HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 140


__ADS_3

"Aku tidak menuntut kesempurnaan dari kamu, karena pada dasarnya kesempurnaan adalah dari bagaimana kita melihatnya. dan aku tidak pernah menilai diri seseorang dari masa lalunya! bagiku yang terpenting adalah bagaimana cara kita bisa menyatukan kekurangan kita demi mencapai suatu kesempurnaan." Jelas Leo.


Risa masih dalam pelukan Leo, tidak pernah dia merasakan suatu kenyamanan dari lelaki lain, bahkan Revaldi tidak bisa membuat dia senyaman saat bersama dengan Leo.


"Mulai saat ini aku ingin selalu bersama kamu.." Risa tenggelam dalam pelukan lelaki yang baru saja membuat dirinya ingin hidup selamnya.


"Sekarang kamu istirahat, pasti kamu lelah. aku ingin mandi dulu...." Leo merenggangkan pelukannya.


Leo pun bergegas membersihkan diri....


"Beruntung sekali jadi Criztine, dia di cintai lelaki sempurna seperti Leo. walaupun saat ini Leo adalah kekasihku, tapi aku masih yakin bahwa dia masih mencintai Criztine. aku sadar di banding dengan Dia, aku tidak ada apa-apanya. apakah dengan semua kenyataan ini bisa membuat Leo bahagia nantinya...?" Lirih Risa dengan semua praduga.


Saat ini Risa merasakan ada sebuah pertempuran dalam dirinya, di satu sisi dia sangat bahagia karena baru saja dia mendapatkan diri Leo.


namun disisi lain dia merasa sedih, karena dia tau ungkapan Leo terhadap dirinya adalah sebuah alat untuk bersembunyi dari kesedihannya....


tidak mudah bagi seseorang yang tulus mencintai lalu melupakannya begitu saja, sesungguhnya bohong jika mereka berkata aku sudah melupakannya.


Tak berapa lama keluarlah Leo dari kamar mandi....


"Kenapa kamu melamun...." Tanya Leo sembari mendekatinya.

__ADS_1


Risa terkejut atas kedatangan Leo yang secara tiba-tiba...


"Aku hanya ingin istirahat...." Risa merebahkan Tubuhnya di atas Ranjang.


"Sementara kamar tamu di bersihkan, kamu bisa tidur disini bersamaku, tapi jangan menggodaku...." Cetus Leo, ia pun menuju lemari kamar dan membawakan piyama tidur miliknya untuk di kenakan Risa.


"Pakai ini..."


"Kenapa harus pakai ini? aku tidak suka piyama panjang macam ini, mending aku pakai ini saja" Cetus Risa.


"Kalau kamu memakai baju itu, maka aku tidak bisa nyaman tidur di samping kamu. kalau kamu tidak mau pakai ini maka kamu boleh tidur di kamar bibi..." Tanpa perduli Leo mengembalikan piyama tersebut.


"Jangan di kembalikan, kalau begitu aku pakai piyama itu." seketika itu Risa beranjak dari ranjang lalu menghampiri Leo.


"Kalau kamu mau memberiku hal buruk, maka lakukanlah sayang." Risa sedikit menggoda dengan kedipan mata nakalnya.


"Dasar bodoh! cepat ganti baju dulu sana."


Risa terkikik geli melihat raut wajah Leo yang merona akibat banyolannya sendiri.


"Kamu mau ngapain?." Tanya Leo saat Risa hendak membuka pakaian.

__ADS_1


"Ganti baju."


"Astaga, Risa, kamu ini wanita dan aku lelaki. tidak sopan berganti pakaian di depanku, cepat ganti di kamar mandi sana." Leo mendorong Risa menuju kamar mandi.


"Biarkan aku berganti disini saja...." Manja Risa kembali menggoda Leo.


"Ingat! kamar bibi atau disini." ancam Leo.


"Lagi-lagi ancaman itu. huh, menyebalkan!." kesal Risa sembari masuk dalam kamar mandi.


Dasar wanita liar! tapi kenapa di dekatnya aku merasakan sesuatu hal yang berbeda? apakah aku benar-benar menaruh hati terhadapnya?...


Drt drt...


ponsel Leo bergetar..


Leo meraih ponsel lalu berjalan menuju balkon kamar.


disana dia mengangkat telpon dari salah satu sahabat dokter yang tidak lain adalah Dokter Tina.


Siapa Dokter Tina?

__ADS_1


mari simak kelanjutannya.....


__ADS_2