HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

"Benar juga apa yang dia katakan. Sekarang anda bisa jelaskan semuanya"


"Dia memang belum menyentuh saya tapi dia ada niatan untuk memperkosa saya itu sama saja kan" Jawab Fanya.


"Tentu saja berbeda, kalau saya tidak menyentuh kamu kenapa kamu menuntut untuk menikah dengan saya. Berarti semua yang kamu katakan pemerkosaan itu hanyalah sebuah jebakan agar kamu bisa menikah dengan saya" Cetus Damar.


Ucapan Damar menyadarkan semua orang yang ada di ruang tersebut. Beberapa orang saling bertukar pandang "Benar juga kata dia, jadi kita di bodohi wanita ini" Ucap salah satu dari mereka.


"Nggak gitu dong, pokoknya dia harus menikahi saya. Harga diri saya di pertaruhkan karena perbuatan dia" Fanya masih saja kekeh dengan ucapannya.


"Perbuatan apa yang kamu maksud, bukankah kamu yang membuat kisah kenapa harus saya yang bertanggung jawab" Jawab Damar sedikit menekan Fanya.


"Astaga, masalah ini sulit di pecahkan" Bapak ketua Rt memijat keningnya merasa pusing dengan permasalahn ini. Sebab, baru pertama kali menjabat sebagai ketua Rt di komplek perumahan itu sudah mendapatkan kasus berat. Pemerkosaan tanpa di perbuat, tuntutan tanpa adanya sebuah kejadian. Siapa tidak pusing kalau begini masalahnya.


"Jangan kebanyakan Drama, tokoh antagonis macam kamu tidak akan pernah mengalahkan kebenaran" Tiba tiba saja seorang wanita masuk ke dalam rumah, ia adalah Olive.


"Siapa dia?" Lirih salah seorang warga.


Olive tersenyum "Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, saya adalah Olivia istri dari seseorang yang kalian sebut sebagai tersangka. Maksud saya di sini hanya untuk meluruskan permasalahan ini" Olivia menghampiri suaminya.


"Sayang, ini tidak seperti yang mereka tuduhkan. Demi Tuhan saya tidak pernah sedikit pun punya niatan itu terhadapnya" Tutur Damar sembari mendekati Olive.


Olive hanya tersenyum "Bolehkah saya duduk..."


"Oh silahkan" Jawab Bapak ketua Rt.


Olive menatap wajah Fanya, seketika itu pun Fanya menunduk badannya terlihat gemetar.


"Sekarang saya ingin bertanya sedikit tentang kejadian yang menimpa anda, apakah saya di perbolehkan?"


Fanya memandang Olive sedikit menyenbunyikan rasa khawatirnya. Di lihat dari senyum Olive saat ini sudah jelas ada sesuatu yang pastinya akan membuat Fanya malu.

__ADS_1


"Untuk apa kamu ikut campur ini tidak ada kaitannya dengan kamu, pergi sana" Sangking takutnya sampai Fanya terlihat gugup di depan semua orang.


Dengan santainya Olive melipat kedua tangan "Oh, tentu saja berhak ikut campur karena suami saya sudah di tuduh dengan sangat tidak terhormat."


"Diam kamu tau apa kamu , haaa...." Bentak Fanya.


"Sabar Nona kita hadapi semua dengan kepala dingin"


"Sabar bagaimana pak, dia itu tidak berhak ikut campur"


Olive mencondongkan badan "Apakah kamu takut kebohongan kamu terbongkar?"


"Apa maksud kamu?"


"Bapak boleh lihat apa yang dia lakukan..." Olive memberikan ponseliliknya kepada ketua Rt setempat. Dia mendapatkan sebuah bukti video dan percakapan mereka dari sebuaj cctv di dalam kamar Fanya. Sebelumnya Olive ke rumah Fanya dengan menggunakan sebuah jps di ponsel suaminya karena semua pesan tidak kunjung di balas oleh suaminya, jadi dia mulai curiga lalu menuju rumah Fanya. Dan benar saja sesampainya di rumah Fanya tidak ada seorang pun, hanya ada sebuah dasi milik suaminya tergrletak di depan kamar Fanya, itu yang membuat Olive segera masuk ke dalam kamar itu mencari tau apa yabg sudah terjadi. Setelah berkeliling di kamar itu di lihatnya ranjang berantakan. Lalu tanpa sengaja dia melihat cctv di sudut kamarnya itu membuat Olive curiga. Karena raa penasaran, Olive meminta bantuan dari ahlinya untuk melihat cctv itu. Dari sebuah monitor yang juga ada di kamar Fanya akhirnya Olive bisa mengungkap semuanya.


"Jadi anda mempermainkan kami" Bapak ketua Rt murka melihat semua bukti di ponsel Olive.


"Kejar dia,dia sudah membohongi kita semua. Dia harus di serahkan kepada pihak berwajib" Semua orang lantas mengerjarnya.


"Terima kasih sayang" Damar segera memeluk Olive sambil menciumi keningnya.


Jangan pernah melangkah maju atas masa lalu karena kalau tidak berhati hati kamu akan tergelincir, jurangnya tidak begitu dalam tapi sanhat mematikan. Duri saja bersembunyi di balik daun pasti luka bersembunyi di balik wajah palsu.


Keduanya segera berpamitan kepada ketua Rt setempat, beberapa warga yang masih ada di sana meminta maaf pada Damar karena telah salah menilainya. Damar pun membuka pintu maafnya sebab semua kesalahan itu di sebabkan oleh Fanya bukan para warga ini.


Di saat mereka hendak masuk ke dalam mobil terlihat ada tiga orang pemuda berlari ke arah mereka.


"Ada apa itu, mas?" Tanya Olive pada suaminya, tadinya Damar membuka pintu mobil untuknya tapi sekarang mereka termenung melihat ketiga pemuda itu.


"Pak, tunggu pak. Nona itu....ah dia...." Dengan nafas tidak beraturan salah seorang pemuda membungkukkan badan memegang kedua lututnya, dia nampak panik dan nafasnya tersengal.

__ADS_1


Damar kembali menutup pintu mobil kemudian mendekati pemuda tersebut "Tenang dulu ambil nafas dalam dalam lalu lepaskan...."


Pemuda itu pun menarik nafas lalu "Nona itu kecelakaan, Pak. Di tikungan depan sana" Ujarnya sambil menunjuk jalan di depan sana.


"Kecelakaan?" Segera Damar berlari dengan di ikuti Olive dan si pemuda tadi. Dari kejauhan saja sudah terlihat banyaknya orang berkerumun di sana, ada sebuah mobil terparkir di bahu jalan, mungkin mobil yang tidak sengaja menabrak Fanya.


"Sukur kena batunya juga kan dia" Ujar salah seorang yang ikut berkerumun.


Damar segera masuk ke dalam kerumunan orang dan melihat tubuh Fanya terbaring penuh darah.


"Astaga kenapa kalian diam saja? segera bawa dia ke rumah sakit" Damar memaki orang di sekitar Fanya yabg hanya melihat tanpa mau menolong


"Untuk apa kita bantu orang ini, dia sudah membohongi kami. Biarkan saja dia kena batunya sendiri" ujar mereka.


"Iya, mending kita pergi saja yuk. Itu tebusan dari kebohongan dia sendiri"


Semua orang lantas meninggalkan Fanya.


"Hey kalian mau kemana...."


"Tidak sudi menolong orabg jahat macam dia, untuk saja anggota tubuhnya masih utuh" Celetuk seorang warga sangking kesalnya terhadap kelakuan Fanya.


"Fanya, bangun, ayo buka matamu" Damar mencoba menepuk kerua pipinya tapi Fanya sudah tidak berreaksi, Damar juga mengecek denyut nadinya "Dia masih hidup"


Olive melihat suaminya panik dengan kondisi mantan kekasihnya membuat dia sedikit cemburu.


"Sayang, tolong kamu jaga dia dulu biar saya ambil mobil" Damar serega berlari. Tak lama kemudian Mobil pun sampai, mereka membawa Fanya masuk ke dalam mobil. Dengan di bantu pak supir Fanya pun masuk ke dalamnya.


"Kamu duduk depan saja" Titah Damar.


Olive semakin terbakar cemburu kala melihat suaminya memangku kepala wanita lain. Mungkin maksud Damar hanya sekedar membantu tapi Olive sangat cemburu.

__ADS_1


__ADS_2