
Tepatnya hari itu Criztine berbelanja di sebuah mini market.
Ia membeli beberapa kebutuhan sehari-hari dan juga susu ibu hamil.
Bruk....
Terdengar ada sesuatu yang jatuh, Criztine mencari asal mula suara itu.
Betapa terkejutnya Criztine saat ia melihat Risa tengah membereskan beberapa barang yang terjatuh di lantai.
" Isa, kamu disini?."
Seketika saja Risa mendongak lalu menatap wajah Criztine.
" Criztine." ucap Risa.
" Sejak kapan kamu ada di sini? bukankah seharusnya kamu ada di Eropa."
Risa kebingungan harus menjawab seperti apa, karena kepulangannya sengaja tidak memberi tau Criztine.
Ia datang saat pemakaman ayah Criztine, namun dia hanya mampu melihat dari kejauhan.
Sebenarnya saat itu Risa lebih dulu berada di Indonesia.
Pertama kali datang, ia ingin menemui ayah Criztine dengan membawa sebuah bingkisan dari ayahnya.
__ADS_1
Namun saat tiba di depan rumah, ia melihat ada seorang wanita tengah bercakap-cakap dengan beliau.
Kerena curiga akhirnya Risa mengikuti ayah criztine. Sampai pada akhirnya mereka sampai di sebuah cafe.
Anehnya di tempat itu hanya ada beberapa pelayan dan satu wanita cantik duduk bersama dengan mereka.
Curiga atas semua itu, akhirnya Risa menyelinap masuk lalu bermain mata pada salah satu pegawai disana.
Dia memberi beberapa lembar uang lalu memintanya untuk memberikan seragam kerja lalu Risa menyamar menjadi pelayan tersebut.
Risa menyuguhkan hidangan di depan mereka, saat Risa sadar ada hal aneh yang mencurigakan, dia mulai mencari ide nakal.
Saat para pelayan kembali bekerja, Risa mengamati mereka dengan cara berpura-pura terjatuh.
Tidak di sangka Risa melihat tangan wanita tua itu membawa sebotol obat yang dia genggam di bawah meja.
Sepertinya beliau sedang menerima telepon.
Di saat itulah mereka menuangkan racun ke dalam minuman Ayah criztine.
Risa terkejut atas tindakan mereka, namun saat ia hendak melangkah tiba-tiba saja dirinya di kejutkan oleh salah satu pegawai disana yang meminta Risa untuk masuk lalu kembali bekerja.
Tak berapa lama mereka meninggalkan cafe dengan sangat tergesa-gesa.
Risa melihat mereka telah membawa Ayah Criztine masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Tak habis akal, Risa pun mengambil sempel minuman tersebut lalu pergi mengikuti mereka dari belakang.
Belum sempat ia melakukan pengecekan, tiba-tiba saja dia menabrak gerobak tukang bakso yang melintas di depannya.
Kejadian itu membuat Risa terhalang dan dia harus membereskan urusan itu sesegera mungkin.
Bahkan tukang bakso itu sulit untuk di tangani, dia membawa Risa ke hadapan masyarakat jika dia tidak memberikan uang ganti rugi yang telah di tetapkan oleh tukang penjual bakso tersebut.
Karena panik dengan dua masalah, Risa pun marah dan semakin mengikatnya lebih jauh.
Risa di tahan oleh pihak berwajib selama empat jam lamanya, dia di tahan karena ucapan kasar yang ia lontarkan.
Beberapa saat setelah si tukang bakso meminta ganti rugi dan Risa membayarnya di depan anggota kepolisian.
Akhirnya kasus itu selesai.
Risa panik lalu berlari menuju mobil dan segera mencari jejak mereka. Saat ia sampai di depan rumah Criztine, ia melihat banyaknya orang disana.
mereka saling berteriak melihat ayah Criztine tergeletak di depan rumah.
Mereka mengira beliau terkena serangan jantung dan meninggal secara tiba-tiba.
Risa yakin semua itu pasti ulah dari dua manusia tadi, pada akhirnya ia menuju rumah sakit lalu melakukan pengecekan pada sempel minuman itu.
Benar saja di dalam minuman itu terdapat zat kimia yang berlahan mematikan.
__ADS_1
Risa menangis lalu meminta salah satu orang untuk memberi tau Revaldi akan semua bukti yang telah ia dapatkan.