
Risa dan leo..
Pagi itu Leo sengaja berkunjung ke ruang rawat Risa dengan masih mengenakan pakaian Dokter..
"Selamat pagi nona Risa, bagaimana hari anda?." Sapa Leo dengan mendekati Risa.
"Pagi Dokter Leo. tentunya hari-hari saya lebih baik dari anda....hahahaha." Risa tertawa lepas.
"Apa kamu bodoh? sampai-sampai kamu rela menabrakkan diri hanya untuk mendapatkan Revaldi...ck ck ck...segitu cintanya sampe jadi gila kek gini." cetus Leo dengan menggelengkan kepala.
"Lebih gila mana aku atau kamu Dokter Leonard? bukankah kamu yang merekayasa tentang amnesia ku ini. sampai kamu merendahkan harga diri kamu sebagai seorang Dokter, hanya demi seorang wanita yang telah bersuami....hahaha, kita sama-sama gila karna cinta Dok. cinta itu butuh perjuangan, dan sakit ini adalah kebahagiaan yang aku dapat..." Risa tersenyum bangga dengan semua sandiwaranya.
"Enak saja jelas aku beda sama kamu, kamu tau tidak? tindakan kamu bisa mengancam nyawa kamu sendiri nona Risa.." Ucap Leo dengan bergegas pergi.
"Biarin, yang penting Revaldi kembali ke pelukan ku lagi!" jawab Risa dengan lantang.
Leo tak menghiraukan semua ocehan Risa.
__ADS_1
Dia memilih untuk segera pulang dan istirahat, karna dia sangat kewalahan dengan banyaknya pasien yang datang silih berganti...
"Capek banget hari ini, kepingin cepet pulang deh..." gumam Leo dengan menuju ke mobil mewahnya.
Sebelum Leo pergi dari parkiran, Revaldi lebih dulu menghadang mobil Leo...
"Woy...minggir, mau mati lo ya?" bentak Leo dengan lantang.
Revaldi turun dari mobil.
"Turun lo.." cetus Revaldi.
"Gua mau kita bicara sekarang, lo ikut gua..." ucap Revaldi dengan menyeret lengan Leo.
"Oke, oke gua ikut Lo. tapi lepasin dulu..." Leo melepaskan tangan Revaldi.
Mereka pun masuk ke dalam mobil pribadi milik papanya Revaldi yang sengaja dia pakai setelah mengantar papanya ke bandara....
__ADS_1
"Mau ngomong apa sih lo?." ucap Leo
"Jelaakan semua tentang hubungan diantara Lo dan Criztine...benarkah jika istri gua adalah wanita yang selama ini Lo cari-cari?" Revaldi menatap tajam mata Leo.
"Gua udah bilang kalau Criztine itu mantan gua, tapi Lo aja yang gak percaya sama omongan gua. Lo mikir gua cuma bercanda, ya sudah itu bukan salah gua tapi salah Lo sendiri yang tidak percaya sama pengakuan Gua..." Sambung Leo dengan santainya.
"Jangan deketin istri gua lagi, kalau tidak jangan salahkan gua jika persahabatan kita akan berakhir..." ancam Revaldi.
"Revaldi, sadarkah kamu jika hati kamu saat ini juga belum bisa melupakan Risa, kenapa kamu harus mengikat Criztine di dalam kisah cinta mu bersama Risa. biar Criztine bahagia bersama dengan ku. karna aku lebih pantas untuk berada di sampingnya dari pada kamu, kamu hanya membuat dia menangis di sepanjang waktu. Criztine tersiksa dengan sikap kamu selama ini, jika kamu hanya menjadikan dua wanita sebagai bahan mainan mu, maka aku yang akan mengambil Criztine dari tangan kamu...dan kamu bisa memulai hidup dengan Risa kesayangan kamu itu...!" jelas Leo.
"Brengsek, bilang apa Lo barusan? jangan macam-macam sama Criztine karna sekarang aku dan dia telah berbaikan dan asal kamu tau cinta Criztine hanya untuk ku dan aku pun mencintai dia...jadi tolong jangan ganggu hubungan kami." Cetus Revaldi.
"Kita Lihat saja kamu mampu berapa lama membuat dia tersenyum, setelah itu kamu pasti akan menyakiti dia lagi..dan di saat dia menangis maka disitulah kesempatan ku untuk mengambil hati dan cintanya kembali." ucap Leo dengan bergegas keluar dari mobil Revaldi.
"tidak akan ku biarkan dia menangis lagi. Lo tidak akan dapetin dia..." bentak Revaldi.
"Kita lihat saja nanti...oh iya Risa lagi butuh kamu loh..." Ucap Leo dengan berjalan menjauhi Revaldi.
__ADS_1
"Sialan...Dia pake sebut nama Risa dan menjadikan Risa titik lemah hidup ku, kalau saja Risa tidak amnesia maka aku tidak mau mengurusi dia lagi. tapi mau gimana lagi yang dia ingat hanya aku dan Criztine, jadi mau tidak mau aku harus membantunya mengembalikan ingatannya...!" cetus Revaldi dengan memukul stir mobil.