Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 258


__ADS_3

Olivia keluar dari walk in closet dengan satu set pakaian yang menurutnya cocok untuk Alio. "Apakah kamu lembur akhir-akhir ini? Aku melihat kamu terlihat kurang tidur," tanya Olivia.


Alio menjawab sambil mencukur janggutnya yang mulai tumbuh di depan cermin dengan alat pencukur manual. "Aku tidak punya cukup waktu untuk tidur. Kamu pasti tahu, sebagai seorang Presiden, aku selalu sibuk dengan banyak hal."


Suara Olivia terdengar dari luar kamar mandi. "Kamu selalu menjadi tolok ukur fashion bagi anak muda. Baru-baru ini, dasi yang kuberikan sangat penting karena kamu selalu memakainya di Swiss. Dalam waktu hanya tiga hari, merek dasi ini sudah terjual habis."


Alio menjawab dengan agak samar. "Benarkah?"


"Apakah kamu menyukainya?" tanya Olivia. "Aku melihat kamu hanya menggantung dasi itu saja, sedangkan sisanya berada dalam lemari kaca. Kenapa?"


Alio berhenti sejenak, lalu dengan cepat menjawab, "Selain bisa dipakai di leher, dasi ini juga bisa dipakai di tanganmu. Benda yang kamu pilih sangat kaya akan manfaat sehingga aku akan sangat menghargainya dan akan sering menggunakannya."


Wajah Olivia tiba-tiba memerah. Pria ini sangat senang bercanda!


Sekarang, Olivia menyesal memberikan Alio dasi, seharusnya ia memberikan kemeja saja.


"Aku akan meletakkan pakaiannya di tempat tidurmu dan aku akan pergi jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan," ucap Olivia sambil meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Olivia menata pakaian Alio dengan rapi di atas tempat tidur. Karena pertemuan mereka sangat penting, Olivia memilih pakaian berwarna biru yang sesuai dengan mata Alio.


Ketika Alio keluar dari kamar mandi dan memanggil namanya dengan satu kata, Olivia merasa hatinya berdebar, ia memutar tubuh perlahan dan menatap Alio dengan lembut


"Setelah ini, untuk sementara waktu mungkin Angela Scarlett tidak akan berani menganggumu. Tapi, tidak ada jaminan bahwa dia mungkin akan menggunakan cara apapun untuk membalasnya. Jadi... "


Alio berhenti sebentar. "Jika kau merasa dalam bahaya, maka saat itu Kau harus mundur. Kau pasti memahami maksudku, kan? Ini demi kebaikan dan keselamatan kalian berdua."


Olivia membuka mulutnya, ia ingin menanyakan pertanyaan yang belum terjawab oleh Alio malam tadi. Tapi, Olivia berpikir untuk tak menanyakan lagi pertanyaan yang mungkin ia sendiri sudah tahu jawabannya. "Aku akan mengingatnya. Dan... terima kasih sekali lagi telah menyelamatkanku hari itu."


...—oOo—...


Pada hari Senin, setelah bekerja, Olivia tak langsung pulang ke kediaman Presiden.


Malam itu, ia makan malam di rumah Rena. Olivia melihat bahwa semangat Rena akhir-akhir ini tak terlalu baik, dan ia curiga hal itu mungkin berhubungan dengan dokter Lay.


Namun, Olivia tak ingin bertanya lebih banyak karena itu adalah privasi mereka.

__ADS_1


Di malam hari, Olivia pulang ke apartemennya dan menelepon Olvi.


Anak itu kesal karena Olivia tak pulang ke mansion dan mereka berbicara sampai larut malam.


Tapi Alio tak menelepon Olivia atau muncul selama seminggu.


Pada hari Selasa, setelah pulang sekolah, sopir mengantar Olvi kepada Olivia.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2