Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 232


__ADS_3

Olvi adalah anak yang baik, anak itu langsung berhenti menangis setelah mendengar perkataan ayahnya.


#FlashbackOn


Saat Olvi berusia tiga tahun, anak itu belajar cara membuat bola-bola coklat sederhana di taman kanak-kanak.


Suatu hari...


Saat Olivia pulang, ia melihat Olvi membuat bola-bola coklat dengan hati-hati sambil berdiri di atas kursi.


Ada lusinan bola-bola coklat di piring.


Semua bentuknya tak sama dan beberapa dari itu bahkan bentuknya parah.


Olivia merasa bangga pada putranya dan saat ia ingin memberikan pujian, entah kenapa Olvi tak sengaja menjatuhkan beberapa bola-bola coklat ke lantai.


Olvi mengambilnya lalu meletakkannya kembali dengan hati-hati di piring.


Olivia terkejut. "Sayang, itu kotor. Jangan dikembalikan!"


Olvi tersenyum hangat lalu berkata dengan wajah menggemaskannya. "Nggak apa-apa Ma, kata Bu Guru kalau masih belum lima menit, masih bisa dimakan."

__ADS_1


"..."


Lalu...


Saat Olvi belajar main piano, Alio mengantarnya ke kelas les piano untuk menunjukkan kasih sayangnya.


Guru piano Olvi hampir jatuh cinta pada Alio meskipun pria itu mengenakan masker.


Suatu hari saat Alio mengantar putranya ke sekolah dan menyapa guru itu.


Guru memainkan melodi yang indah untuk mereka dan terus mengirimkan cinta dengan mengedipkan matanya pada Alio.


Lalu, guru itu bertanya kepada Olvi saat Alio keluar.


"Hm, untuk saat ini saya tidak tahu, Bu," jawab Olvi.


"K-kalau begitu Olvi, bisakah Ibu minta nomor telepon Papamu? Nanti Ibu akan mengajarimu cara memainkan piano dengan benar sampai kamu bisa! bagaimana?" tanya Bu guru itu mencoba bernegosiasi.


Setelah mendengar itu, Olvi langsung mengetahuinya dan anak itu tersenyum. "Apakah Bu guru jatuh cinta pada Papa saya, walaupun Ibu belum pernah melihat wajah Papa saya tanpa masker?"


"Penampilan itu tidak penting, Olvi. Yang penting itu adalah hati yang tulus mencintainya," jawab guru itu dengan bangga.

__ADS_1


"B-Bu Guru jika Papa saya mendengarnya, Papa pasti akan sangat senang!" balas Olvi sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya seolah-olah ia sangat terharu dengan perkataan guru itu.


"Ta-tapi Bu, sa-saya rasa saya harus menunjukkan foto Papa saya pada Ibu sekarang juga karena saya tidak mau Bu guru kecewa," jelas Olvi tersenyum penuh arti.


Olvi sudah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi suatu hari nanti. Yah, karena ayahnya itu adalah pria yang sangat luar biasa tampannya dan pasti akan ada banyak hama yang datang menempel pada ayahnya.


Olvi sudah mempersiapkan semuanya lalu ia mengambil selembar foto dari tasnya dan menyerahkan pada guru yang jatuh cinta pada ayahnya.


Ternyata, itu adalah foto wajah Alio yang sudah Olvi edit sedemikian rupa.


Di foto itu, wajah tampan Alio sudah Olvi edit dengan memiliki bekas luka panjang yang sangat menakutkan.


Guru itu terlihat sangat ketakutan setelah melihat selembar foto yang diberikan Olvi, bahkan guru tersebut hampir saja membuang foto menyeramkan itu, karena ia sangat kecewa dan hatinya hancur berkeping-keping.


Sejak saat itu, setiap kali Alio mengantar Olvi ke sekolah guru itu tak tertarik lagi dengan Alio.


Malahan, setiap kali guru itu melihat Alio, wanita itu akan membuang mukanya, seolah tak peduli.


— Bersambung —


***

__ADS_1


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2