
Tempat tidur ini lebarnya tak lebih dari 1,5 meter.
Sebelum Alio datang, Olivia dan Olvi masih memiliki banyak ruang untuk bergerak dengan bebas.
Namun, setelah pria itu datang dan berbaring, Olivia merasa tempat tidurnya menjadi sangat sempit.
Seketika, Olivia menahan napas dan tubuhnya jadi sekaku batu.
Karena Alio baru selesai mandi, jadi ada aroma sabun mandi berasal dari tubuh pria itu dan baunya sangat menyegarkan
Olivia mencoba berbaring rata dan tak bergerak sama sekali, ia takut kalau-kalau sampai salah sentuh.
Sementara Alio berbaring dengan tubuh miring menghadap Olivia agar muat di tempat tidur.
Karena itu, telinga Olivia menempel di dada pria itu.
Mereka lebih dekat dari sebelumnya dan Olivia bisa mendengar detak jantung Alio yang kuat dan stabil dengan jelas.
Selain itu, Olivia takut pria itu juga mendengar detak jantungnya yang berdebar kencang.
"Mama! Mama masih belum memberitahuku, selain tidur bersama, apalagi yang harus dilakukan agar bisa melahirkan bayi?" Olvi masih penasaran.
Rasanya, Olivia ingin sekali membuang bocah kecil yang super kepo ini ke laut saja!
"Mama tidak tahu, jangan tanya mama lagi!" tolak Olivia pura-pura tidur.
__ADS_1
Olvi mengerutkan alisnya, tampaknya ia tak menyukai sikap acuh tak acuh Olivia.
"Maka kamu bisa bertanya langsung pada Papamu," ucap Olivia pelan dan melirik pria yang berbaring di dekatnya.
Alio berbaring miring dengan satu tangan di bawah kepalanya.
Dari sudut pandang Olivia, ia hanya bisa melihat rahang bawah pria tampan itu dan … jakun yang seksi.
Benar-benar tak adil, Alio tak hanya memiliki status dan kekuasaan yang tinggi, tapi pria itu juga memiliki wajah tampan yang sempurna.
Sepertinya Alio merasakan tatapan tajam Olivia, jadi pria itu menggerakkan tubuhnya.
Kemudian membuka matanya dan melihat ke bawah hingga mata mereka berdua saling bertemu.
Hah?
Wajah Olivia memerah lagi, mengapa pria ini bertanya padanya?
Olivia batuk kecil sambil berpura-pura terlihat tenang. "Terserah, kamu bisa memberitahunya jika mau. Lagipula, aku tidak tahu apa-apa."
"Kau … benar-benar tidak tahu?" suara Alio agak lembut dan napasnya yang panas terasa menerpa telinga Olivia, seperti bulu yang menggelitik telinganya.
Bulu mata Olivia bergetar, karena sangat gugup ia memilih mengabaikan Alio.
"Papa, kalau begitu beritahu aku!" Olvi mengalihkan pandangan penasarannya ke Alio.
__ADS_1
Olivia berpikir ia tak bisa diam saja, bagaimanapun ia harus menjelaskannya dengan serius.
"Tidur bersama seperti ini tidak cukup!" jelas hanya sampai situ saja agar Olvi berhenti penasaran.
Dan yang menjengkelkan bagi Olivia, putranya itu tidak berhenti bertanya dan terus penasaran.
"Jadi, bagaimana cara melakukannya?"
"Mungkin untuk mempunyai bayi, hanya ketika dua orang tidur bersama."
"..."
Olivia benar-benar bingung dan putus asa. Apakah ia... mengajari putranya yang polos itu pendidikan ****? Tapi … bukankah ini terlalu dini?
"Hanya Papa dan mama?" Olvi memutar matanya dan berpikir sejenak, lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan dengan cepat masuk ke dalam selimut.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1