Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 395


__ADS_3

"Kau saja pergi tanpa mengatakan apapun, bagaimana aku bisa makan sendirian tanpamu?" tanya Alio yang masih terlihat kesal.


"..." Olivia hanya diam saja, tidak menjawab karena ia tahu kalau ialah yang salah.


Setelah itu, Alio melihat putranya, lalu bertanya. "Kau sudah makan?"


Olvi menggerutu. "Benar kata Mami Rena! Aku akan jadi nyamuk aja kalau disini, buktinya dari tadi Papa cuman ngeliatin Mama aja."


Setelah mendengar itu, Olivia tanpa sadar mengangkat kepalanya, lalu tatapan matanya bertemu dengan tatapan Alio yang sulit diartikan.


Olivia yang merasa malu langsung memalingkan pandangannya. Lalu, Olivia berkata pada sang putra. "Sudah Mama bilang jangan dengerin omong kosong dari Mami Rena!"


"Itu bukan omong kosong, Ma! Dari tadi Papa emang cuma ngeliatin Mama, kok!"


"Itu memang benar," ucap Alio mengaku, lalu menggendong putranya dengan satu tangan.


"Itu adalah hal yang wajar bagi pria saat melihat wanita cantik," lanjut Alio sambil tersenyum sinis saat melihat Olivia lagi.


"Benarkah? Kalau begitu, bagi Papa apakah Mama itu cantik banget?" tanya Olvi terlihat sangat senang dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


Semakin ayahnya menyukai ibunya maka semakin besar pula peluang keluarga kecil yang Olvi impi-impikan terwujud, ia sangat senang saat memikirkan hal itu.


"Hmm, kalau dilihat semakin lama, akan semakin cantik," jawab Alio, lalu melirik Olivia sekilas.


"Benar, Papa! Bagiku, Mama adalah wanita tercantik di dunia ini, dan badan Mama juga bagus! Siapapun yang menikah dengan Mama pasti akan sangat beruntung~" ucap Olvi mulai serius mencari kesempatan.


Olvi mencoba membujuk sang ayah dengan cara halus, tapi perhatian Alio justru tertuju pada perkataan putranya, 'badan Mama juga bagus!' dan tanpa sengaja mengingat adegan yang sangat ber*a*ra* yang baru saja mereka alami di ruang tamu.


Alio tersenyum, lalu ia berkata, "siapapun pria yang mampu menikahi Mamamu akan menjadi pria yang sangat beruntung."


Olivia juga mengingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya di ruang tamu dan hal itu membuat wajahnya memerah.


Alio semakin merasa ada yang aneh pada dirinya sendiri karena dulu hanya kedua orang tuanyalah yang bisa memerintahnya.


Namun, sekarang? Alio malah dikasih perintah sama Olivia dan ia tak marah sama sekali, tapi malah merasa sangat senang.


...—oOo—...


Makanan masih panas, tapi Olivia buru-buru mencicipi empat suapan. Lalu, setelah itu, Olivia keluar dari ruang makan menuju kamar Alio.

__ADS_1


Alio belum pernah memandikan Olvi sebelumnya. Jadi, Olivia merasa sedikit khawatir.


Namun, setelah Olivia membuka pintu kamar mandi Alio, dan melihat apa yang terjadi di dalam sana, ia sangat terkejut!


Di dalam kamar mandi, Alio terlihat berendam di bak mandi bersama sang putra sambil membaca koran dengan santainya.


Olvi duduk di pangkuan ayahnya dan seluruh tubuh anak itu terlumuri oleh busa termasuk wajahnya, hanya menyisakan kedua matanya saja, sedangkan tangan kecilnya terus menggosok-gosok tubuhnya sendiri.


Jelas banget, kalau Alio tak memperhatikan anak mereka sama sekali!


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2