perusahaan ikut lembur, jika dia mau tinggal suruh orang maka semuanya beres...!!" sambung Tasya


"Itulah perbedaan antara anak kita dengan yang lain sayang...!" ucap rikardo


"Semoga saja itu benar. jika dia menyakiti kamu maka jangan sungkan beri tau mami, biar mami yang kasih dia pelajaran...!" Tasya meraih tangan menantunya.


"Mas Revaldi sangat baik padaku mi. dia tidak pernah menyakiti diriku sedikitpun..." jelas Criz


"Oh iya kami akan menginap disini untuk beberapa hari. karna April rindu sama kakaknya..." jelas Tasya


"Lalu dimana April..." Criztine mencari-cari keberadaan sang adik kecilnya.


"Dia sedang bermain di taman depan ditemani dengan dayang-dayang Revaldi...hehe" jawab Tasya


"Kata kepala pelayan, kamu tidak tidur semalaman hanya menunggu suami kamu pulang nak...apakah itu benar??" Tasya menatap tajam mata criz, dia ingin memastikan bahwa rumah tangga anaknya baik-baik saja.


"Benar, tapi setelah mas revaldi memberi tau bahwa dia lembur. maka saya langsung tidur mi..." jawab Criz dengan tangan yang gemetar


"Jangan gugup seperti itu nak criz! kalau begitu ayah keluar dulu, mau temani adik mu main. kalian lanjut ngobrol saja...!" Rikardo meninggalkan mereka berdua


Tasya dan Criz pun melanjutkan obrolan mereka.

__ADS_1


namun Tasya yang mencium ada ketidak beresan dengan rumah tangga anaknya.


dia hanya memilih diam dan menyelidiki sendiri tanpa harus menekan menantunya untuk menceritakan semua ulah Revaldi.


__ADS_2