
...Perhatian!...
...Sebelum membaca, mohon izinkan saya memberitahu kalian semua kalau cerita ini hanyalah fiksi!...
...Cerita ini tak ada hubungannya dengan dunia nyata dan tak bermaksud untuk merendahkan suatu negara ataupun menyinggung pihak manapun!...
...Mohon sikapi dengan bijak, karena cerita ini memang mengambil setting suatu negara, tapi bukan Indonesia, ya! Anggap saja negara itu adalah negara khayalannya Author :)...
...Dan cerita ini eksklusif di platform Noveltoon/Mangatoon! Yang artinya, cerita ini hanya ada satu-satunya di platform tersebut!...
...Jika kalian menemukan cerita ini berada di tempat lain ataupun platform lain, dimohon untuk langsung melaporkannya ke saya, ya!...
...Terimakasih atas perhatiannya dan selamat membaca~...
...—oOo—...
Brum, brum...
Sebuah mobil sport berwarna abu-abu melaju kencang saat memasuki area mansion mewah.
Mansion bergaya Eropa itu sangatlah megah, sehingga kemegahannya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Dan di belakang mobil sport itu, terdapat empat buah mobil sedan berwarna hitam mengiringinya. Lalu, mobil itu pun akhirnya berhenti begitu sampai di tempat tujuannya, bersama dengan empat buah mobil yang mengikuti di belakangnya.
Mesin mobil dimatikan, tak lama kemudian, pintu mobil terbuka diikuti dengan kemunculan sosok pria tampan yang keluar dari dalam sana.
"Selamat datang, Tuan Muda...," ucap Butler dan semua maid yang bekerja di kediaman pria itu serentak.
Lalu, mereka semua pun membungkukkan sedikit badan mereka sebagai tanda hormat saat pria yang mereka sebut 'Tuan Muda' itu berjalan melewati mereka semua.
Sudah menjadi rutinitas harian mereka yang bekerja di kediaman pria itu berbaris rapi seperti ini untuk menyambut kepulangan sang majikan.
Alio Wilson—adalah nama pria tersebut dan saat ini, ia berusia 22 tahun. Alio merupakan keturunan generasi ketiga dari keluarga konglomerat terkemuka 'Wilson' dan ia juga merupakan kandidat terkuat untuk menjadi penerus keluarga selanjutnya.
"Dimana gadis itu?" tanya Alio dingin pada Sebas begitu memasuki mansion, lalu melepas jas hitam yang ia kenakan dan memberikannya kepada Sebas.
Sebastian—atau pria paruh baya berusia 40 tahun yang sering dipanggil Sebas itu adalah seorang butler di kediaman Alio Wilson.
Sebas dan keluarganya sudah melayani keluarga 'Wilson' dari generasi ke generasi selama lebih dari 100 tahun.
"Gadis itu berada di dalam kamar Anda, Tuan Muda," jawab Sebas sopan.
__ADS_1
Sebas membungkukkan sedikit badannya begitu menerima jas yang diberikan Alio padanya.
Setelah mendengar jawaban dari Sebas, Alio pun mengangguk, lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"Sudah dipastikan kalau gadis itu akan hamil, kan?" tanya Alio kembali dengan suaranya yang dingin. Namun, kali ini Alio bertanya bukan pada Sebas—melainkan kepada Lay Hason—yang kini berjalan di sampingnya.
Lay Hason (22 thn) merupakan sahabat sekaligus dokter pribadi Alio.
Pria yang kerap dipanggil Dr. Lay itu berhasil lulus kuliah kedokteran lebih awal sebagai lulusan terbaik karena memiliki otak yang sangat pintar—sama seperti Alio.
"Ya, gadis itu pasti akan hamil karena dia memiliki rahim yang sangat subur," jawab Dr. Lay cepat sambil tersenyum dan menyeimbangkan langkah kakinya dengan langkah kaki Alio.
"Bagus," balas Alio sambil tersenyum karena sangat puas dengan jawaban itu.
...—oOo—...
Beberapa saat kemudian...
Tak terasa, Alio, Sebas dan Dr. Lay, akhirnya tiba di depan sebuah kamar yang dijaga ketat oleh beberapa bodyguard.
Lalu, salah satu bodyguard yang sedang berjaga melihat kedatangan sang atasan dan langsung membukakan pintu kamar tersebut.
Tap ... tap ... tap…
Alio masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu dan diikuti oleh Sebas dan juga Dr. Lay dibelakangnya.
Di dalam sebuah kamar yang luas dan mewah—Alio melihat seorang gadis cantik yang terbaring lemah dan tak berdaya di atas ranjang berukuran king size miliknya.
Gadis itu berusaha keras agar tetap sadarkan diri ketika melihat beberapa sosok pria berperawakan tinggi datang memasuki ruangan.
"Apakah dia, gadis yang akan melahirkan anakku?" tanya Alio dengan suara yang dingin, tapi menenangkan.
"Benar, Tuan Muda. Nama gadis itu adalah Olivia Stein, usianya 18 tahun dan dia merupakan Nona muda pertama dari keluarga Stein," jawab Sebas cepat.
Karena saat ini penglihatan Olivia buram, ia tidak bisa melihat dengan jelas—siapa dan bagaimana wajah para pria yang saat ini sedang berbicara. Ia hanya samar-samar mendengar suara mereka saja.
"Dia juga merupakan gadis pilihan yang berhasil lulus tes untuk melahirkan anakmu," timpal Dr. Lay.
Setelah mendengar itu, Olivia langsung tersentak kaget dan jantungnya langsung berdebar sangat kencang.
Sekarang, yang Olivia rasakan adalah perasaan takut, bahkan sangat takut!
__ADS_1
Sedangkan Alio yang sedari tadi memandang Olivia, langsung menyeringai saat melihat gadis itu tersentak.
Entah kenapa, hasrat binatang buas milik pria itu yang selama ini terpendam, seolah-olah tak sabar lagi untuk segera meniduri gadis itu!
Lalu, Alio pun berjalan perlahan mendekati Olivia dan duduk di tepi ranjang selama beberapa saat.
Namun, saat ingin memulai aksinya, Alio merasa sangat kesal karena semua anak buahnya masih berada di dalam kamarnya!
Semua anak buah Alio hanya diam ditempat tanpa suara seolah-olah sedang menunggu perintahnya.
"Keluar!" titah Alio dengan suara dingin, mengusir semua orang yang ada di dalam kamarnya.
Setelah mendengar titah Alio, semua orang yang ada di kamar tersebut pun langsung pergi tanpa suara. Mereka semua pergi meninggalkan Alio dan Olivia berduaan saja di dalam kamar, seolah-olah tak akan ada yang terjadi malam itu!
Setelah semua orang pergi, kamar Alio langsung hening seketika.
Lalu, Alio kembali menatap Olivia dengan tatapan dingin dan tangannya bergerak lembut menyingkirkan rambut yang saat ini menghalangi wajah cantik gadis itu.
"Olivia Stein…," panggil Alio dengan suara rendah yang sukses membuat Olivia terkejut saat namanya keluar dari mulut pria itu.
Tubuh Olivia gemetar ketakutan dan kini otaknya dipenuhi dengan banyak sekali pertanyaan.
Siapa dia sebenarnya? Bagaimana dia bisa tahu namaku? Apa kita saling mengenal sebelumnya? batin Olivia bertanya-tanya dan masih berjuang keras agar tetap sadarkan diri.
Lalu, Olivia menepis tangan pria itu kasar, karena ia bukanlah gadis bodoh yang tak bisa memahami situasinya saat ini.
"Kalau kau berani macam-macam denganku, aku akan teriak!" ancam Olivia yang takkan pernah membiarkan pria manapun menyentuh dirinya termasuk tunangannya.
Namun, bukannya takut, pria itu malah tertawa geli saat mendengar ancaman Olivia.
"Silahkan saja dan jangan lupa teriaki namaku saat kau merasakan kenikmatan...," bisik pria itu sensual tepat di telinga Olivia.
"Namaku...," lalu, tangan pria itu pun mulai bergerak lembut menyentuh tubuh Olivia.
—Bersambung—
***
Hai semuanya, terimakasih banyak untuk kalian semua yang sudah mampir dan meluangkan waktu kalian untuk membaca cerita ini :)
Perkenalkan, aku DARK ROSE … terserah kalian mau panggil aku apa senyaman kalian saja.
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, komen dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya~
Thank you so much and see you next chapter~