Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 58


__ADS_3

Olivia sebenarnya ingin tetap tenang! tapi... bagaimana ia bisa tenang sekarang?


Olivia berharap, apa yang baru saja Alio katakan bahwa ia akan 'kembali lagi' hanyalah alasan untuk menolak Olvi.


Akan lebih baik jika Alio tak akan pernah kembali atau pria itu tak perlu repot-repot tidur disini malam ini.


Olivia berdoa semoga Alio ketiduran di kamar mandi!


Jika tidak, Olivia tak akan bisa tertidur semalaman.


Olvi berbaring di atas tubuh Olivia. "Mama, wajahmu sangat merah," komen anak itu seraya menyentuh wajah Olivia dengan jari telunjuknya yang kecil.


"Enggak kok!" Olivia merasa malu sambil menyentuh wajahnya, ia langsung menyangkal. "Ini bukan merah, Mama hanya merasa sangat kepanasan!"


Padahal di kamar ini ada 2 AC, tapi Olivia masih merasa kepanasan dan berbohong kepada putranya.


"Jadi, Mama sudah tidur dengan Papa jauh sebelumnya? Mengapa kalian tidak mengajak aku bersama kalian, sih?" Olvi bertanya dengan polos.


Olivia terdiam, pertanyaan putranya membuatnya ingin menangis. Bagaimana bisa ia menjawab pertanyaan Olvi? Apakah saat itu mereka membawa Olvi? Olivia juga tidak tahu. Tapi bagaimana dia bisa hamil tanpa membawa Olvi?


"Kamu terlalu kecil untuk memahami itu." Olivia memilih untuk menghindari pertanyaan itu.


Tapi...

__ADS_1


"Mama, jika Mama tidur dengan Papa, bisakah Mama mempunyai bayi lagi?" tanya Olvi penasaran dengan wajah polos.


"Apa? Itu...," Olivia tak bisa berkata-kata.


"Bisakah Mama mempunyai bayi lagi dengan Papa? Kalau Mama bisa, Papa tidak akan menikah dengan wanita lain, kan?" Olvi bertanya seolah tanpa berpikir.


Punya bayi lagi?


Saat ini, ekspresi Olivia sangatlah rumit! Bagaimana bisa putranya mendapatkan ide yang gila begitu dan bahkan tak pernah terpikirkan olehnya?


"Tidak mungkin mempunyai bayi hanya dengan tidur bersama." Olivia menjawab dengan senyum terpaksa.


"Lalu apa lagi yang harus dilakukan?" Olvi menatapnya dengan rasa ingin tahu, mata besar anak itu terlihat sangat polos.


DEG!


Tiba-tiba, perkataan itu menghentikan pembicaraan keduanya. Dengan kemeja hitam, Alio bersandar di ambang pintu sembari menatap mereka dengan wajah dingin.


Olivia sangat malu, rasanya ia ingin menggali lubang dan bersembunyi di dalam sana!


Sejak kapan pria itu berdiri disana? Apakah pria itu mendengar semua yang mereka bicarakan tadi? Apakah pria itu akan berpikir bahwa Olivia juga ingin membuat bayi bersamanya?


Olivia bertanya-tanya di dalam benaknya dan ia merasa sangat gelisah.

__ADS_1


"Papa!" Olvi memanggil dengan suara yang gembira dan kemudian melambai padanya. "Cepat kesini dan ayo kita tidur! Papa tidur di kanan, Mama di tengah dan aku di sebelah kiri."


Saat anak itu menyelesaikan kalimatnya, ia berguling ke sisi paling kiri melintasi Olivia, seperti bola.


"Olvi!" Olivia ingin menghentikan anak itu dan ingin protes.


Bagaimana Olivia bisa tidur di tengah?


"Karena Mama itu seorang wanita, Papa dan aku harus melindungimu." Olvi memandangi Alio. "Papa, apakah Papa setuju dengan aku?"


"Tolak dia!" Olivia memberi geraman rendah di benaknya yang dalam.


Namun, Alio berkata dengan suara yang dingin. "Hm, Papa setuju."


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2