HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 278


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Dimas dan Gea kembali ke negaranya. Namun ketika mereka berpamitan ke rumah Raka, Gilang menangis tak ingin jauh dari Ayahnya. Gilang menangis sejadinya sampai Dimas tidak tega melihat putranya seperti itu. Dengan kesepakatan bersama akhirnya Raka mengijinkan Gilang kembali bersama Dimas. Tapi, Lily tidak terima dan mengancam akan menyakiti Gea dengan senjata tajam di tangannya. Di saat seperti itu kebetulan keluarga Hendarman datang berkunjung dan langsung melaporkan Lily pada pihak keamanan setempat.


Tak berapa lama datanglah beberapa polisi lalu membawa paksa Lily.


" Jangan bawa Mami...." Gilang berlari mencoba menghentikan para polisi itu supaya tidak membawa maminya pergi.


" Gilang, dengar Papi..." Dengan segera Raka meraih tangannya. " Biarkan mami menebus perbuatannya, dengan begitu mami kamu akan sadar bahwa dia bersalah." Jelas Raka. Namun anak seusia dia tidak dapat mengerti sedikit pun, karena baginya yang paling penting adalah bisa kembali mendapatkan maminya.


" Semua karena Ayah. aku benci ayah." Gilang marah dan berlari menuju kamarnya.


" Gilang dengarkan Ayah, keluar nak." Dimas menggedor pintu kamar Gilang.


" Dimas....biar aku urus Gilang. Kamu obati luka Gea dan kembalilah ke Apartemen dulu. Nanti biar orang ku menunda keberangkatan kalian." Jelas Raka seraya menepuk pundak adik iparnya.


Dimas mengangguk lalu menuju tempat istrinya berada. Gea mengalami luka di bagian lengan karena dia berusaha melepaskan diri dari Guratan pisau di lehernya itu, namun tanpa sengaja pisau itu malah jatuh dan menggores lengannya.


" Biar aku bantu obati." Dimas membantu istrinya mengobati luka itu dan segera membawanya ke rumah sakit takut infeksi.


" Kita ikut..." Ayah dan bunda Gea terlihat khawatir dengan keselamatan putrinya.

__ADS_1


Setelah sampai di Rumah Sakit, Gea segera di tangani dengan cepat.


" Semua ini karena Raka salah memilih wanita. Sedikit saja dia menyakiti putriku, maka dia berurusan dengan aku." Ketus Ayah Gea dengan mengepal tangan.


Kejahatan tidak akan menang menghadapi dunia. Kerena dunia tidak akan membiarkan yang jahat berkuasa di atas langit, sedangkan yang benar selalu di injak.


" Ayah, Gea baik-baik saja. Mungkin semua yang Gea dapatkan adalah buah dari kejahatan Gea dulu. Ayah tidak boleh dendam padanya, karena bagaimana pun Bang Raka sangat mencintai dia. Dan lagi setiap orang bisa berubah oleh waktu." Ucap Gea yang berusaha turun dari ranjang Rumah Sakit dan di bantu Dimas.


" Tapi dia berhak di hukum sayang." Sambung Ibunda Gea.


" Gea tau, Bun. Tapi tolong jangan buat dia menderita. Sebab Bang Raka akan hancur dengan semua ini, biar Bang Raka sendiri yang memutuskan semua ini."


" Suami kamu benar, nak." Ayah Gea mendekat lalu memeluk putri tercintanya.


" Kami adalah hidup kami. Jika terjadi sesuatu padamu, kita tidak akan bisa tenang sayang. Lukamu adalah derita bagi kami."


Melihat anak dan ayah saling berpelukan, Ibunda Gea pun ikut memeluknya di susul dengan Raka yang datang tiba-tiba.


" Bang Raka?" Betapa terkejutnya Mereka saat Raka ikut berpelukan bersama.

__ADS_1


" Dimana Gilang?"


" Dia ada sama Dimas." Jelas Raka.


Tanpa mereka sadari Dimas keluar saat Raka muncul dari balik pintu dan memberinya kode supaya keluar dan menjaga Gilang yang sudah sedikit tenang.


Dimas yang saat itu merasa sedikit kesulitan menghadapi amarah Gilang, perlahan membuat Gilang dengan menjelaskan beberapa hal yang mudah di pahami anak seusia dia.


" Gilang sayang Ayah." Dengan berderai air mata bocah itu memeluk Dimas dengan erat.


**Terima kasih sudah mengikuti kisah mereka dalam suka dan duka.


Saya Eka Nur Hastaman, mengucapkan terima kasih atas kesetiaan kalian semua dalam kisah berjudul HASRAT.


Dengan ini saya akhiri kisah mereka semua...


HASRAT sudah benar-benar tamatπŸ™πŸ™


Salam hangat dari saya...

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹**


__ADS_2