Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 54


__ADS_3

"Semua jari dan ibu jari."


Dibandingkan dengan kegugupan Olivia, Alio tampak tenang seperti biasa.


Meskipun pria itu berbicara dengan nada agak kasar, tapi ia tak menyalahkan Olivia.


Jari-jari Olivia seputih salju, tapi luka berdarah di tangannya agak menyilaukan. Oleh karena itu, Alio langsung menyuruh Olivia. "Pergi keluar dan minta dokter untuk mengobati lukamu! Angela suka makan kepiting, jadi minta Sebas mengirim maid lain ke sini."


Jadi ... Olivia bisa bebas dari tugas ini sekarang?


Rasa kesal yang tertahan di hati Olivia mulai pudar dan ia menjawab dengan lembut. "Hmmm."


Olivia menarik tangannya dari tangan Alio secara halus, ia merasa ujung jarinya dihangatkan oleh pria itu kemudian perlahan dingin.


Dan kehangatan itu berpindah dari ujung jari ke dada Olivia, bahkan membakar hatinya dengan gelisah.


Olivia mengangguk berpamitan pada Nona Scarlett dan bergegas melangkah keluar.


Sementara Angela Scarlett terus menatap Olivia sampai wanita itu pergi dan menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Benarkah wanita itu hanya maid biasa?


Tapi kenapa, Angela merasa Pak Presiden sangat mengkhawatirkan wanita itu?


...—oOo—...


Olivia berjalan keluar dari ruangan tamu dan jantungnya masih berdebar kencang, ia menatap lukanya selama beberapa saat, entah kenapa…tiba-tiba ia tak merasa seperti telah terluka.


Tapi…


Tadi Alio memeriksa lukanya, apakah pria itu mengkhawatirkannya?


Saat berikutnya, Olivia cemberut karena malu sudah berpikir kalau ia terlalu berharap banyak pada pria dingin itu.


Olivia berpikir hanya alasan ini yang masuk akal.


"Nyonya Olivia, tangan Anda terluka?" Sebas cukup jeli dan langsung melihat luka di jari Olivia.


"Oh, ini bukan masalah besar." Olivia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sebas memberi isyarat dan berkata dengan sopan. "Nyonya Olivia, ayo ikut dengan saya lewat sini! Dokter akan membantu mengobati luka Anda."


Olivia mengangguk, lalu berkata kepada Sebas sambil berjalan. "Bisakah Anda mengirim orang lain ke ruang tamu? Tadi, saya mengupaskan kepiting disana tapi jari saya terluka."


"Nyonya Olivia sangat merendahkan diri untuk melakukan hal-hal seperti itu."


"Tolong jangan berkata seperti itu," bantah Olivia, lalu ia terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu. "Bagaimanapun, Nona Scarlett adalah calon Ibu Negara ini dan saya malah senang kalau saya bisa membantu…," lanjutnya berkata lirih.


Setelah Olivia mengatakan itu, Sebas menatap Olivia dengan tatapan yang cukup dalam lalu pria itu tersenyum penuh arti sebelum membalas. "Nona Olivia, tindakan dan pemikiran Anda itu sangatlah mulia, sepertinya Tuan Alio memilih orang yang tepat."


Olivia tersentak, lalu ia tersenyum kecewa. "Anda jangan khawatir, saya tidak akan berharap lebih hanya karena kami sudah memiliki anak. Saya ini orang yang cukup tahu diri dan saya juga menyadari kalau kita berdua adalah orang yang berasal dari dunia yang berbeda."


"Maaf, Nona Olivia. Sepertinya Anda salah paham, saya tidak bermaksud seperti itu," jelas Sebas yang panik seketika karena sepertinya Olivia salah paham dengan perkataannya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2