
Kejadian malam itu membuat Riko sedikit menjauh dari sang istri, dia tak ingin jika nantinya dirinya tak bisa menahan diri dari HASRAT bercintanya.
Riko memilih untuk sedikit menjaga mata dari sang istri yang nantinya akan membuat dia menjadi lelaki yang serakah seperti dulu....
"Mas sarapan sudah siap...." ucap Tasya dengan mengetuk pintu kamar.
"Iya. kamu makan dulu saja, aku belum lapar..." Jawab Riko dari dalam kamar.
Tasya merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah dia perbuat kepada Riko tadi malam.
tapi jika semua di lanjutkan pada malam itu maka hanya air mata yang mengiringi kisah mereka pada malam itu...
"Jika kamu ingin marah padaku silahkan mas, tapi ku mohon mari kita makan bersama dan bicarakan ini bersama..." ucap Tasya.
Tak berapa lama Riko membuka pintu kamar..
"Bicara apa sayang? aku hanya belum lapar saja...." Riko mengusap kepala Tasya dengan lembut.
Mereka pun berjalan menuju meja makan
Tasya menyiapkan makanan untuk sang suami dengan rasa bersalah yang masih membebani pikiran.
"Mas maaf atas kesalahan ku tadi malam..." ucap Tasya.
__ADS_1
"Jadi kamu masih memikirkan itu? kamu tenang saja sayang, aku tidak akan memaksa kamu jika kamu belum siap menerima diri ku..." jelas Riko dengan melebarkan senyum.
"Mas, aku boleh minta sesuatu dari kamu?" Tasya mencoba menyampaikan niat hatinya pada sang suami.
"Katakan...." jawab Riko dengan melahap makanan di hadapan nya.
"Aku ingin kita pindah dari kota ini..."
uhuk uhuk...
seketika Riko tersedak dengan kalimat yang baru saja dia dengar.
"Apakah kamu yakin sayang?" Riko menatap tajam mata Tasya dengan mencari kebenaran di dalam mata sang istri.
"Baiklah jika itu sudah menjadi pilihan kamu, nanti akan aku bicarakan pada anak-anak dan jika Revaldi setuju untuk pindah maka kita akan ke EROPA dan memulai kehidupan baru di sana." ucap Riko dengan mengembangkan senyum.
Tasya pun hanya mengangguk dan tersenyum indah.
setelah mereka selesai makan Riko dan Tasya menuju rumah Revaldi untuk memberi tau niatan mereka untuk segera pindah ke negara lain.
"Lalu bagaimana dengan perusahaan pa? aku tidak ingin mengecewakan Opa hendardi...." jelas Revaldi.
"Jika begitu adanya Papa tidak bisa memaksa kamu untuk ikut kami nak, tapi ketahuilah kepindahan ini demi mami kamu...karna dia tak ingin tenggelam dalam bayangan masa lalunya bersama dengan Ayah mu ...." Riko mencoba menjelaskan semua permasalahan.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan mencoba mencari seorang yang tepat untuk menggantikan aku di perusahaan, tapi bagaimana jika Opa kecewa dengan keputusan ini pa? beliau sudah memberikan kepercayaan ini kepada diriku sepenuhnya...." Revaldi merasa bimbang dengan keputusan yang akan dia ambil.
"Papa sudah bicarakan ini dengan Opa dan beliau mengijinkan kamu untuk kembali kesana bersama kami nak. kita juga di beri tanggung jawab yang berat atas perusahaan pusat di EROPA, mari kita pimpin perusahaan bersama-sama..." Riko menjulurkan tangan dengan maksud mencapai suatu kesepakatan.
"Baik tuan saya bersedia..." Revaldi pun menjabat tangan Riko dengan kemantapan hati.
"Terima kasih untuk kalian semua yang sudah menuruti keinginan mami...." sambung Tasya dengan meneteskan air mata.
"Sudahi air mata itu sayang, mulai saat ini mari kita bina rumah tangga yang penuh bahagia...." ucap Riko dengan memeluk Tasya.
"Jadi pingin ikut peluk..." manja Revaldi dengan memeluk ke dua orang tua kandung nya.
Criztine sangat terharu melihat kehangatan di antara mereka yang membuat dia mendekat dan ikut memeluk mereka begitu juga dengan April.
Akhir kisah yang bahagia.
jangan pernah sesali semua yang sudah terjadi di masa lampau, sepahit apa pun itu kita harus terus menjalani dengan penuh kepercayaan kepada tuhan
karna di setiap kelukaan dan kepedihan sesungguhnya tuhan telah menyiapkan kebahagiaan untuk kita.
dan bagi kita para pendosa akan ada saat nya kita bisa merasakan hal yang istimewa saat tuhan telah berkata IYA...
jangan pernah berkecil hati karna masa lalu yang kelam, sesungguhnya mereka yang hidup adalah pendosa dan layak mendapatkan sebuah bahagia.
__ADS_1
happy ending😍😍