
Meskipun begitu, hati Olivia masih terasa sakit dan ia juga merasa dilema.
Akhirnya Olivia pulang ke mansion Alio Wilson dengan taksi—saat sudah tengah malam.
Jam menunjukkan pukul 12 malam, Olvi dan semua orang yang ada di mansion sudah tertidur, jadi mansion ini cukup sepi dan tenang.
Olivia meletakkan tasnya di sofa, kemudian buru-buru pergi ke dapur.
Karena malam ini Olivia sangat sibuk, ia bahkan tak sempat makan malam.
Olivia sangat kelaparan dan harus memberi makan perutnya yang sejak tadi berbunyi, ia membuka kulkas dan melihat-lihat isi kulkas yang dipenuhi dengan bahan makanan mahal dan berkualitas tinggi.
Jujur saja … Olivia tak terbiasa dengan makanan seperti ini.
Orang biasa seperti dirinya tak bisa dibandingkan dengan seorang Presiden!
Olivia mengambil makanan yang cocok untuknya dan ingin dimakannya saat ini—nuget freezer yang ada di paling atas dan di paling pojok.
Dulu, Olivia dan Olvi sangat menyukai nuget, tapi sekarang … makanan yang ia pikir berharga di masa lalu mungkin tak terlalu berarti di meja makan mansion ini.
Olivia menyalakan api, tak menunggu lama ia menggoreng nuget.
10 menit kemudian…
Nuget ala Olivia sudah matang dan siap untuk disajikan.
Sebelum makan, Olivia mencium bau nuget yang ada di atas piring. "Baunya enak," ucapnya tiba-tiba merasa semakin lapar.
__ADS_1
Olivia tak bisa makan di restoran karena sudah larut malam, jadi ia diam-diam menyelinap ke dapur yang ada di mansion.
Dengan tak sabar, Olivia langsung mencicipi nuget buatannya. Namun…
"Panas! Panas!" jerit Olivia mengeluarkan nuget dari mulutnya, ia terus meniup dan mengipasi mulutnya dengan tangan karena mulutnya terasa terbakar.
Tiba-tiba … pintu dapur terbuka saat Olivia kembali mencicipi nuget buatannya.
Saat Olivia merasa ada seseorang berjalan mendekatinya, ia langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Sedang apa kau disini?"
Olivia langsung tersedak lantaran melihat Pak Presiden berdiri tepat di hadapannya dengan wajah interogatif.
Pak Pres—Alio? batin Olivia sambil batuk dan menepuk-nepuk dadanya.
"Kamu tidak lihat aku sedang makan?" kesal Olivia dengan wajah merah usai tersedak.
"Ekspresi wajahmu menunjukkan seperti melihat hantu di tengah malam," komen Alio.
Seperti biasa, pria itu berbicara dengan nada dingin.
Mungkin orang lain akan pingsan jika melihat pemandangan seksi Pak Presiden yang hanya mengenakan jubah tidur!
"Tidak, tuh!" bantah Olivia cepat.
"Oh," ucap Alio menatap Olivia sejenak, kemudian berjalan menuju wastafel dapur untuk mencuci tangannya.
__ADS_1
Olivia mengunyah nuget dan tak bisa berhenti bertanya-tanya karena ingin tahu apa yang sedang dilakukan pria itu.
Pria itu berjalan bolak-balik seperti setrikaan, lalu membuka kulkas dengan alis yang terangkat, sepertinya … pria itu sudah menemukan apa yang ia cari.
Olivia melihat ke arah Alio, jelas sekali kalau pria itu sama seperti dirinya—kelaparan dan mencari makanan di tengah malam.
"Apakah ... kamu lapar juga?" tanya Olivia.
Alio mengambil kue dingin dari kulkas dan memakannya, pria itu tampak tak peduli dengan pertanyaan Olivia.
Tapi, Olivia tahu kalau Alio pemilih dalam makanan, pria itu mengidap mysophobia atau phobia kotor, bahakan untuk roti mahal yang kebersihannya terjamin saja, ia masih ragu untuk memakannya.
Alio menggigit dan mengulum bibirnya dengan kening yang mengerut karena sulit menelan kue yang dimakannya.
Olivia pikir pria itu terlihat lucu.
Tak di sangka, kalau seorang Presiden sekalipun juga mengalami masa sulit tersendiri. Di mata orang lain, dia pasti disajikan makanan dan minuman yang lezat.
Namun, Olivia sungguh takut untuk tertawa di depan seorang Presiden, apalagi kalau ia sampai mengolok-olok pria itu.
Apakah Olivia ingin cari mati?
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~