Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 197


__ADS_3

Olivia pulang naik taksi, ia memegang sabuk pengamannya dengan erat, karena kecelakaan itu ia masih memiliki rasa takut yang masih melekat.


Saat Olivia masuk ke kediaman Presiden dalam keadaan berantakan, Sebas melihatnya dan berjalan menghampirinya."Nyonya, akhirnya Anda pulang."


"Tuan muda pergi ke sekolah, kan?"


"Ya, Tuan muda meninggalkan rumah di pagi hari seperti biasanya."


Olivia sedikit mengangguk, ia ingin bertanya lebih banyak tapi akhirnya ia hanya berkata. "Tolong minta chef membuat sup untuk saya dan disimpan dalam wadah, saya akan mengambilnya setelah mandi."


"Baik dimengerti."


Kemudian, Olivia naik ke lantai atas untuk mandi, setelah itu baru ia merasa segar dan nyaman.


Olivia mulai mengemas perlengkapan mandi dan beberapa pakaiannya.


Saat wanita itu berkemas, ia merasa tak nyaman seolah-olah seseorang sedang memperhatikannya.


Begitu Olivia menoleh ke belakang, ia mendapati Alio berdiri di ambang pintu dengan wajah dingin.


Tatapan pria itu tampak tajam dan gelap, seperti pedang yang ingin menusuknya.

__ADS_1


Olivia merasa merinding, ia tak pernah berpikir kalau Alio mungkin ada di rumah sekarang.


"Kenapa kau pulang? Untuk apa?'' tanya Alio dengan nada dingin lalu membanting pintu menggunakan kakinya.


BRAK!!


Suara keras itu membuat Olivia terkejut dan setelah itu Alio meraih lengan Olivia dan langsung menarik wanita itu.


Olivia tak tidur nyenyak semalam, meskipun ia merasa lebih baik setelah mandi, ia masih kelelahan dan merasa lemah.


Oleh karena itu, Olivia langsung menabrak dada Alio saat pria itu menyeretnya.


"Pak Presiden, apa yang Anda lakukan?"


Sudah ada rasa sakit yang tersumbat di dalam hati Olivia, apalagi saat menerima perlakuan pria itu, ia tak bisa lagi menahan kekesalannya.


"Apa yang aku lakukan? Aku ingin tahu apa yang kamu lakukan tadi malam?!" marah Alio menarik Olivia lebih dekat dengan dirinya.


Tubuh lemah Olivia dipaksa menempel erat pada pria itu, Alio menggunakan tangannya yang lain untuk meraih dagu Olivia dan mengangkat wajah wanita itu dengan kasar. "Kau pikir itu lucu membuatku menunggumu dari waktu ke waktu, hah?"


Jelas, Alio sangat marah dan setiap kata yang keluar dari mulut pria itu terdengar dingin dan menakutkan.

__ADS_1


Olivia menggunakan tangannya yang menganggur untuk menyingkirkan tangan pria itu, ia terlalu lemah untuk melawan Alio, setelah berusaha keras selama beberapa menit, wajahnya menjadi pucat karena kelelahan.


"Aku benar-benar membuatmu menunggu tadi malam, aku minta maaf ... itu salahku. Tapi itu karena—," ucap Olivia tiba-tiba terpotong.


"Itu karena kau menginap bersama Yuta!" sela Alio memotongnya. "Bagaimana rasanya menghabiskan sepanjang malam bersama Yuta?"


Alio menggertakkan giginya dengan kebencian pahit dan bibir tipisnya yang dingin hampir menyentuh telinga Olivia. "Dia tidur denganmu, kan? Berapa kali kamu melakukannya tadi malam? Dengan posisi apa? Siapa yang bisa memuaskanmu lebih baik, dia atau aku?"


Alio sangat agresif dan setiap kata yang diucapkan pria itu penuh penghinaan dan sarkasme.


Sudah trauma karena kecelakaan mobil, Olivia sekarang menjadi marah saat di serang dengan pertanyaan pria itu.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2