
Olivia melirik pria itu, terlalu malas untuk untuk memperdulikan kebohongan Lucas.
Begitu mereka keluar dari restoran, mereka hanya bisa mendengar Rena dengan panik berkata. "Apakah anda baik-baik saja?"
Olivia dan Lucas tanpa sadar melihat ke sana dan melihat Nyonya Obella memegang jari telunjuk kanannya. Di jari itu, darahnya terus mengalir dan mengeluarkan banyak darah berceceran.
Lucas segera bertindak dan mendekati Nyonya Obella, "Apa yang terjadi?" tanyanya sambil meraih tangan Nyonya Obella.
Rena menjelaskan. "Tadi ada seseorang yang membuka payung dan tangan Nyonya Obella tergores. Tapi, darahnya tidak berhenti mengalir hingga sekarang."
"Darahnya akan berhenti, jangan khawatir," ucap Nyonya Obella dengan tenang.
Lucas menggenggam tangan Nyonya Obella erat-erat. "Kita harus pergi ke rumah sakit."
Namun, Olivia berusaha menenangkan situasi dengan mengusulkan. "Tidak perlu pergi ke rumah sakit, dekat sini ada toko obat yang menjual plester. Plester tersebut dapat menghentikan pendarahan."
Lucas terlihat tegang dan Olivia ingin mencari suasana yang tenang.
Lucas melirik Olivia. "Tidak semudah itu. Tunggu di sini bersama Nyonya Obella, aku akan mengambil mobil."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban, Lucas berlari secepat mungkin.
Olivia dan Rena juga menyadari ada sesuatu yang tak biasa. Luka di tangan Nyonya Obella seharusnya tak menyebabkan pendarahan yang terus menerus.
Meskipun hanya luka kecil, pendarahan tak kunjung berhenti. Hal tersebut seharusnya tak terjadi pada orang yang sehat.
Lay Hason memulai belajar ilmu kedokteran sejak muda. Rena selalu mengikutinya kemanapun pria itu pergi, sehingga ia memiliki pengetahuan tentang beberapa masalah kecil dalam ilmu kedokteran.
Setelah melihat kondisi tangan Nyonya Obella, Rena menyimpulkan bahwa fungsi pembekuan darahnya terganggu.
Mobil Lucas berhenti di depan mereka. "Nyonya, ayo masuk!" ajak Rena.
Meskipun Nyonya Obella mencoba untuk terlihat santai, ia tak terlihat sebaik sebelumnya dan wajahnya pucat. "Jangan khawatir! Ini tidak serius," ujarnya.
Setelah itu, Rena dan Olivia membawa Nyonya Obella dengan hati-hati ke mobil sedan putih yang dikemudikan oleh Lucas.
Saat Lucas membuka pintu mobil untuk membantu Nyonya Obella masuk, ia meminta Rena dan Olivia untuk ikut dengan mereka.
Tanpa ragu, Rena dan Olivia segera mengikuti Lucas menuju mobil.
__ADS_1
Sambil mengemudi, Lucas menemukan sapu tangan yang bersih di dalam mobil dan memberikannya kepada Nyonya Obella di kursi belakang. Kemudian ia bertanya. "Siapa yang bisa sementara menghentikan pendarahan Nyonya Obella?"
Rena langsung menyatakan diri. "Aku bisa. Lay Hason pernah mengajari aku beberapa teknik perban saat aku masih muda. Dia khawatir karena aku terlalu aktif sehingga dia ingin aku tahu cara menangani luka."
Pada saat itu, Rena kurang tertarik untuk belajar ilmu perban dan selalu menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Rena juga merasa malas untuk belajar karena Lay Hason selalu ada di sampingnya dan siap membantunya jika ia terluka.
Namun, Rena tak pernah berpikir bahwa suatu hari, luka terdalam yang ia dapatkan adalah dari Lay Hason.
Air mata mulai mengalir dari mata Rena.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~