
Dari kejauhan Mbok Inah melihat sosok wanita di dalam mobil yang baru saja di tinggalkan laki laki tampan itu. Dalam pikiran mbok Inah, mungin dia adalah pasien Damar. Dengan pakaian menggunung, Mbok Inah berjalan mendekati mobil itu. Kebetulan tempat jemuran ada di belakang rumah, dan tidak sengaja mbok Inah lewat samping karena pintu belakang tertutup. Di karenakan pakaian terlalu banyak, mbok Inah memutuskan lewat pintu samping yang terhubung langsung dengan dapur.
"Siapa mereka? kenapa yang laki masuk yang cewek masih di mobil..." Mbok Inah meletakkan jemuran tadi di atas meja, lalu bergegas menuju mobil tersebut.
Tok tok...
Mbok Inah mengetuk kaca mobil. Ketika kaca mobil terbuka, betapa terkejutnya mbok Inah, melihat wanita bercadar masih berbalut gaun pengantin yang sangat indah. Semerbak harum dari parfum wanita itu seolah menggumpal di dalam mobil, hingga ketika kaca mobil terbuka baunya menyebar begitu saja. Bau wangi itu tidak menusuk tenggorokan mau pun menyakiti hidung, aroma manis yangvterasa sangat sejuk.
Pandangan wanita itu sangat indah, meski hampir 90 persen tubuhnya di balut busana musliman. Mbok Inah menyampaikan kekaguman malalui pandangan mata
Subhanallah, apa ini yang di namankan bidadari surga...
"Bu, Ibu. Ada yang bisa saya bantu..." Santun Alisya.
Seketika lamunan mbok Inah teralihkan olehnya "Eh, màaf. iya, non...."
Alisya mengulurkan tangan yang masih berbalut dengan sarung tangan senada dengan busana yang di kenakannya.
__ADS_1
"Perkenalkan, nama saya Alisya."
mbok Inah pun menjabat tangan Alisya
"Panggil saja mbok Inah. Saya bekerja di sini. Nona sendiri kenapa ada di sini? kenapa tidak ikut masuk..."
"Saya di sini saja. Sebentar lagi suami saya kembali..."
"Lho kenapa tidak ikut masuk, biar Mbok temani masuk.."
Alisya menggeleng kepela "Tidak usah mbok, terima kasih. Saya tunggu di sini saja. Suami saya sebentar lagi keluar, beliau hanya mengembalikan tas pemilik rumah ini" Jelas Alisya dengan lemah lembut.
"Oh, iya. Saya baru ingat waktu itu nona pergi ke acara pesta, terus pulang tidak bawa tas, apa mungkin..."
"Tasnya tertinggal di meja, kebetulan rumah kami searah. Jadi, Kami putuskan mwngembalikan tas beliau" Tutur Alisya.
"Oh, kalau begitu terima kasih banyak. Non Olive memang suka ceroboh orangnya..."
__ADS_1
mbok Inah melihat jas penganting menggantung di bangku depan, sedangkan sang mempelai wanita duduk anggun di belakang.
Baru kali ini ada pasangan pengantin baru menikah langsung ke rumah untuk sekedar mengembalikan tas...
Mbok Inah tersenyum "Kalau begitu mbok, lanjut kerja lagi, ya non." Mbok Inah pun kembali memungut pakaian keringnya lalu kembali masuk ke dalam.
Alisya mengeratkan kedua tangannya sembari sedikit bermain jari "Ya Allah. Apakah dosa jika saya merasa cemburu..." Hati Alisya sangat gelisah mengingat suaminya berkunjung ke rumah seorang wanita, yang mana dulunya mereka mempunyai hubungan.
"Astagfirullah...." Perlahan Alisya mengelus dada. Ia sadar hatinya telah di kendalikan setan. Saat ini dalam hatinya ada kegelisahan sampai sulit baginya untuk berfikir positive. Dalam diam Alisya memilih bertasbih kepada sang pencipta, untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Di sisi lain ada Gilang tengah memberikan tas slempang milik Olive "Saya ingin mengembalikan ini...." Seraya menyodorkan tas.
Olive menerimanya"Terima kasih..." Ia pun mengecek barang barangnya.
"Bagaimana kqmu bisa menemukan tas istri saya?" Heran Damar seraya melihat tas yang di bawa istrinya.
"Kebetulan saya melihatnya tergeletak di jalan, jadi saya pikir itu milik seseorang di sana. Setelah saya tanya pada orang di sekitar sana dan tidak ada yang mengaku. Akhirnya saya putuskan membuka tas ini lalu saya temukan KTP ini."Jelas Gilang bersembunyi di balik kebohongan.
__ADS_1
"Bukankah anda sedang menggelar acara pernikahan, kenapa bisa anda di jalan?" Desakan Damar membuat Olive sesak nafas.