HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 220


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Tiba hari dimana Leo mengikat satu janji dalam sebuah kepastian, satu ikatan yang akan memperjelas hubungan keduanya.


Saat ini Leo sudah bersiap dengan di dampingi Risa dan keluarga.


Setelan jas berwarna biru muda menambah ketampanannya, Sedangkan Risa memakai gaun berwarna senada dengan rambut terurai indah...


" Kamu sudah siap?." lirih Leo dengan berjalan bersama dengan Risa, dan di ikuti keluarga.


" Kok sedikit grogi ya..."


Terlihat jelas bahwa saat ini, Risa merasa gugup.


Merasa kekasihnya tidak nyaman, Leo segera menggenggam tangan Risa yabg sudah lebih dulu ada di lengannya. " Aku ada di sini bersama kamu, tidak perlu gugup seperti itu." Ucap Leo dengan senyum di bibirnya.


Risa merasa tenang ketika dia menatap mata Lelaki tercintanya itu..." Aku mencintai kamu, Leonard."


" Woy....sampai kapan kalian berhenti disana? memangnya kaki kami tidak pegal." protes Dimas dari belakang.


Mereka merasa sangat malu, ketika banyak tamu undangan tertawa.


Bagaimana mereka(tamu undangan) tidak tertawa, sedangkan seseorang yang akan bertunangan berhenti di tengah jalan dan salin menatap dengan senyum.


" Leo, aku malu." Lirih Risa dengan kembali menggandeng lengan Leo.


Mereka berdua terlihat sangat serasi, ketampanan terpancar dari wajah Leo, begitu pula dengan Risa.

__ADS_1


Leo dan Risa sampai di titik, dimana dirinya dan kekasih saling melingkarkan cincin berharga mereka...


" Akan ku sematkan satu tanda cinta di antara banyaknya tanda mata." Segera Leo menyematkan cincin di jari manis Risa.


Risa tersentuh dengan kata-kata itu. Senyum di bibir melukiskan betapa berharganya diri Leo untuknya. Selama mengenal cinta, baru kali pertama, Risa merasakan kehangatan dari seorang lelaki.


Sosok seperti Leo adalah idaman bagi para wanita, sikap lemah lembut, dan perhatian, membuat semua wanita meleleh.


Dengan kemantapan hati, Risa menyematkan cincin di jari manis Leo..


Prok prok....


Tepuk tangan riuh mengiringi upacara pertunangan mereka.


" Kamu milik ku." Tiba-tiba Leo memeluk Risa di hadapan mereka semua.


" Leo...." Betapa terharunya Risa saat ini, dia bisa merasakan di miliki seutuhnya.


" Ini baru bener." Ucap Dimas secara tiba-tiba.


Revaldi yang tadinya ingin meraih segelas air di meja, terhenti sejenak. Dia merasa ada kata sindiran dalam ucapan sahabatnya itu...


" Maksud Lo apa?."


Dimas sudah menyangka jika Revaldi akan tanggap dengan ucapannya. Dia pun menggeser kursi lalu berbisik padanya...


" Jodoh tidak pernah salah tempat." Dimas menyeringai.

__ADS_1


" Bicara apa si Lo..." ucap Revaldi, dengan meraih wine dia atas meja.


" Ada apa dengan kalian?." Sambung Jimmy.


Dimas menjelaskan semua itu, hingga Jimmy tertawa terbahak...


Melihat Jimmy tertawa seperti itu, Revaldi dan Dimas saling melempar pandang....


" Dia gila kali ya..." Ucap Dimas.


Revaldi menyentuh dahi Jimmy. " Sepertinya tidak."


" Apaan sih kalian ini..."


" Lagian, Lo kenapa ketawa kek begitu?." Tanya Dimas heran.


" Gua heran sama kisah cinta kalian bertiga..."Jimmy menggeleng kepala. " Coba kalian pikir, Revaldi nikah sama Criztine, dan Leo tunangan sama Risa, dan sebentar lagi Dimas di jodohkan sama Gea. Apa kalian tidak sadar bahwa jodoh kalian hanya di lingkaran yang sama." Ucap Jimmy sembari bersandar di bahu kursi.


" Iya, juga Ya. Baru sadar gua." ucap Revaldi.


Di sela-sela obrolan mereka, Leo datang menghampiri...


" Kalian sedang membahas apa? kelihatannya asik sekali." Tanpa permisi, Leo duduk di dekat Dimas, lalu meraih satu gelas air soda milik Dimas.


" Woy...itu minuman gua."


" Sorry, Sob." Leo menepuk pundak Dimas.

__ADS_1


Mereka berbincang bersama dengan banyolan mereka masing-masing.


Sampai akhirnya acara selesai, dan mereka kembali ke rumah inap mereka.


__ADS_2