
Saat Alea melakukan aksi berbahaya itu—Alea menatap Digo dengan tajam, sambil memberi pria itu peringatan.
"Menyedihkan!" ucap Digo lalu ia menurunkan tangan anak buahnya yang kini menodongkan pistol di kepala Alea.
"Kalau kamu mau mati, bunuh diri saja! Tetapi, sebelum kamu memutuskan untuk bunuh diri, ingatlah, kalau kamu masih memiliki nilai, jadi jangan sia-siakan nyawamu!"
Agar mempertahankan nyawa Alea—Digo pun harus mempertimbangkan setiap tindakannya dengan sangat hati-hati—sebelum mengambil keputusan.
"Bastard!" rutuk Alea marah dengan perlakuan kasar Digo padanya.
Lalu, Digo mengakui dengan suara dingin. "Ya, aku memang bajingan!"
Setelah itu, tangan Digo pun semakin bermain liar di tubuh Alea.
"Singkirkan tanganmu itu, bajingan!" seru Alea yang terus berusaha mendorong tubuh Digo itu menjauh darinya.
"Lepaskan aku, bajingan!" teriak Alea berjuang sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari pria itu, tapi pria itu tak bergeming.
Lalu, Digo menggendong Alea ala—Fireman's Carry.
Alea memberontak—tapi Digo malah semakin kasar dengan meremas pantatnya dan membuka pintu mobil.
Setelah itu, Digo pun melempar tubuh Alea ke kursi penumpang lalu melonggarkan dasinya.
Alea sangat marah atas perlakuan kasar Digo yang tak bisa menghormati privasinya.
Alea pun merasa kalau ia harus bertindak untuk memperoleh kembali kendali atas dirinya, lalu ia mencari cara untuk bisa melepaskan diri dari situasi ini.
__ADS_1
Namun sayang ... Alea terjepit di bawah tubuh Digo.
"Kamu itu sangat istimewa bagiku," ucap Digo sambil membelai lembut pipi Alea.
"Kalau kamu meninggalkanku, seperti terakhir kali, aku akan merasa sangat kesepian," lanjut Digo menjelaskan.
"Tapi, aku datang untuk mengakhiri hubungan kita!" sahut Alea tegas.
"Jadi, kau datang hanya untuk mengucapkan selamat tinggal? Lalu, apa gunanya kamu datang jika kamu akan pergi setelah ini?" tanya Digo dengan rasa tak percaya.
"Aku sudah mencintai pria lain, Digo!" jawab Alea tegas.
Mendengar pernyataan itu Digo pun langsung tertawa terbahak-bahak. "Kamu berbohong!"
"Aku tidak berbohong!"
"Yang jelas pria itu baik dan tidak kasar!" jawab Alea tegas.
"Lalu, kenapa kamu tidak berani menatap mataku, hah!?" lanjut Digo sambil menatap Alea tajam.
"..."
"ALEA WILSON!" teriak Digo, memanggil nama Alea.
Alea menggigit bibirnya, karena kesabarannya hampir habis.
Cup!
__ADS_1
Lalu, Digo ******* bibir Alea—dengan sangat bergairah. Pria itu bahkan—hampir merampas semua oksigen yang Alea miliki.
Dan ciuman itu juga, mengingatkan Alea pada kenangan buruk sepuluh tahun yang lalu!
Alea mendorong tubuh Digo kuat dan berhasil memaksa pria itu menghentikan ciumannya.
"Hentikan Digo! Hubungan kita sudah berakhir sekarang!" sergah Alea.
"Tutup mulutmu! Aku tak ingin mendengarnya lagi, Alea! Dan satu hal lagi—yang harus kamu ingat!" murka Digo.
"Selamanya kamu akan tetap menjadi milikku! Kalau kamu tidak menyukai caraku, kill me! So I can really end it all!" lanjut Digo kejam.
Alea merasa sangat kesal dan merasa sangat terhina atas perlakuan Digo padanya!
Dan tim Jaguar yang menyaksikan adegan itu langsung bergegas menyelamatkan Alea!
Digo memberikan perintah pada bawahannya, untuk menangani Tim Jaguar.
Segera bawahannya Digo melaksanakan perintah sang atasan!
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~
__ADS_1