
Revaldi pergi dari rumah tanpa memberi tau sang istri yang masih sibuk di dapur dengan para pelayan.
"Temui aku di tempat biasa..." Revaldi menyuruh seseorang untuk menemuinya
Dia menuju sebuah Club yang sering dia datangi saat hatinya sedang gundah seperti saat ini
Revaldi pun masuk ke Club dan memesan meja khusus VIP yang sering dia tempati bersama para sahabatnya.
dia duduk dengan memesan Wine yang biasanya dia minum bersama para sahabatnya.
"Sudah lama lo disini...?" tanya seorang yang berjalan mendekati dirinya
"Lumayan lama sih, dimana Dimas dan Leo...?" tanya Revaldi pada Jimmy
"Biasa mereka kejebak macet! eh lo kenapa tumben ajak kita-kita kumpul disini?? gua kira lo udah gak doyan lagi ke tempat ini...hehe" Jimmy meraih botol dan menenggaknya
"Gua pusing banget bro...!" jawab Revaldi
"Pasti karna istri lo lagi? kalo lo gak suka ma dia lo cerai ajalah. daripada lo nyakitin anak orang mulu...." jelas Jimmy
"Gua gak bisa menceraikan dia sebelum gua bisa menemuka. keberadaan Risa dan meyakinkan Opa bahwa Risa adalah yang terbaik buat gua Jim.... !!" Revaldi menunduk
"Sudahlah jangan galau seperti itu,kita kesini untuk bersenang-senang jadi jangan sedih seperti itu..." Jimmy menonyor bahu Revaldi
Revaldi meraih sebotol Wine yang berada di depannya dan menenggaknya sampai habis.
Jimmy menggeleng kepala melihat seorang pimpinan besar yang bisa di buat gila karna seorang wanita.
"Woy....! minum pada gak nungguin kita dulu gak setia kawan lo..." ucap Leo yang berjalan ke arah mereka dengan di ikuti Dimas di belakangnya
"Widih...kayanya ada yang galau nih." Dimas melirik Revaldi yang wajahnya terlihat muram
"Siapa lagi kalau bukan bapak Revaldi terhormat ini....hahahaha" Jimmy menggoda Revaldi
__ADS_1
"Banyak omong kalian, cepat temenin gua minum...." cetus Revaldi
Mereka pun bersenang-senang
dengan di temani beberapa wanita cantik di samping mereka
tapi Revaldi tidak menyukai wanita yang berada di Club malam tersebut, dia selalu menghabiskan waktunya dengan minuman di tangannya.
dia selalu marah saat ada wanita yang mendekati dirinya
"Sob gua pulang dulu ya..." Revaldi pamit dengan tubuh sempoyongan karna dia mabuk berat
"Lo bisa pulang dalam kondisi kaya gini??" ucap Dimas yang masih tersadar, karna dia tidak terlalu banyak minum
"Bisalah...." ucap Revaldi
"Bahaya tau, gua anter aja ya..?" Dimas pun memapah tubuh Revaldi
Dimas mengantarkan Revaldi pulang.
dia menunggu Revaldi di depan rumah dengan khawatir...
Bip bip...
datanglah mobil Revaldi
saat ada seorang lelaki turun dan memapah sang suami membuat Criz berlari kearah mereka...
"Mas, ada apa dengan suami saya...?" ucap Criztine
"Dia hanya sedikit mabuk mbk, dari pada dia mati dijalan mending saya antar dia pulang...!" Diman menyeringai di depan Criztine
"Biar saya yang bawa suami saya masuk mas, saya ucapkan terima kasih ya mas sudah mengantar suami saya pulang...!" criztine tersenyum manis
__ADS_1
"Tidak usah sungkan mbk, kalau begitu saya pulang dulu...."
"Biar di antar sama supir saja mas...." ucap Criztine
"Jika tidak merepotkan maka saya juga tidak keberatan..." jawab Dimas
Criztine pun membawa suaminya masuk ke dalam kamar
dia pun menghubungi pak supir untuk mengantarkan Dimas yang berasa di depan rumah mereka.
"Risa...." Revaldi memanggil nama kekasihnya
Hati Criztine hancur sekita dia mendengar suaminya memanggil wanita lain dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Criztine hendak beranjak dari tempat tidur
namun tib-tiba tanganya dia tarik oleh sang suami
"Aku mencintai kamu...jangan tinggalkan aku Risa." Revaldi memeluk tubuh sang istri
yang dia kira itu adalah Risa kekasih bayangannya.
"Mas lepaskan! aku bukan Risa aku Criztine, buka matamu mas..." maki Criztine
Revaldi yang berada dalam pengaruh alkohol.
dia mulai meraba tiap inci dari tubuh sang istri
jari jemarinya mulai bergerilya kesana kemari
membuat Criztine tidak dapat menolak kemauan sang suami.
Hasrat Revaldi makin menjadi.
__ADS_1
kini mereka pun bercinta, tapi Criztine merasa sedih saat beberapa kali Revaldi menyebut nama Risa.
Criz menahan rasa sakit di hatinya demi memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.