Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 352


__ADS_3

Olivia merasa sedih dan ironis, ibu kandungnya adalah seorang wanita baik yang pandai mengurus rumah tangga dan mendidik anak, tapi ayahnya malah tergoda dengan Jesi.


Sedangkan Jesi adalah wanita biasa dari keluarga yang tak begitu terpandang, tapi entah kenapa dia begitu terobsesi dengan harta dan tahta.


Karena itulah Jesi menikah dengan Oliver Stein.


Sekarang saat Olivia memikirkan ibu kandungnya, ia merasa sangat tak adil bagi ibunya.


Kehilangan bukanlah masalah, tapi ibu kandungnya kalah dari Jesi!


Olivia merasa sedih dalam hatinya, ia mendorong Jesi dengan dingin. "Aku bisa saja tidak mempermasalahkan hal ini. Tapi, jutaan dolar hasil menjualku, kamu harus mengembalikannya padaku!"


Olivia memang sengaja ingin menyulitkan Jesi, ia tahu bahwa ibu tirinya tak akan mampu mengembalikan uang tersebut.


Jesi kecanduan judi, sudah jelas bahwa uang itu sudah lama ia habiskan di meja judi. Apalagi Jesi tak punya tabungan karena uang bulanan yang diberikan Oliver Stein selalu ia habiskan untuk berfoya-foya.


Benar saja, Jesi tampak sangat kesulitan. "Ini ... sudah bertahun-tahun, uang itu..."


"Jika Anda tidak memiliki uang itu, cari cara untuk mengembalikannya padaku," ucap Olivia tanpa belas kasihan.

__ADS_1


Olivia sudah melihat dua sisi sikap Jesi yang berbeda di depan dan di belakang orang lain, jadi ia cukup berpengalaman dan tak akan tertipu lagi.


"Kamu jelas-jelas ingin membuatku kesulitan, kan? Aku ... aku dari mana bisa mengumpulkan uang sebanyak itu?" Jesi menjadi panik hingga hampir saja memegang kaki Olivia.


Jesi tak berani membicarakannya dengan suaminya, karena hal itu pasti akan menciptakan kekacauan di rumah.


"Nyonya Olivia, saya punya satu ide, jika Anda setuju, kita bisa melakukannya seperti ini," ucap Ken.


Olivia bertanya, "kamu punya ide apa?"


"Karena Nyonya Stein tidak memiliki 5 juta, maka beri dia kesempatan untuk menghasilkan uang. Bagaimana menurut Anda?"


"Tapi bagaimana dia bisa menghasilkannya?"


Olivia percaya pada Alio dan secara otomatis ia juga percaya pada orang kepercayaannya. 


Jadi Olivia setuju-setuju saja dengan ide Ken.


Setelah selesai di sini, Ken menyuruh seseorang untuk mengantar Olivia ke Kementerian Luar Negeri. 

__ADS_1


Sementara Olivia berpikir tentang apa yang harus ia katakan kepada ayahnya tentang hal itu, handphonenya tiba-tiba berdering. 


Saat melihat layar handphonenya, ternyata itu adalah telpon dari Oliver Stein.


"Halo, Ayah."


Olivia mengangkat telepon dan menempelkannya ke telinganya.


Tuan Stein tak langsung berbicara, tapi diam untuk waktu yang lama di seberang sana. Olivia tahu bahwa ayahnya pasti ingin mengatakan sesuatu, jadi Olivia berinisiatif memecahkan keheningan. "Ayah, jika Ayah ingin mengatakan sesuatu, katakan saja."


"Kali terakhir kamu pulang untuk makan malam bersama, sebenarnya ... dalam hati Ayah merasa sangat senang. Ayah juga tahu, selama beberapa tahun ini, kamu mengalami banyak kesulitan, mengurus anak sendirian tidaklah mudah. Ayah tidak terlalu memperhatikan dan memperdulikanmu, jadi ayah ingin meminta maaf."


Mendengar itu, Olivia diam tanpa menjawab.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2